Hidup Sehat

Jangan Malu, Kenali 3 Alasan Mengapa Kentut Baik Bagi Kesehatan

September 15, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Kentut adalah hal yang wajar dialami oleh siapa pun. Namun meski begitu, masih banyak yang menganggapnya sebagai sebuah kejadian memalukan.

Padahal bisa dibilang kentut adalah mekanisme alami yang menjadi salah satu tanda kesehatan tubuh kita.

Lho, kok bisa? Iya, makanya kenali 3 alasan mengapa kentut baik bagi kesehatan di bawah ini.

Mengapa kentut bisa terjadi?

Dilansir dari Healthline, kentut adalah sebuah proses alami tubuh yang terjadi akibat kinerja sistem pencernaan.

Kentut terjadi ketika tubuh menghasilkan gas, sebagai bagian dari proses memecah dan mencerna makanan.

Ketika semua gas yang dihasilkan beredar di dalam sistem pencernaan, sebagian dapat diserap secara alami, namun ada juga yang tertinggal dan harus dikeluarkan dari tubuh. Nah, untuk yang terakhir ini, gas bisa dikeluarkan lewat dua cara yakni melalui kentut, ataupun sendawa.

Jika sisa-sisa gas tersebut terus berada di dalam tubuh, kamu akan merasa tidak nyaman. Bahkan tak jarang kamu bisa sampai mengalami gangguan kesehatan yang menyakitkan seperti perut kembung.

Manfaat kentut bagi kesehatan

Kentut adalah tanda bahwa tubuh khususnya saluran pencernaan telah bekerja sebagaimana seharusnya. Adapun beberapa manfaat kentut bagi kesehatan yang tidak banyak diketahui orang adalah sebagai berikut:

Ciri bahwa diet telah seimbang

Pola diet yang menyertakan protein, sayuran, buah, dan biji-bijian bisa dibilang sebagai diet sehat yang seimbang. Tapi ‘efek samping’ dari cara makan seperti ini juga pasti akan menghasilkan sejumlah gas.

Ini karena ada jenis karbohidrat yang tidak bisa dipecah di dalam lambung, dan tertinggal di usus besar sebelum keluar lewat pergerakan usus.

Seiring dengan berjalannya waktu, zat tersebut akan mengalami fermentasi dan menghasilkan gas.

Memang jika kamu hanya mengonsumsi makanan tertentu tanpa karbohidrat, bisa jadi kamu tidak akan mengalami kentut. Akan tetapi pola makan seperti ini tidak dianjurkan karena tidak memenuhi kebutuhan nutrisi secara penuh.

Baca juga: Daftar Tanaman Obat Diabetes yang Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Mengurangi risiko sakit perut

Saat kamu makan, ada proses mengunyah, melumat, dan menelan makanan. Semua tahapan tersebut menghasilkan gas yang lama kelamaan akan berkumpul di saluran pencernaan.

Ketika kamu memproduksi terlalu banyak gas, ini akan membuat tubuh terasa tidak nyaman. Dengan adanya kentut, risiko rasa sakit ini bisa berkurang secara signifikan.

Membantu usus besar menjadi sehat

Dalam kondisi tertentu, ada kalanya kamu ingin menahan gas dengan menekan perut saat berada di ruangan dengan orang lain. Tapi menahan gas terlalu sering justru bisa mengiritasi usus besar. Kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya wasir.

Jadi melepaskan gas selalu lebih sehat daripada menahannya, karena ini bisa membuat usus besar terhindar dari iritasi.

Frekuensi kentut yang normal

Tidak ada patokan pasti berapa banyak jumlah kentut yang normal dalam sehari. Namun rata-rata, seseorang kentut 14 sampai 23 kali setiap hari.

Jangan khawatir apabila kamu kentut lebih sedikit atau banyak dari itu. Pada dasarnya jumlah kentut bisa berbeda-beda karena tergantung pada makanan dan gaya hidup yang kamu jalani.

Adapun frekuensi kentut dikatakan berlebihan, jika melewati angka 25 kali sehari.

Baca juga: Praktis dan Mudah Diolah, Apa Kandungan Gizi yang Dimiliki Telur?

Apa yang harus dilakukan jika kesulitan kentut?

Menurut Medicalnewstoday, beberapa kondisi seperti memakan jenis makanan tertentu, atau makan terlalu cepat, bisa membuat otot perut keram dan kesulitan kentut.

Agar kamu bisa melepaskan gas yang menumpuk sekaligus meredakan kram dan kembung pada perut, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan di antaranya:

  1. Minum minuman bersoda
  2. Mengunyah permen karet
  3. Mengonsumsi produk berbahan dasar susu seperti keju, mentega, atau yogurt
  4. Makan makanan berlemak atau yang digoreng
  5. Menyantap pemanis buatan seperti sorbitol, atau xylitol

Jadi sudah tidak malu lagi kalau mau membahas soal kentut, kan? Jangan lupa jaga asupan agar kesehatanmu senantiasa terjaga.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference

How to make yourself fart, https://www.medicalnewstoday.com/articles/321556#reducing-the-need-to-fart diakses pada 14 September 2020

Why Farting Is Good for You, https://www.healthline.com/health/is-farting-healthy#summary diakses pada 14 September 2020

    Berita Terkait
    register-docotr