Info Sehat

Karies Gigi Bikin Tidak Nyaman, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

January 2, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ketika rasa sakit melanda gigi tentu saja ini bisa membuatmu tidak nyaman. Salah satu kondisi yang bisa menimbulkan keluhan tersebut adalah karies gigi.

Lantas, apa penyebab karies gigi? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak di sini!

Baca juga: Sama-Sama Bikin Ngilu, Apa Bedanya Gigi Berlubang dan Sensitif?

Mengenal karies gigi

Gigi berlubang adalah suatu kondisi di mana terjadi kerusakan pada enamel (permukaan keras pada gigi). Dalam istilah medis, gigi berlubang disebut sebagai karies. Gigi berlubang adalah salah satu masalah paling umum di dunia.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Meskipun demikian, berdasarkan catatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak berusia 6-11 tahun dan remaja usia 12-19 tahun.

Ketika karies gigi menyerang, gejala yang dialami oleh masing-masing orang berbeda. Sebab, gejala bergantung pada luas serta lokasi terjadinya kerusakan. Pada tahap awal pembentukan lubang, kamu mungkin saja tidak merasakan gejala sama sekali.

Namun, jika pembusukan semakin membesar, ini dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Sakit gigi
  • Gigi sensitif, kamu mungkin saja merasakan nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, ataupun manis
  • Lubang yang terlihat di gigi
  • Terdapat bintik berwarna abu-abu, cokelat, atau hitam pada permukaan gigi
  • Bau mulut
  • Rasa tidak nyaman di dalam mulut

Apa penyebab karies gigi?

Kerusakan yang terjadi pada enamel gigi dapat disebabkan oleh bakteri pada gigi yang memecah makanan dan menghasilkan asam. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi. Penyebab karies gigi sendiri disebabkan oleh kerusakan gigi.

Melansir Mayo Clinic, ada tiga tahap penyebab karies gigi yang perlu kamu tahu, di antaranya adalah:

Pembentukan plak

Tahap pertama sekaligus penyebab utama karies gigi adalah plak gigi. Plak gigi merupakan lapisan bening yang melapisi gigi. Pembentukan plak dapat terjadi ketika kamu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Perlu kamu tahu bahwa setelah kamu mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula, bakteri di dalam mulut akan mengubah gula menjadi asam. Nah, ketika kamu tidak membersihkan gigi dengan benar, plak akan terbentuk.

Plak yang menempel di gigi dapat mengeras di bawah atau di atas garis gusi menjadi karang gigi (kalkulus). Karang gigi membuat plak menjadi sulit untuk dihilangkan.

Serangan plak

Asam yang terkandung dalam plak dapat menghilangkan mineral pada lapisan luar gigi yang keras atau enamel. Pengikisan ini dapat menyebabkan lubang kecil pada enamel, ini disebut sebagai tahap awal gigi berlubang.

Setelah pengikisan pada enamel terjadi, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan gigi berikutnya, yakni dentin. Lapisan ini tidak sekeras enamel serta memiliki ketahanan yang kurang terhadap asam.

Dentin sendiri memiliki saluran kecil yang secara langsung berkomunikasi dengan saraf gigi yang menyebabkan sensitivitas.

Kerusakan pada gigi yang berkembang

Ketika kerusakan gigi semakin berkembang, bakteri dan asam kemudian melanjutkan perjalanan melalui gigi, yakni menuju gigi bagian dalam (pulpa), yang juga tempat bagi saraf dan pembuluh darah. Ketika ini terjadi, pulpa dapat menjadi bengkak dan teriritasi akibat bakteri.

Tidak adanya tempat yang cukup untuk pembengkakan yang berkembang di dalam gigi, maka saraf menjadi tertekan dan dapat menyebabkan nyeri. Rasa tidak nyaman yang dialami, juga bisa meluas hingga ke luar akar gigi.

Penyebab karies gigi harus diperhatikan, bagaimana cara mengatasinya?

Karies gigi harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, jika tidak segera diobati, kerusakan gigi dapat meluas dan memengaruhi lapisan gigi yang lebih dalam.

Nah, berikut ini adalah beberapa pilihan perawatan sebagai cara mengatasi karies gigi.

1. Perawatan dengan fluoride

Jika karies gigi masih dalam tahap awal, perawatan fluoride dapat membantu memulihkan enamel, sehingga dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Tambal gigi

Cara mengatasi karies gigi ini adalah dengan cara menambal gigi, pengobatan utama yang menjadi pilihan jika kerusakan telah berkembang melampaui tahap awal. Bahan tambalan gigi sangat bervariasi, mulai dari resin komposit, porselen, hingga amalgam.

Baca juga: Jangan Takut, Begini Prosedur Tambal Gigi Berlubang

3. Mahkota gigi

Pemasangan mahkota gigi biasanya digunakan pada kerusakan gigi yang berlangsung parah. Sebelum melakukan prosedur ini, dokter gigi akan menghilangkan area gigi yang membusuk.

4. Perawatan saluran akar

Saat kerusakan telah mencapai bagian dalam gigi, perawatan saluran akar mungkin saja akan disarankan. Perawatan ini bertujuan untuk memperbaiki serta menyelamatkan gigi yang rusak parah atau telah terinfeksi dibandingkan dengan mencabutnya.

5. Pencabutan gigi

Pada kasus kerusakan gigi yang berlangsung sangat parah dan tidak dapat dipulihkan dengan perawatan lain, pencabutan gigi adalah pilihan terakhir.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab karies gigi dan cara mengatasinya. Agar kamu terhindar dari karies gigi, selalu perhatikanlah kebersihan gigi dengan baik, ya.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar karies gigi, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan lupa untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2016). Diakses pada 18 Desember 2020. Hygiene-related Diseases 

Healthline (2017). Diakses pada 18 Desember 2020. Tooth Cavities 

Mayo Clinic (2017). Diakses pada 18 Desember 2020. Cavities/tooth decay 

NHS (2019). Diakses pada 18 Desember 2020. Tooth decay 

    register-docotr