Diet dan Nutrisi

Waspadai Stunting, Moms Perlu Tahu 5 Hal tentang Anak Kurang Gizi

April 16, 2020 | Santi Andriani | dr. Wawan Harimawan
feature image

Ditulis oleh : dr. Wawan Harimawan

Hai moms,  akhir-akhir ini sering tidak sih mendengar istilah stunting? Nah, stunting ini erat kaitannya dengan anak kurang gizi. Daripada bingung, yuk cari tahu tentang gizi kurang pada anak.

Bahaya stunting

Stunting adalah masalah gizi pada balita yang bersifat kronis atau jangka panjang yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya.

Lalu apa bahayanya jika si buah hati menderita stunting? Stunting dapat menyebabkan si buah hati lebih rentan terhadap penyakit, bahkan setelah dewasa beresiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Tidak hanya itu moms, bahkan stunting juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, lho.

Baca Juga: Jangan Remehkan, Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Perlu Kamu Tahu

Anak kurang gizi berakibat pada stunting

kurang gizi bisa berakibat stunting pada anak. Sumber foto: https://www.indiafellow.org/

Stunting sendiri merupakan salah satu akibat yang terjadi karena gizi kurang yang terjadi pada anak. Berikut lima hal yang perlu moms ketahui tentang gizi kurang.

Pertama, angka gizi kurang di Indonesia yang masih tinggi

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan 17,7% balita di Indonesia memiliki status gizi kurang atau buruk berdasarkan berat badan. Ini berarti hampir 1 dari 5 anak di Indonesia mengalami gizi kurang atau buruk.

Kedua, angka stunting atau balita pendek yang tinggi 

Selain berat badan yang kurang, ternyata banyak juga anak di Indonesia yang mengalami stunting. Data Riskesdas menunjukkan hampir 1 dari 3 anak di Indonesia ada dalam kategori pendek, dengan 11,5% dari seluruh anak di Indonesia dalam kategori sangat pendek.

Ketiga, gejala-gejala gizi kurang 

Anak kurang gizi memiliki nafsu makan yang rendah. Sumber Foto: https://reliefweb.int/

Anak dengan gizi kurang biasanya memiliki nafsu makan yang rendah, sering menderita sakit berulang atau jika mengalami luka butuh waktu yang lama untuk sembuh. Anak juga dapat menjadi iritabel/rewel, atau bahkan tidak tertarik saat diajak berinteraksi atau tampak lesu sepanjang hari.

Baca Juga: Yuk Mulai Terapkan Pola Makan untuk Mencegah Batu Empedu

Keempat, gizi buruk dapat menjadi berbahaya

Gizi buruk bisa sangat berbahaya bagi pertumbuhan anak. Sumber Foto: https://lifestyle.okezone.com/

Beberapa keadaan dapat membuat anak dengan gizi buruk memerlukan penanganan medis, seperti infeksi dan suhu tubuh yang turun / hipotermia.

Kelima, penanganan gizi kurang dan buruk

Jika si buah hati mengalami gizi kurang dan buruk, moms harus konsultasikan dengan tenaga medis terdekat. Beberapa penanganan untuk anak dengan gizi kurang dan buruk adalah pemberian cairan dan elektrolit untuk mengatasi dehidrasi, pemberian vitamin A, serta multivitamin dan mineral seperti asam folat. Selain itu perlu pemantauan status gizi secara berkala.

Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riskesdas 2018. Laporan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.

    register-docotr