Share This Article
Selain berenang, menyelam adalah juga olahraga air yang banyak diminati. Menikmati pemandangan bawah laut memberi pengalaman yang luar biasa sekaligus meningkatkan suasana hati yang bahagia.
Manfaat fisik yang diperoleh dari olahraga yang tidak murah ini pun tak main-main. Olahraga yang membutuhkan kemampuan pernapasan yang terlatih ini memberi sejumlah manfaat untuk tubuh.
Namun sama seperti olahraga lainnya, menyelam juga memiliki risiko cedera akibat kecelakaan yang tidak bisa diremehkan. Berkaitan dengan bernapas di dalam air, kecelakaan bahkan bisa berpotensi pada risiko kematian.
Karenanya ada sejumlah aturan yang harus ditaati ketika memutuskan memilih olahraga ini, sehingga risiko cedera bahkan kematian akibat kecelakaan bisa dicegah. Yuk teruskan membaca artikel ini.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Manfaat Renang bagi Kesehatan Tubuh Kamu
Mengenal Olahraga Selam Scuba
Selam scuba atau scuba diving adalah jenis olahraga menyelam yang paling umum dan populer. Berasal dari kata Self-Contained Underwater Breathing Apparatus, scuba diving adalah teknik menyelam yang menggunakan tabung udara, regulator dan tangki sebagai peralatan olahraga wajib agar penyelam bisa bernapas dalam air dalam waktu lebih lama.
Sebelum menggeluti scuba diving, penyelam harus terlebih dahulu mahir dalam skin diving, yakni penyelaman yang menggunakan masker, snorkel, dan fins sebagai peralatan dasar. Skin diving adalah jenjang penyelam pemula yang mahir dalam kemampuan selam bebas.
Memilih selam scuba sebagai olahraga rutin, kamu juga harus mendapatkan sertifikasi, jadi tidak sekadar hanya bisa berenang lalu boleh menyelam ke bawah laut. Sertifikasi akan menentukan jenis penyelaman yang bisa kamu lakukan berdasarkan kemampuan menguasi teknik-teknik dasar penyelaman.
Apakah kamu bertanya-tanya bagaimana penyelam mengambil napas? Ya dalam olahraga scuba diving, pernapasan adalah faktor sekaligus aturan utama yang harus ditaati. Penyelam harus tetap bernapas normal selama menyelam, tidak boleh ditahan karena bisa merusak paru-paru.
Lalu apakah penyelam bernapas melalui hidung seperti di darat? Jawabannya tidak. Saat di dalam air, udara dihirup dan dihembuskan melalui mulut, karena masker menutupi mata dan hidung penyelam. Meskipun bisa, namun bernapas melalui hidung tidak disarankan karena dapat menyebabkan kebocoran masker.
Bernapas di dalam air penyelam tetap menghirup udara sama seperti ketika di darat, bukan oksigen yang selama ini disalahpahami. Sementara oksigen bisa beracun ketika di dalam air, udara sendiri terdiri dari 21 persen oksigen dan 79 persen nitrogen.
Manfaat Menyelam untuk Kesehatan
Melakukan olahraga menyelam dengan konsisten, kamu akan mendapatkan sejumlah manfaat yang menyehatkan tubuh seperti:
1.Terpapar sinar matahari
Sinar matahari memenuhi asupan vitamin D yang sangat dibutuhkan tubuh. Vitamin D berfungsi untuk penyerapan kalsium secara optimal yang penting bagi kesehatan tulang.
2.Pernapasan lancar dan berkualitas
Pernapasan adalah kunci utama olahraga menyelam, karenanya mengatur napas agar tetap stabil adalah aturan utama olahraga ini.
Bernapas yang dalam dan konsisten stabil membuat sistem pernapasan menjadi lebih tenang. Pada gilirannya ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh, melatih stamina, dan membantu lebih fokus dalam berpikir.
3.Mendapatkan manfaat meditasi
Meditasi bukan hanya soal duduk diam dengan mata tertutup. Memfokuskan perhatian pada lingkungan biru yang besar sambil mengontrol napas tetap stabil adalah bentuk meditasi saat menyelam, meskipun badan tetap bergerak.
