Info Sehat

Tak Bisa Diremehkan, Ini 7 Penyakit Akibat Kurang Gizi yang Bisa Terjadi

May 13, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Secara definisi, malnutrisi adalah kondisi ketidakseimbangan, baik kekurangan atau kelebihan nutrisi pada tubuh seseorang. Tak bisa disepelekan, Apa saja penyakit akibat kurang gizi yang bisa terjadi?

Umumnya malnutrisi diderita anak-anak, meski sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan kelompok usia berapapun.

Apa saja penyakit akibat kurang gizi yang berisiko terjadi?

Pada jangka panjang, kurang gizi bisa mengganggu perkembangan anak yang berakibat pada gangguan pencernaan hingga keterbelakangan mental.

Selain itu, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kurang gizi: 

Baca juga: 9 Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kwashiorkor

Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh. Foto: Shutterstock.com

Kwashiorkor adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi dan salah satu yang paling akut.

Penyakit ini disebabkan oleh malnutrisi protein, yaitu kondisi di mana kekurangan atau ketiadaan asupan protein yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki dan membuat sel baru di tubuh.

Penyakit ini memiliki gejala-gejala antara lain diare, rambut tipis dan kasar, munculnya dermatitis, gangguan pada tumbuh kembang, serta munculnya edema. Edema sendiri adalah pembengkakan di bagian bawah kulit yang biasanya muncul di daerah kaki.

Marasmus

Marasmus adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan asupan energi atau kalori, seperti karbohidrat, lemak, dan protein.

Secara umum, penyakit ini memiliki ciri-ciri dan efek yang mirip dengan kwashiorkor, karena kedua penyakit ini bisa terjadi karena kekurangan protein.

Perbedaan adalah pada marasmus kekurangan asupan energi atau kalori dari semua nutrien, tidak hanya protein. Sementara pada kwashiorkor hanya kekurangan protein dalam tubuh, jadi ada kemungkinan energi atau kalori dari nutrien yang lain tercukupi.

Gejala pada penyakit ini antara lain turunnya berat badan secara drastis, lesu, dan pertumbuhan terhambat. Perbedaan lainnya dari gejala antara kedua penyakit ini adalah pada marasmus tidak muncul edema seperti yang ada pada kwashiorkor.

Penyakit akibat kurang gizi lainnya: anemia

anemia
Usahakan selalu penuhi kebutuhan nutrisi harian, ya. Foto: Shutterstock.com

Kondisi kurangnya protein pada sel darah merah, hemoglobin, dapat dikategorikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi. Berkurangnya hemoglobin pada darah, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi pada tubuh dan mengakibatkan terjadinya anemia.

Gejala yang dapat ditemui pada anemia adalah tubuh mudah lesu, sering sakit kepala, dan sulit konsentrasi saat melakukan aktivitas. Dalam kondisi ini, kamu perlu meningkatkan asupan gizi zat besi pada makanan yang dikonsumsi, agar produksi hemoglobin dapat terjaga.

Baca juga: Ini Lho, 12 Manfaat Habbatussauda yang Perlu Kamu Tahu

Penyakit gondok

Gondok adalah penyakit yang menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan terjadinya pembengkakan. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya yodium, yang umumnya ada pada garam.

Gejala penyakit ini antara lain pembengkakan kelenjar tiroid yang terletak di leher, mudah lesu, metabolisme rendah, dan rentan terhadap suhu dingin.

Pengobatan penyakit gondok yang berukuran kecil dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung yodium, sementara untuk pengobatan gondok yang berukuran besar, diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Beri-beri juga jadi salah satu penyakit akibat kurang gizi

Penyakit beri-beri adalah penyakit yang menyerang fungsi sistem saraf dan otot dalam tubuh. Hal ini dikarenakan penyakit ini terjadi saat tubuh kekurangan vitamin B1 yang bertugas dalam fungsi sistem saraf dan otot. Selain itu, juga menyerang sistem pencernaan.

Penyakit ini memiliki dua jenis, yaitu basah dan kering. Pada beri-beri basah, gejala yang terjadi adalah sesak napas, denyut jantung meningkat, kaki bagian bawah membengkak, dan sistem kardiovaskular.

Sementara pada beri-beri kering, gejalanya adalah gangguan pada sistem saraf seperti kesemutan dan nyeri otot.

Hiponatremia

Hiponatremia bisa terjadi akibat komplikasi diare. Foto: Shutterstock.com

Hiponatremia adalah kondisi gangguan pada kadar natrium atau sodium dalam darah lebih rendah dari batas normal.

Kadar natrium dalam darah perlu dijaga dalam batas yang normal, karena natrium berfungsi sebagai pengatur kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, dan mengatur sistem saraf juga otot.

Penyakit ini memiliki beberapa gejala antara lain, terasa mual, sering muntah, sakit kepala, dan sering merasa kelelahan. Hiponatremia dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti perubahan hormon dalam tubuh dan akibat dari komplikasi penyakit diare dan muntah yang berlebihan.

Hipokalemia

Hipokalemia adalah kondisi di mana kadar kalium dalam darah lebih rendah dari batas normal. Kadar kalium dalam tubuh sangat penting karena berperan dalam membawa sinyal listrik untuk sel tubuh yaitu sel otot dan saraf, yang berperan dalam kontraksi otot.

Penyakit ini memiliki gejala-gejala seperti kram otot, sering merasa kesemutan, tekanan darah rendah, dan sering merasa mual dan muntah.

Penyebab hipokalemia ada berbagai macam, antara lain kalium yang berkurang akibat dari kandungan urine berlebihan, kehilangan cairan yang berlebih akibat diare dan muntah, dan berkeringat yang berlebih.

Baca juga: Tak Cuma Segar, Ini Ragam Manfaat Terong Belanda untuk Kesehatan

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medscape (2017). Diakses 25 Januari 2020. Malnutrition
NCBI (2019). Diakses 25 Januari 2020. Kwashiorkor
Healthline. Diakses 25 Januari 2020. Malnutrition: Definition, Symptoms and Treatment

    register-docotr