Info Sehat

Selebgram Laura Anna Idap Ulkus Dekubitus Sebelum Meninggal, Apa Itu?

June 16, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Tidak hanya spinal cord injury, selebgram Laura Anna juga diketahui menderita ulkus dekubitus sebelum meninggal. Gangguan kesehatan tersebut terjadi dan memengaruhi kondisi kulit.

Lantas, apa sebenarnya ulkus dekubitus itu? Apakah bisa menyebabkan dampak kematian? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut!

Apa itu ulkus dekubitus?

Ulkus dekubitus, atau yang juga disebut luka baring, merupakan cedera pada kulit serta jaringan di bawahnya. Kondisi ini disebabkan adanya tekanan berkepanjangan pada kulit. Dikutip dari National Health Service, kondisi tersebut bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, sering dialami oleh orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kasur, tempat duduk, dan kursi roda. Ya, pasien dengan kondisi medis yang menyebabkan keterbatasan gerak merupakan orang yang paling berisiko mengalami kondisi ini.

Kondisi yang sama juga rentan menyerang orang dengan obesitas, lansia di atas 70 tahun (yang memiliki masalah mobilitas), dan pasien yang harus istirahat lama setelah menjalani operasi.

Baca juga: Selebgram Laura Anna Derita Spinal Cord Injury Sebelum Meninggal, Kenali Kondisinya.

Mengapa bisa terjadi?

Seperti yang telah disebutkan, penyebab utama dari ulkus dekubitus adalah tekanan secara konstan pada bagian tubuh mana pun yang bisa menghambat aliran darah.

Tanpa darah, jaringan tubuh tidak bisa mendapat oksigen dan nutrisi. Ini mengakibatkan kulit dan jaringan di sekitarnya bisa rusak dan mati.

Selain itu, gesekan dengan benda lain juga dapat membuat kulit menjadi rapuh dan mudah luka.

Begitu pula dengan tingkat kelembapan kulit, bisa menjadi faktor pemicu kondisi tersebut, misalnya akibat tertinggalnya cairan keringat atau urine hingga kulit menjadi terlalu basah dan mendapat tekanan.

Gejala yang bisa muncul

Ulkus dekubitus mudah dikenali karena gejalanya bisa dilihat dan dirasakan pada permukaan kulit, di antaranya:

  • Perubahan warna atau tekstur pada kulit yang tidak biasa
  • Pembengkakan
  • Kulit mengelupas
  • Kulit terasa lebih dingin atau lebih hangat saat disentuh daripada area lain.

Ulkus dekubitus paling sering muncul di area kulit yang menutupi tulang, seperti tumit, pergelangan kaki, punggung, tulang ekor (bokong), tulang belikat, tulang belakang, punggung lengan, dan bagian belakang kepala.

Tahapan yang biasa terjadi

Ilustrasi ulkus dekubitus. Sumber foto: Nursing Home Abuse Center.

Ulkus dekubitus bisa terjadi dalam skala ringan hingga berat, tergantung tingkat keparahannya. Berikut beberapa tahapannya:

  • Tahap 1: Perubahan warna kulit menjadi lebih merah (jika berkulit terang) atau biru (jika berkulit gelap). Kulit juga akan memucat saat ditekan dengan jari.
  • Tahap 2: Bagian atau lapisan paling atas kulit mulai mengelupas, terlihat seperti melepuh.
  • Selanjutnya pada Tahap 3: Luka lebih dalam, terbuka, meluas ke jaringan lemak (meski otot dan tulang belum terlihat).
  • Tahap 4: Luka sudah meluas hingga ke tulang. Otot dan tulang menjadi lebih rentan terkena infeksi.

Apakah bisa menyebabkan dampak fatal?

Risiko kematian akibat ulkus dekubitus menjadi tinggi jika sudah memasuki tahap 4. Infeksi rentan menyerang hingga bisa mengancam keselamatan.

Infeksi dapat menyebar ke banyak bagian tubuh, seperti osteomielitis (infeksi tulang), bakteremia (infeksi darah), meningitis (infeksi otak), hingga endokarditis (infeksi jantung).

Bahkan, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, ulkus dekibitus dikaitkan dengan infeksi sepsis fatal yang banyak dilaporkan sebagai penyebab ribuan kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Namun, jika ditangani dengan tepat sejak awal, risiko ulkus dekubitus masuk ke tahap 4 bisa diminimalkan.

Bagaimana perawatannya?

Perawatan untuk ulkus dekubitus tergantung pada tingkat keparahannya. Agar tidak semakin berlanjut, berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Membalut area luka untuk percepat proses penyembuhan dan kurangi tekanan
  • Bergerak dan mengubah posisi badan secara teratur
  • Bersihkan luka dan hilangkan jaringan yang rusak (dilakukan oleh dokter)
  • Pembedahan untuk mengangkat jaringan kulit yang rusak dan menutup luka (dilakukan oleh dokter).

Nah, itulah ulasan tentang ulkus dekubitus yang diketahui diderita oleh Laura Anna sebelum meninggal. Tetap jaga kesehatan kulit dan jangan beri tekanan berlebihan demi meminimalkan risiko terkena ulkus dekubitus, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Mayo Clinic, diakses 16 Desember 2021, Bedsores.
  2. Nursing Home Abuse Center, diakses 16 Desember 2021, Stage 4 Bedsore.
  3. NCBI, diakses 16 Desember 2021, Pressure ulcers: more lethal than we thought?
  4. NCBI, diakses 16 Desember 2021, Decubitus Ulcers.
  5. Cleveland Clinic, diakses 16 Desember 2021, Pressure Injuries (Bedsores).
  6. NHS UK, diakses 16 Desember 2021, Pressure ulcers (pressure sores).
  7. Detik, diakses 16 Desember 2021, Ulkus Dekubitus, Kondisi yang Dialami Laura Anna Sebelum Meninggal.
    register-docotr