Meditasi membantu mengontrol emosi, menenangkan pikiran, mengurangi dampak penuaan seperti penurunan ingatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan penghargaan pada diri sendiri.
4.Kebugaran aerobik
Menyelam adalah olahraga yang rileks, tapi gerakan dalam air seperti menendang sirip, berenang melawan arus, bahkan sekadar membawa peralatan scuba yang tidak ringan, dapat membantu membakar kalori, meningkatkan detak jantung, mengencangkan otot inti kaki, membangun daya tahan dan kekuatan.
5.Melatih kelenturan dan keluwesan tubuh
Gerakan-gerakan ringan dan rileks saat menyelam seperti tendangan sirip yang lambat membuat tubuh menjadi lebih lentur dan luwes, ini juga menguatkan otot perut dan otot lengan. Pada akhirnya dapat memperbaiki postur tubuh yang awalnya kurang proporsional.
6.Menurunkan tekanan darah
Suhu udara yang cenderung rendah membuat fisik tubuh dan aliran darah jadi lebih tenang dan rileks. Gilirannya ini membantu menurunkan tekanan darah.
7.Kualitas tidur lebih baik
Melihat ikan-ikan berbagai warna, bentuk, dan ukuran, juga terumbu karang yang cantik-cantik bisa menegangkan tapi sekaligus memberikan rasa puas dan senang di hati karena tubuh memproduksi “hormon bahagia”, baik dopamin maupun serotonin.
Ini berkontribusi positif terhadap pola pikir fisik dan emosional yang akhirnya membuat tidur lebih lelap dan berkualitas.
Menyelam Aman Ikuti Aturan Mainnya, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Meski merupakan jenis olahraga rekreasi yang artinya menyenangkan, selam scuba tetap memiliki aturan-aturan yang harus ditaati penyelam untuk menimalisir cedera saat terjadinya kecelakaan yang tidak sengaja. Sehingga risiko kematian pun dapat dicegah.
Aturan utama selam scuba mencakup:
1.Jangan menahan napas!
Mungkin sudah naluriah ketika di dalam air kita menahan napas agar air tidak masuk ke dalam hidung dan mulut, padahal meski di dalam air kamu harus tetap bernapas normal.
Tarik napas, hembuskan, tarik napas, hembuskan, begitu seterusnya tidak boleh berhenti. Mengapa? Karena kedalaman air menyebabkan tekanan air berkurang dan meningkat, jika kamu menahan napas udara di paru-paru akan mengembang atau menyusut, menyebabkan paru-paru berpotensi mengembang atau menyusut berlebihan. Sehingga jika kamu tidak melepaskan udara, ini akan mencederai paru-paru. Jadi bernapaslah normal, jangan ditahan.
2.Jika ingin menghabiskan liburan dengan menyelam, rencanakan matang-matang
Jangan menganut ‘yang mendadak biasanya malah jadi’, ini tidak berlaku ketika kamu ingin menyelam. Dengan rencana yang matang, ini membuat mental dan fisik kamu lebih siap.
Perencanaan yang matang mencakup:
- Menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa. Sebaiknya rencanakan penyelaman dalam batas tanpa dekompresi menggunakan komputer selam atau tabel penyelaman.
- Memprediksi dan mengurangi risiko. Kamu bisa pertimbangkan aturan sepertiga untuk manajemen gas pernapasan.
- Mengantisipasi kondisi
- Menenangkan rasa gugup. Ingat mantra, “Rencanakan penyelaman, selami rencana tersebut”.
3.Sesuaikan batas kemampuanmu
Tantangan memang menggoda, tapi melakukannya sementara kemampuan tidak memadai sama saja membuat masalah baru.
Mematuhi sertifikasimu tentang batas kedalaman maksimum yang kamu kuasai adalah harga mati, jangan dilanggar demi memenuhi tantangan.
