Info Sehat

Perhatikan, Ini Bahaya Mengunyah Makanan Hanya di Satu Sisi Mulut

June 15, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ada beberapa alasan yang bisa menyebabkan seseorang menguyah makanan di salah satu sisi mulut saja, salah satunya adalah masalah pada gigi. Namun ternyata, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada gigi, lho. Lalu, apa saja bahaya kebiasaan mengunyah makanan di satu sisi mulut?

Proses pencernaan dimulai dari mulut. Ketika kamu mengunyah makanan, makanan akan dipecah menjadi potongan-potongan kecil sehingga akan memudahkannya untuk dicerna.

Bukan hanya dapat memperlancar proses pencernaan saja, mengunyah makanan dengan benar juga dapat membantu dalam penyerapan nutrisi dengan baik. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memerhatikan cara menguyah makanan dengan benar.

Baca juga: Karies Gigi Bikin Tidak Nyaman, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Apa bahaya kebiasaan mengunyah makanan di satu sisi?

Ketika menguyah makanan penting bagi kamu untuk mengunyah makanan secara seimbang, yakni di kedua sisi mulut. Sebab, kebiasaan mengunyah makanan hanya dari satu sisi bisa menimbulkan risiko tertentu, di antaranya adalah:

1. Sendi yang tidak digunakan akan melemah

Perlu kamu ketahui bahwa ketika kamu menguyah hanya menggunakan satu sisi mulut saja, ini dapat menyebabkan sisi tersebut memiliki lebih banyak beban.

Ketidakseimbangan tersebut dapat berpotensi menyebabkan beberapa kondisi seperti, gigi di sisi yang terlalu sering digunakan untuk mengunyah menjadi rentan longgar, resesi gingiva, atau bahkan asimetri pada wajah.

Sementara itu, pada sisi yang tidak pernah digunakan dapat menyebabkan sendi di sisi mulut yang tak pernah digunakan untuk mengunyah menjadi melemah.

2. Kerusakan pada gigi

Berdasarkan publikasi yang diterbitkan oleh Acta Scientific Dental Sciences, sisi yang tidak digunakan untuk menguyah juga akan terpengaruh oleh plak, karang gigi, serta kerusakan.

Sebab, tidak ada proses menguyah makanan pada sisi tersebut, sehingga tidak ada tindakan pembersihan oleh air liur yang mana dapat menyebabkan akumulasi bakteri.

Rosdiana Nurul Annisa, seorang dokter spesialis konservasi gigi dari Rumah Sakit Pelni Jakarta juga mengatakan bahwa:

 “Salah satu fungsi dari saliva atau air liur itu self-cleansing untuk membersihkan mulut, jadi biasanya sisi yang tidak pernah dipakai mengunyah justru lebih banyak karang giginya”. Seperti dikutip dari laman CNN Indonesia.

Apa fungsi air liur?

Air liur atau saliva adalah cairan bening yang dibuat oleh beberapa kelenjar di area mulut. Pada dasarnya, air liur memang memiliki banyak fungsi, beberapa di antaranya adalah membantu mengunyah dan menelan makanan, melawan kuman di mulut, serta mencegah bau mulut.

Di samping itu, air liur juga memiliki protein dan mineral yang dapat membantu melindungi enamel alias lapisan luar gigi dan mencegah kerusakan gigi. Tak hanya itu, kandungan tersebut juga dapat membantu mencegah penyakit yang memengaruhi gusi.

Nah, air liur ini juga diproduksi ketika kamu mengunyah makanan. Semakin keras kamu mengunyah, maka semakin banyak pula air liur yang dihasilkan. Kelenjar yang memproduksi air liur ini dikenal sebagai kelenjar ludah.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Periksa ke Dokter Saat Gigi Anak Berlubang?

Bagaimana cara mengunyah makanan dengan benar?

Terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait dengan cara mengunyah makanan yang baik dan benar, di antaranya adalah:

1. Hindari mengunyah dari satu sisi saja

Sebaiknya hindarilah mengunyah makanan hanya dari satu sisi saja. Sebab, ini bisa menimbulkan risiko tertentu. Seperti yang sudah disebutkan bahwa terdapat beberapa alasan yang menyebabkan seseorang mengunyah makanan dari satu sisi saja.

Jika masalah pada gigi membuatmu mengunyah di salah satu sisi mulut saja, akan lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada gigi.

2. Mengunyah makanan secara perlahan

Selain itu, disarankan juga untuk mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh. Perlu kamu ketahui bahwa semakin cepat kamu makan, maka semakin banyak juga makanan yang kamu konsumsi.

Di sisi lain, menguyah makanan dengan kecepatan yang lebih lambat juga dapat mengurangi asupan makanan secara keseluruhan.

Dikutip dari laman Healthline, mengunyah makanan bukan hanya merupakan bagian penting dari proses pencernaan saja. Namun, juga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Seseorang yang tidak mengunyah makanan dengan cukup baik sebelum menelan dapat berisiko mengalami masalah pada pencernaan. Tak hanya itu, ini juga berisiko menyebabkan tersedak.

Salah satu saran umum untuk mengunyah makanan yakni sebanyak 32 kali sebelum menelan. Namun, makanan yang lebih sulit untuk dikunyah memerlukan jumlah yang lebih tinggi, misalnya saja sebanyak 40 kali setiap suap.

Sementara itu, makanan yang bertekstur lebih lunak dan mudah dikunyah, misalnya saja seperti semangka mungkin membutuhkan jumlah yang lebih sedikit.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai bahaya kebiasaan menguyah makanan di satu sisi saja. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Acta Scientific Dental Sciences (2019). Diakses pada 14 Juni 2021. Is Your Food Chewing Balanced on Both the Sides of Your Mouth???

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 14 Juni 2021. Bahaya Kebiasaan Buruk Makan di Satu Sisi Mulut

Healthline (2020). Diakses pada 14 Juni 2021. Chewing Your Food: Is 32 Really the Magic Number? 

Webmd (2019). Diakses pada 14 Juni 2021. Saliva and Your Mouth

 

    register-docotr