Info Sehat

Retina Terlepas? Simak, Begini Penyebab dan Gejala Awal yang Bisa Dideteksi!

March 23, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Retina yang lepas dapat terjadi ketika retina terkelupas atau terlepas dari lapisan jaringan pendukung yang mendasarinya di bagian belakang mata. Retina sendiri merupakan lapisan tipis sel saraf peka cahaya di bagian belakang mata. 

Karena itu, jika retina terlepas maka bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian atau total. Nah, untuk mengetahui penyebab dan gejala awal retina terlepas yuk simak penjelasan lebih lanjut berikut ini.

Baca juga: Sikat Gigi Elektrik vs Manual: Manakah yang Lebih Efektif Membersihkan Gigi?

Apa penyebab retina terlepas?

Dilansir dari Healthline, retina terlepas atau ablasi retina terjadi ketika lapisan ini ditarik dari posisi normalnya. Lepasnya retina dari mata bisa dikarenakan oleh berbagai penyebab, antara lain sebagai berikut:

Rhegmatogenous retinal detachment

Rhegmatogenous retinal detachment, biasanya terjadi akibat robekan atau lubang di retina. Rhegmatogenous retinal detachment atau ablasi retina rhegmatogenous memungkinkan cairan dari dalam mata masuk melalui celah dan masuk ke belakang retina.

Cairan tersebut akan memisahkan retina dari epitel pigmen retinal, di mana merupakan membran yang memberi retina nutrisi serta oksigen sehingga menyebabkan retina terlepas. Ablasi jenis ini menjadi penyebab yang paling umum.

Tractional retinal detachment

Dikenal juga sebagai ablasi retina traksional, yakni kondisi ketika jaringan parut pada permukaan retina berkontraksi dan menyebabkan retina menarik dari bagian belakang mata.

Penyebab retina terlepas satu ini merupakan jenis detasemen yang kurang umum di mana biasanya memengaruhi penderita diabetes mellitus.

Perlu diketahui, diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan masalah pada sistem pembuluh darah retina dan kerusakan pembuluh darah. Masalah tersebut nantinya dapat menyebabkan penumpukkan jaringan parut di mata yang berisiko terlepasnya retina.

Exudative detachment

Dalam exudative detachment atau detasemen eksudatif, tidak ada robekan maupun kerusakan pada retina mata. Namun, umumnya kondisi ini dipicu oleh beberapa masalah medis seperti berikut ini:

  • Gangguan inflamasi yang menyebabkan penumpukkan cairan di belakang retina.
  • Kanker yang terdapat di belakang retina.
  • Penyakit Coats, yang menyebabkan perkembangan abnormal pada pembuluh sehingga membocorkan protein di mana kemudian menumpuk di belakang retina.

Adakah gejala awal untuk retina lepas?

Tidak ada rasa sakit yang terkait dengan pelepasan retina, namun biasanya terdapat gejala awal. Seseorang dengan retina terlepas mungkin akan mengalami sejumlah gejala awal atau primer, meliputi:

  • Fotopsia, atau kilatan cahaya singkat yang tiba-tiba di luar bagian tengah penglihatan. Kilaan ini lebih mungkin terjadi saat mata bergerak.
  • Peningkatan yang signifikan dalam jumlah floaters, yakni serpihan puing di mata yang akan membuat penderitanya melihat benda-benda mengambang.
  • Bayangan akan mulai muncul di penglihatan tepi dan secara bertahap menyebar menuju pusat bidang penglihatan.
  • Garis lurus mulai terlihat seperti melengkung.

Bagaimana penanganan retina lepas?

Dalam kebanyakan kasus, pembedahan diperlukan untuk memperbaiki retina yang terlepas. Untuk detasemen minor atau robekan retina, prosedur sederhana dapat dilakukan bersama dokter. Beberapa penanganan terhadap retina lepas, antara lain sebagai berikut:

Fotokoagulasi

Jika kamu memiliki lubang atau robekan, namun retina masih menempel maka biasanya dokter mungkin melakukan prosedur yang disebut fotokoagulasi dengan laser. Laser akan membakar di sekitar situs air mata dan bekas luka yang dihasilkan menempelkan retina ke belakang mata.

Kriopeksi

Pilihan lain untuk mengatasi retina lepas adalah kriopeksi, yakni membekukan dengan suhu dingin.

Untuk perawatan ini, dokter akan menerapkan probe pembekuan di luar mata di daerah atas situs robekan retina dan bekas luka yang dihasilkan akan membantu menahan retina di tempatnya.

Retinopeksi

Retinopeksi merupakan prosedur dengan memasukkan gelembung gas ke dalam mata untuk membantu retina kembali ke tempatnya di dinding mata. Setelah retina kembali ke tempatnya, dokter akan menggunakan laser atau probe pembekuan untuk menutup lubang.

Bisakah retina lepas sembuh total?

National Eye Institute memperkirakan bahwa sekitar 90 persen perawatan untuk ablasi retina berhasil, meskipun beberapa orang memerlukan perawatan lebih lanjut. Terkadang, retina tidak dapat dipasang kembali dan mengakibatkan penglihatan semakin memburuk.

Penglihatan pasien akan kembali beberapa minggu setelah perawatan dilakukan. Jika makula terlibat dalam detasemen, penglihatan mungkin tidak pernah sejelas sebelumnya. Makula sendiri merupakan bagian mata yang memungkinkan untuk melihat apa yang ada di depan.

Baca juga: Pilihan Obat Saraf Kejepit, dari Apotek atau Secara Alami

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 22 Maret 2021. Retinal detachment
  2. Medical News Today (2018), diakses 22 Maret 2021. What you need to know about a detached retina
  3. Healthline (2017), diakses 22 Maret 2021. Retinal Detachment
  4. MedicineNet, diakses 22 Maret 2021. Causes of Retinal Detachment
    register-docotr