4. Naiklah pelan-pelan dan berhenti di tiap titik keselamatan
Keberhasilan menyelam diukur ketika kamu baik-baik saja di bawah sana, bukan yang tercepat mencapai permukaan. Jadi naiklah pelan-pelan yakni tidak lebih cepat dari 18 meter/60 kaki per menit dan berhentilah di titik keselamatan yakni pada kedalaman 5 meter/15 kaki selama setidaknya tiga menit.
Jika kedua aturan itu kamu patuhi, ini mengurangi risiko penyakit dekompresi (DCS).
5. Teliti cek kelayakan dan kelengkapan alat-alat selam
Meski jarang terjadi, kerusakan peralatan selam saat menyelam bisa membahayakan nyawa, jadi jangan abai pada kelayakan alat-alat selam kamu.
Pengecekan meliputi:
- Apakah lengkap, terpasang dan sesuai untuk penyelaman. Pastikan alat-alat masih berfungsi baik.
- Pastikan kamu sudah terbiasa dan terlatih dalam mengoperasikannya
- Pastikan tabung oksigen penuh
6.Pastikan kemampuan daya apung kamu masih baik
Teruslah berlatih dan mengasah keterampilan daya apungmu karena ini membuat penyelaman lebih aman dan menyenangkan. Ketrampilan dayang apung sangat penting untuk mengontrol naik dan turun, melayang tanpa bergerak, meluncur dengan mudah di dalam air, dan membantu menghemat gas.
7. Menyelam jangan sendirian
Mungkin selama ini kamu bangga bisa melakukan apa-apa sendiri, mandiri tidak tergantung bantuan orang lain. Tapi dalam menyelam, memiliki partner selama penyelaman adalah wajib demi keamanan, bahkan meski kamu sudah berpengalaman.
Tujuan menyelam harus ditemani adalah untuk mengurangi risiko terjadinya hal negatif saat kondisi darurat, membantu navigasi, penggunaan peralatan, identifikasi ikan dan berbagi petualangan epik di bawah laut.
Bukan mitos, ini hal-hal yang do and don’t sebelum, selama dan sesudah penyelaman.
Do:
- Istirahat yang cukup untuk memastikan kebugaran fisik terjaga
- Makanlah dengan baik. Pastikan gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh terpenuhi
- Latih kesadaran diri
-Tidak menyentuh biota laut. Mungkin kamu penasaran dan sekadar ingin menikmati, tapi kehidupan laut sangat rapuh dan mudah rusak hanya dengan sentuhan kecil. Kamu juga bisa terbakar, tersengat atau digigit hewat laut yang mungkin beracun. Cukup abadikan dengan foto atau video.
Don’t:
- Minum alkohol sebelum dan saat menyelam
- Menyelam saat sedang flu
- Berpergian naik pesawat setelah menyelam. Residu nitrogen dalam tubuh akan bereaksi terhadap perubahan tekanan yang cepat saat berada di ketinggian. Ini bisa menyebabkan penyakit dekompresi.
Disarankan tunggu 12 hingga 24 jam setelah menyelam, baru setelah itu lakukan perjalanan dengan pesawat terbang.
Saat Kecelakaan Terjadi Jangan Panik, Ini yang Perlu Dilakukan
Kecelakaan saat berolahraga memang tidak bisa dihindari, bahkan meski sudah menaati aturan yang berlaku. Saat kecelakaan terjadi kuncinya jangan panik agar situasi bisa dikendalikan dan dampak cedera berlebihan bisa dihindari.
Berikut upaya pencegahan maupun pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan secara mandiri ketika merasa tidak nyaman saat sedang menyelam:
1. Konsultasikan pada dokter terkait obat-obatan yang dikonsumsi sebelum menyelam
2.Jika sedang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sebaiknya urungkan keinginan menyelam sampai penyakit sembuh
3.Pelajari kondisi area penyelaman mencakup jenis ikan, karang dan faktor risiko bahaya seperti ombak dan cuaca
4.Saat menyelam jangan panik dan tetap relaks
5.Jika tiba-tiba mengalami gejala barotrauma atau rasa penuh pada telinga, segera hentikan aktivitas menyelam. Lakukan teknik valsava, yakni tutup hidung dan mulut, kemudian hembuskan napas dengan kuat hingga terdengar bunyi “keletuk” di telinga
6.Segera hentikan penyelaman jika merasa nyeri kepala, terasa pusing berputar, mual atau muntah. Minta rekan penyelam membantu naik ke permukaan untuk mendapatkan pengobatan secepatnya.
