Info Sehat

Pilihan Obat Saraf Kejepit, dari Apotek atau Secara Alami

March 8, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Obat saraf kejepit biasanya tersedia dan dijual secara bebas di apotek tanpa memerlukan resep dari dokter. Tak hanya itu, penanganan untuk masalah saraf kejepit juga bisa dilakukan dengan cara alami.

Perlu diketahui, saraf kejepit terjadi ketika tekanan atau kekuatan diletakkan pada area saraf sehingga mengirimkan sinyal peringatan ke otak. Nah, untuk mengetahui obat saraf kejepit baik dari apotek atau secara alami, yuk simak penjelasan lebih lengkap berikut!

Baca juga: Overdosis Antibiotik: Gejala dan Bahaya yang Berisiko Terjadi

Bagaimana gejala saraf kejepit?

Dilansir Healthline, saraf kejepit mengacu pada jenis kerusakan tertentu pada saraf atau sekelompok saraf. Kondisi ini disebabkan ketika diskus, tulang, atau otot meningkatkan tekanan pada saraf.

Masalah saraf kejepit bisa menyebabkan perasaan mati rasa, nyeri, kelemahan, perasaan geli, serta sensasi terbakar. Saraf kejepit dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome, gejala linu panggul, dan kondisi lainnya sehingga membutuhkan perawatan profesional.

Apa saja obat saraf kejepit?

Terdapat dua pilihan pengobatan untuk mengatasi masalah saraf kejepit, yakni menggunakan obat dari apotek dan cara alami di rumah.

Obat saraf kejepit di apotek

Berbagai obat dapat ditambahkan ke pereda nyeri konvensional untuk mengurangi gejala akibat saraf kejepit. Menambahkan salah satu obat nyeri saraf ini tidak akan menghilangkan rasa sakit sepenuhnya, namun dapat membantu. Beberapa obat saraf kejepit di apotek, yakni:

Antikonvulsan

Obat-obatan ini dikembangkan untuk mengontrol kejang, tetapi juga bisa membantu menumpulkan sinyal nyeri di saraf. Beberapa obat-obatan ini digunakan secara luas untuk nyeri yang sudah kronis.

Diperlukan waktu sekitar tiga sampai empat pekan untuk efek penuh dapat muncul. Dokter biasanya akan memulai dengan dosis rendah dan secara bertahap ditingkatkan untuk mengurangi efek samping penggunaan obat.

Antiinflamasi nonsteroid atau NSAID

Obat antiinflamasi nonsteroid juga bisa diberikan pada seseorang yang mengalami saraf kejepit untuk membantu meredakan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan.

Beberapa obat-obatan antiinflamasi yang dapat digunakan, seperti ibuprofen atau Advil dan Motrin IB serta naproxen sodium atau Aleve NSAID ini dapat dibeli bebas di apotek maupun secara online.

Seperti obat lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui rekomendasi dosis penggunaan dan potensi interaksi sebelum menggunakan NSAID.

Antidepresan

Jenis antidepresan tertentu juga dapat membantu mengendalikan nyeri saraf. Beberapa obat antidepresan mungkin memiliki efek sinergis pada orang yang mengalami depresi, di mana kondisi ini diketahui dapat meningkatkan kepekaan terhadap rasa sakit. 

Obat antidepresan yang bisa digunakan yakni antidepresan trisiklik seperti amitriptyline, doxepin, dan nortriptyline, Inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin atau SNRI, seperti duloxetine dan venlafaxine, serta Inhibitor reuptake serotonin selektif atau SSRI seperti fluoxetine.

Obat saraf kejepit alami

Selain menggunakan obat dari apotek, saraf kejepit juga bisa diatasi dengan penanganan rumah. Beberapa obat saraf kejepit alami, seperti berikut ini:

Tempelkan bantalan panas

Untuk mengendurkan otot yang mungkin kencang di sekitar saraf kejepit, kamu bisa mengaplikasikan bantalan panas. Panas dari bantalan ini dapat meningkatkan aliran darah yang akan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Bantalan panas dapat dibuat dengan mudah di rumah. Bungkus bantalan panas dengan kain untuk menghindari kontak langsung dengan kulit. Aplikasikan bantalan panas pada area saraf yang terjepit selama 10 sampai 15 menit setiap kali.

Gunakan es

Es diketahui dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan sehingga cocok dijadikan sebagai pengobatan saraf kejepit. Cara penggunaannya adalah dengan membungkus handuk di sekitar kantong es dan pegang langsung ke saraf yang terjepit selama 10 hingga 15 menit.

Peregangan dan yoga

Peregangan lembut dan yoga dapat membantu meredakan ketegangan dan tekanan di area saraf yang terjepit. Namun, penting untuk tidak melakukan peregangan terlalu dalam karena dapat memperburuk gejala.

Jika seseorang mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berolahraga, segera berhenti dan hindari kegiatan tersebut. Kerusakan saraf yang lebih jauh perlu segera diperiksakan bersama dokter untuk menghindari masalah kesehatan serius.

Angkat kaki

Orang dengan saraf terjepit di punggung mungkin akan merasa lega dengan mengangkat kaki. Mengangkat kaki diketahui dapat membantu menghilangkan tekanan yang berasal dari tulang belakang. 

Untuk menerapkan cara ini, kamu perlu meletakkan beberapa bantal di bawah lutut sehingga kaki berada pada sudut 45 derajat dari tubuh. Lalu selama beberapa menit untuk meredakan nyeri pada saraf.

Baca juga: Manfaat Daun Sage, Menjaga Kesehatan Mulut hingga Cegah Peradangan

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Harvard Health Publishing, diakses 2 Maret 2021. Drugs that relieve nerve pain
  2. Medical News Today (2021), diakses 2 Maret 2021. How to treat a pinched nerve
  3. Healthline (2019), diakses 2 Maret 2021. 9 Remedies for a Pinched Nerve
  4. Mayo Clinic (2019), diakses 2 Maret 2021. Pinched nerve
    register-docotr