Kesehatan Anak

Alergi Kulit pada Bayi: Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

January 27, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bayi dengan sistem kekebalan yang belum sekuat orang dewasa akan sangat rentan mengalami alergi pada kulit. Ya, alergi kulit pada bayi termasuk kondisi yang umum terjadi, terlebih pada bayi dengan kulit sensitif.

Untuk mengetahui apa saja kemungkinan penyebab alergi kulit pada bayi dan cara mengatasinya, simak ulasan ini ya, Moms!

Mengenal alergi kulit pada bayi

Alergi kulit adalah reaksi hipersensitivitas sistem kekebalan terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu dan debu.

Hal ini menyebabkan pelepasan mediator inflamasi seperti histamin, serotonin, bradikinin yang berujung pada reaksi inflamasi.

Alergi kemudian bermanifestasi sebagai ruam kulit. Alergi kulit lebih sering terjadi pada bayi dengan kulit sensitif. 

Baca Juga : Bahayakah Mengalami Alergi saat Hamil? Simak Penjelasan Lebih Lengkapnya!

Penyebab alergi kulit pada bayi

Reaksi alergi pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Reaksi kulit yang memerah dan ruam dapat disebabkan oleh alergen atau iritan sederhana.

Misalnya seperti popok kotor, air liur, makanan, sabun, dan deterjen. Semua bahan ini kemungkinan dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak.

Jika diduga ada alergen, dokter mungkin merekomendasikan tes tusuk kulit, di mana satu jarum (atau lebih) dilapisi dengan alergen yang dicurigai dan kemudian digunakan untuk menggores atau menusuk titik di lengan atau punggung.

Berikut adalah penyebab yang lebih umum dari reaksi kulit pada bayi dan tindakan yang harus dilakukan.

1. Air liur

Air liur menyebabkan ruam di sekitar mulut dan dagu, sehingga orang tua sering mengira itu adalah ruam yang disebabkan oleh alergi makanan padahal itu hanya iritasi kulit.

Iritasi akibat air liur ini memiliki gejala kemerahan dan benjolan kecil di area yang terkena air liur. Ruam biasanya terletak di area mulut, tetapi bisa meluas hingga ke leher dan dada.

Ruam air liur bisa jadi tidak sedap dipandang dan tidak nyaman, tetapi umumnya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali area kuning berkerak muncul pada ruam. Ini bisa jadi merupakan tanda infeksi.

2. Alergen makanan

Jika Moms sudah menyingkirkan bahan iritan dan ruam masih terus berlanjut, alergi makanan bisa menjadi penyebabnya. Telur dan susu adalah penyebab utama alergi kulit pada anak-anak yang masih sangat kecil. 

Namun alergi terhadap gandum, kedelai, dan kacang juga kerap terjadi. Seiring bertambahnya usia anak-anak, kacang-kacangan dan makanan laut pun dapat menjadi masalah.

Begitu pula dengan alergi lingkungan seperti rumput, pohon, dan tungau debu, tetapi tidak ada aturan yang tegas tentang kapan alergen dapat berkembang.

Gejala alergi kulit karena alergen makanan pada bayi di antaranya:

  • Kulit memerah
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan wajah, lidah, atau bibir

Jika Moms melihat gejala pembengkakan, anak Moms mungkin mengalami anafilaksis, reaksi alergi yang sangat serius yang biasanya terjadi segera setelah makanan dimakan. Jika bayi kesulitan bernapas, segera hubungi dokter.

3. Sabun, losion atau deterjen

Tidak jarang bayi, yang memiliki kulit sensitif, bereaksi terhadap pembersih, pelembab, dan deterjen tertentu, yang mengandung bahan kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Reaksi alergi yang muncul pada kulit bayi di antaranya ruam merah atau iritasi kulit, terutama setelah bayi dimandikan, dioleskan losion, atau memakai pakaian yang baru dicuci.

Pastikan untuk menggunakan deterjen mild untuk mencuci pakaian semua orang di rumah, serta linen atau apa pun yang mungkin bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

Kadang-kadang alergi membutuhkan waktu beberapa saat untuk muncul, jadi meskipun Moms tidak langsung melihat reaksi terhadap losion atau deterjen pada kulit bayi, awasi kulitnya selama beberapa hari.

Baca Juga : 4 Fakta Unik Soal Tes Alergi, dari Fungsi, Jenis, Prosedur, Hingga Risiko

Cara mengatasi alergi kulit pada bayi

Tidak semua reaksi alergi kulit pada bayi membutuhkan pengobatan. Misalnya, ruam ringan kemungkinan akan memudar dalam beberapa jam dan mungkin tidak mengganggu bayi saat itu.

Namun, jika gejala reaksi menyebabkan ketidaknyamanan yang terlihat, pengobatan mungkin diperlukan.

Perawatan dapat bervariasi sesuai dengan jenis ruam atau reaksinya. Secara umum, berikut beberapa pilihan cara mengatasi alergi pada bayi yang bisa Moms lakukan:

1. Hindari pemicu alergi

Sabun, detergen, dan losion beraroma sering kali dapat mengiritasi kulit bayi. Jadi, hindari penggunaan pembersih kimiawi dan pilih produk hipoalergenik.

Jika sudah diketahui bayi memiliki alergi terhadap makanan tertentu, Moms juga harus memastikan makanan tersebut tidak masuk ke menu makannya.

2. Mencuci dengan pembersih bebas pewangi

Setelah menggunakan sabun lembut bebas pewangi, tepuk-tepuk kulit bayi hingga kering dan hindari menggosok terlalu keras, karena dapat mengiritasi kulitnya.

3. Gunakan pelembap secara teratur

Menggunakan pelembap hipoalergenik setelah bayi mandi dapat membantu mencegah kulit kering. Pelembap juga menjadi pelindung untuk melindungi kulit dari iritan.

Jika bayi pernah mengalami reaksi alergi pada pelembab merek tertentu, maka lebih hati-hati ya, Moms.

Oleskan sedikit pelembap baru ke kulit bayi dan tunggu beberapa menit untuk melihat apakah ada reaksi. Jika tidak, dokter biasanya menyarankan untuk mengoleskan pelembap segera setelah mandi.

4. Menggunakan krim hidrokortison 1 persen

Krim hidrokortison dapat mengobati ruam kulit yang berkaitan dengan eksim atau reaksi alergi lainnya.

Meskipun biasanya aman digunakan untuk bayi dalam waktu singkat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

5. Gunakan sarung tangan pada bayi

Sarung tangan mencegah bayi menggaruk ruam dengan kuku jarinya. Terlalu banyak menggaruk dapat melukai kulit dan menyebabkan infeksi.

Demikian informasi tentang alergi pada bayi yang perlu Moms ketahui. Jika reaksi alergi terus terjadi selama rentang beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar alergi kulit pada bayi? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 21 Januari 2021. What to do if a baby has an allergic reaction

WebMD. Diakses pada 21 Januari 2021. Common Skin Allergies in Kids

Parents. Diakses pada 21 Januari 2021. Babies and Skin Allergies

Parenting First Cry. Diakses pada 21 Januari 2021. Common Skin Allergies in Babies

    register-docotr