Menolong penyelam yang kecelakaan, ini yang harus dipenuhi operator penyelamatan:
1.Menyediakan kotak P3K di lokasi penyelaman. Pastikan isinya lengkap dan berfungsi baik untuk segera menangani risiko yang mungkin timbul. Seperti cuka untuk mengatasi sengatan ubur-ubur, akses ke Defibrillator Eksternal Otomatis (AED) untuk mengatasi henti jantung mendadak penyelam, oksigen darurat, dan oksimeter denyut nadi.
2.Selalu periksa kelayakan peralatan oksigen dan kecukupan kadar oksigennya
3.Ketersediaan kapal dan perahu kecil untuk membawa penyelam yang kecelakaan sehingga pertolongan pertama bisa segera diberikan
4.Ketersediaan ruang dekompresi di lokasi penyelaman khususnya jika aktivitas penyelaman berisiko tinggi.
5.Semua tindakan penyelamatan harus dilakukan oleh petugas operator yang terlatih dan berpengalaman di bidanganya
Kapan tindakan CPR harus dilakukan?
CPR atau resusitasi jantung paru (RJP) harus segera dilakukan ketika penyelam mengalami henti napas atau henti jantung. Tim CPR harus segera menempatkan penyelam yang cedera dan tidak responsif serta tidak bernapas dalam posisi terlentang yakni wajah menghadap ke atas sehingga bisa segera dilakukan CPR.
Tindakan untuk penyelam yang cedera dan responsif (mampu berkomunikasi) harus dibaringkan miring dengan kepala ditopang atau posisi setengah berbaring (berbaring nyaman).
Sementara untuk penyelam yang cedera dan tidak responsif tetapi masih bernapas harus dibaringkan miring dengan kepala ditopang untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mengurangi kemungkinan terhisapnya kembali muntahan ke paru-paru.
Langkah-langkah pertama penyelamatan itu harus segera dilakukan sampai penyelam yang mengalami kecelakaan mendapatkan bantuan medis yang lebih lengkap dan memadai.
BACA JUGA: Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama saat Mendapati Orang Pingsan
Menyelam adalah olahraga bawah laut yang menyenangkan dan rileks, namun kamu tetap harus memerhatikan risiko kecelakaan yang bisa timbul sehingga bisa mencegah dampak serius dari kecelakaan tersebut, termasuk risiko kematian.
Kalau kamu ingin mengeluti olahraga selam scuba namun merasa ragu akan kemampuan dan kondisi kesehatan diri jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang terpercaya. Segera atur jadwal konsultasi online melalui aplikasi telemedicine Good Doctor Indonesia, ini linknya. Dokter kami siapa melayani 24/7.
Referensi:
- ung.ac.id, Menyelam dan Manfaat keahlian menyelam. Diakses 25 Mei 2026.
https://mahasiswa.ung.ac.id/1111421004/home/2021/8/4/menyelam-dan-manfaat-keahlian-menyelam.html
- padi.com, 13 Ways Diving is Good for Your Health. Diakses 25 Mei 2026.
https://blog.padi.com/eight-ways-diving-is-good-for-your-health
- padi.com, How Do You Breathe While Scuba Diving? Diakses 25 Mei 2026.
https://blog.padi.com/how-do-you-breathe-while-scuba-diving
- padi.com, The Golden Rules of Scuba Diving Diakses 25 Mei 2026.
https://blog.padi.com/the-golden-rules-of-scuba-diving
- 5.Worksafe, Diving emergencies. Diakses 25 Mei 2026.
- https://dan.org, Rescuing Divers and Swimmers, Diakses 25 Mei 2026.

