Kesehatan Anak

Kapan Waktu yang Tepat Periksa ke Dokter Saat Gigi Anak Berlubang?

April 13, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Gigi berlubang adalah salah satu masalah gigi paling umum pada anak-anak. Namun jangan meremehkan ketika anak mengalami gigi berlubang.

Agar tak semakin buruk, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk memeriksakan gigi berlubang anak ke dokter? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms.

Penyebab gigi berlubang pada anak

Gigi berlubang terjadi ketika penumpukan plak gigi memakan email gigi dan menyebabkan lubang. Plak adalah zat lengket yang menutupi gigi, dan terbentuk saat bakteri di mulut bergabung dengan makanan, asam, dan air liur.

Masalah ini sering kali berkembang saat anak-anak tidak menyikat gigi dengan benar.

Anak-anak harus menyikat gigi minimal 2 menit sebanyak dua kali sehari. Namun, beberapa anak hanya menyikat sekali sehari. Atau lebih buruk lagi, mereka tidak menyikat gigi seharian. 

Anak-anak tidak dapat menyikat dengan baik sendiri sampai mereka berusia sekitar 6 tahun. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk membantu menyikat gigi anak atau mengawasi mereka saat sikat gigi.

Selain itu, beberapa anak belum bisa menggunakan benang gigi dengan benar. Gigi berlubang juga dapat berkembang jika plak dan partikel makanan tidak dikeluarkan dari sela-sela gigi.

Flossing bisa sangat sulit bagi anak-anak, jadi sekali lagi peran orang tua sangat diperlukan.

Gigi anak berlubang, kapan harus ke dokter?

Sebenarnya, tidak harus menunggu gigi anak berlubang untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Demi mendapatkan pertumbuhan dan bentuk gigi yang rapi, sangat disarankan untuk melakukan perawatan ke dokter sedini mungkin. 

Apalagi ketika Moms telah melihat adanya perubahan warna putih atau cokelat pada gigi anak serta lubang kecil, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Pemeriksaan ini sangat diperlukan karena lapisan tipis email atau enamel pada gigi anak membuat mereka lebih rentan terhadap gigi berlubang. Ketika gigi anak berlubang, proses penyebaran atau membesarnya lubang bisa berlangsung lebih cepat, ketimbang pada gigi orang dewasa.  

Tujuannya anak harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebaran gigi berlubang tidak meluas ke area yang lain.

Dokter gigi juga akan memberi informasi tentang perawatan gigi anak yang tepat. Misalnya dengan menjaga kebersihan mulut anak.

Ingatlah juga bahwa kebersihan gigi yang baik mencakup pemeriksaan gigi secara teratur. Sama seperti orang dewasa yang mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan, Moms juga harus membuat janji dengan dokter gigi untuk si Kecil, ya. 

Baca juga: Catat Moms! Ini Penanganan Gigi Anak yang Tumbuh Menumpuk Agar Rapi

Bagaimana prosedur perawatan gigi berlubang pada anak-anak?

Melansir penjelasan laman Healthline, tambalan gigi umum dilakukan pada balita dan anak-anak yang memiliki satu atau lebih gigi berlubang. Tambalan bisa dilakukan pada gigi permanen, begitu pula pada gigi susu.

Selama prosedur, dokter gigi menghilangkan kerusakan gigi dan kemudian mengisi lubang dengan komposit putih atau bahan logam.

Dalam kasus kerusakan gigi yang parah, dokter mungkin merekomendasikan mahkota gigi, yang biasanya berwarna perak.

Terkadang jika gigi rusak parah atau mengalami infeksi, gigi susu mungkin perlu dicabut. Jika dokter mencabut gigi, mereka akan menjaga celah tersebut tetap terbuka dengan penjaga ruang, yang dapat membantu gigi permanen tumbuh dengan baik.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses pada 12 April 2021. What to Do If Your Child Has a Cavity — and How to Prevent More
  2. Mypediatricdentalspecialists.com (2020) diakses pada 12 April 2021. What To Do If Your Child Has a Cavity
  3. Kidshealth.org (2014) diakses pada 12 April 2021. Going to the Dentist 
    register-docotr