Info Sehat

Paru-Paru Popcorn: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

January 24, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selain jantung, paru-paru adalah organ yang memainkan peran penting di dalam tubuh manusia. Fungsi dan tugas dalam urusan pernapasan bisa berjalan tidak optimal jika ada gangguan pada organ tersebut, salah satunya adalah kondisi paru-paru popcorn.

Lantas, apa sebenarnya paru-paru popcorn itu? Bagaimana gejalanya? Apakah berbahaya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu paru-paru popcorn?

Hasil rontgen dari pengidap paru-paru popcorn. Sumber foto: CBS New York.

Paru-paru popcorn adalah kondisi langka yang terjadi saat ada peradangan dan munculnya jaringan parut pada saluran udara terkecil bronkiolus. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut dengan bronkiolitis obliterans.

Kondisi ini perlu penanganan yang tepat, karena bisa membahayakan keselamatan. Sebab, bronkiolus merupakan salah satu bagian terpenting paru-paru yang berfungsi sebagai tempat untuk mengalirkan oksigen pada aliran darah.

Selanjutnya, oksigen itu akan dikirim ke berbagai bagian tubuh agar masing-masing organ bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Jika bronkiolus mengalami peradangan, maka proses penyerapan oksigen ke dalam darah bisa tidak optimal.

Baca juga: Mengenal Tentang Infeksi Paru-paru: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyebab paru-paru popcorn

Disebut paru-paru ‘popcorn’, karena penyakit itu dipicu oleh salah satu bahan kimia yang biasa dipakai untuk membuat makanan olahan jagung, yaitu diasetil. Zat itu juga umum ditemukan pada vape atau rokok elektrik.

Secara umum, Food and Drug Administration (FDA) sendiri menganggap diasetil cukup aman untuk dikonsumsi, tapi berbahaya jika dihirup. Produsen makanan sudah banyak yang meninggalkan penggunaan bahan tersebut, tapi tidak pada sebagian produk rokok elektrik.

Bronkiolitis obliterans dipicu oleh paparan bahan kimia yang dihirup, seperti asap beracun dari alat pengolahan popcorn dan rokok elektrik. Para peneliti menemukan fakta bahwa lebih dari 75 persen rokok elektrik memiliki kandungan diasetil.

Namun, paru-paru popcorn juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti:

  • Penyakit pernapasan, seperti pneumonia atau bronkitis
  • Infeksi virus pada saluran pernapasan
  • Penyakit pada pembuluh darah
  • Reaksi obat
  • Transplantasi paru-paru.

Gejala paru-paru popcorn

Dikutip dari Healthline, gejala dari bronkiolitis obliterans biasanya muncul dalam rentang dua hingga delapan minggu setelah paparan diasetil. Pada kasus lain seperti komplikasi dari transplantasi paru-paru, tanda-tandanya mungkin muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun lebih lama.

Gejala utama dari bronkiolitis obliterans mirip dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yaitu sulit bernapas dan batuk kering terus-menerus. Pengidap paru-paru popcorn mungkin juga akan merasakan:

  • Demam
  • Lelah tanpa sebab
  • Penurunan berat badan
  • Mengi
  • Iritasi kulit, mata, hidung, dan mulut oleh paparan diasetil
  • Sesak dan nyeri dada
  • Pusing.

Pemeriksaan dan penanganan

Paru-paru popcorn sering dianggap sebagai asma, bronkitis, atau emfisema, karena gejala yang relatif mirip. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ketika sudah merasakan gejala yang telah disebutkan agar kondisinya tak bertambah parah.

Pemeriksaan yang tepat untuk melihat kemungkinan adanya gangguan pada paru-paru adalah dengan rontgen dada atau CT scan. Namun, biopsi paru-paru mungkin lebih efektif untuk mengetahui kondisinya, yaitu dengan mengambil sedikit sampel dari bagian organ tersebut.

Sayangnya, saat ini tidak ada pengobatan yang efektif untuk paru-paru popcorn. Perawatan biasanya dilakukan dengan meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk pasien paru-paru popcorn adalah:

  • Kortikosteroid untuk meredakan peradangan di paru-paru
  • Imunosupresan untuk menurunkan respons kekebalan, mencegah kerusakan lebih parah pada bronkiolus
  • Obat pereda batuk
  • Bronkodilator untuk membantu membuka saluran udara
  • Suplementasi oksigen, jika diperlukan.

Jika gejalanya tak diobati, paru-paru popcorn bisa berakibat fatal. Pada kasus yang sangat parah, prosedur transplantasi mungkin dibutuhkan. Meski, hal itu masih bisa menimbulkan kondisi lain akibat komplikasinya.

Langkah pencegahan

Paru-paru popcorn adalah gangguan kesehatan yang jarang terjadi tapi cukup serius. Banyak orang menganggapnya sebagai asma karena tanda-tanda yang mirip. Belum lagi, gejala yang baru muncul dalam rentang waktu mingguan dapat membuatmu tak sadar jika telah mengidapnya.

Pencegahan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Satu-satunya cara adalah dengan membatasi atau bahkan menghindari total paparan bahan kimia seperti diasetil, seperti:

  • Berhenti merokok vape
  • Jika bekerja di tempat pengolahan berondong jagung atau popcorn, pastikan menerapkan kontrol yang tepat, salah satunya memakai alat pelindung diri.

Nah, itulah ulasan tentang paru-paru popcorn dan faktor pemicunya yang perlu kamu tahu. Agar tak salah diagnosis, segera periksa ke dokter begitu merasakan gejala seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 22 Januari 2021, Popcorn Lung: How to Prevent and Treat This Respiratory Disease.
  2. Medical News Today, diakses 22 Januari 2021, What’s to know about popcorn lung?
  3. WebMD, diakses 22 Januari 2021, What Is Popcorn Lung?
  4. Food and Drug Administration (FDA), diakses 22 Januari 2021, CFR – Code of Federal Regulations Title 21.
  5. Environmental Health Perspectives, diakses 22 Januari 2021, Flavoring Chemicals in E-Cigarettes: Diacetyl, 2,3-Pentanedione, and Acetoin in a Sample of 51 Products, Including Fruit-, Candy-, and Cocktail-Flavored E-Cigarettes.

    register-docotr