Info Sehat

6 Penyebab Emfisema yang Jarang Disadari: Kebiasaan Merokok hingga Paparan Polusi

December 13, 2020 | Muhammad Hanif S.
no-image

Ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyerang paru-paru, salah satunya adalah emfisema. Penyakit ini tak boleh dianggap remeh, karena bisa membahayakan nyawa. Rokok adalah penyebab emfisema yang paling umum, meski ada sejumlah faktor lain yang dapat memicu kondisi tersebut.

Lantas, apa sebenarnya emfisema itu? Apa saja hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu emfisema?

penyebab emfisema
Kondisi paru-paru saat emfisema. Sumber foto: Encyclopaedia Britannica.

Mengutip dari Medical News Today, emfisema adalah salah jenis dari penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Saat kondisi ini terjadi, jaringan yang ada di paru-paru dan sekitarnya kehilangan elastisitas dan kantung udara atau alveoli mengalami peradangan yang bersifat permanen.

Dinding bagian dalam kantung udara melemah dan pecah, lalu menciptakan ruang yang lebih besar. Akibatnya, area paru-paru menjadi lebih sempit dan mengganggu sirkulasi oksigen menuju aliran darah.

Gejala utama yang bisa dirasakan adalah batuk dan kesulitan bernapas. Normalnya, saat bernapas, kantung udara berfungsi sebagai medium penyalur oksigen ke darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Namun, saat terjadi emfisema, proses tersebut akan terganggu.

Kebanyakan orang yang mengalami emfisema biasanya juga mengidap bronkitis kronis, yaitu peradangan pada saluran atau rongga yang berfungsi membawa udara atau oksigen ke paru-paru.

Baca juga: Mengenal Tentang Infeksi Paru-paru: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Berbagai penyebab emfisema

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang terkena emfisema, mulai dari kebiasaan buruk seperti merokok hingga seringnya mendapat paparan bahan atau zat kimia berbahaya yang tidak disadari. Berikut beberapa penyebab emfisema paling umum:

1. Kebiasaan merokok

Penyebab emfisema yang paling utama adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan data dari American Lung Association, sekitar 85 hingga 90 persen dari semua kasus PPOK berawal dari rokok.

Rokok yang terbakar menghasilkan lebih dari tujuh ribu bahan kimia, yang sebagian besarnya adalah zat berbahaya. Sifat racun yang dimiliki dapat melemahkan pertahanan paru-paru terhadap infeksi, mempersempit saluran udara, memicu pembengkakan, hingga merusak kantung udara.

2. Perokok pasif

Perokok pasif ternyata bisa menderita emfisema, lho. Bahkan, menurut sebuah penelitian, secondhand smoker memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena emfisema jika dibandingkan dengan perokok aktif.

Meski kamu tidak sedang merokok, asap dari produk tembakau tersebut tetap dapat masuk ke dalam tubuh. Asap rokok membawa bahan kimia yang tentunya bisa memberi dampak buruk pada kesehatan, terutama paru-paru.

3. Kekurangan AAT

Alfa-1 antitripsin (AAT) adalah protein alami yang bersirkulasi di dalam darah. Fungsi utamanya adalah menjaga sel darah putih agar tidak merusak jaringan sehat. Tubuh manusia membutuhkan sel-sel tersebut untuk melawan infeksi.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, konsentrasi plasma normal dari AAT adalah 80 hingga 220 mg/dL. Jika jumlahnya di bawah itu, maka disebut dengan defisiensi AAT.

Kekurangan AAT bisa membuat sel darah putih merusak paru-paru. Bahkan, menurut WebMD, dampaknya bisa lebih fatal jika dibandingkan dengan efek rokok. Tak hanya emfisema, orang yang mengalami kondisi tersebut juga berisiko mengidap gangguan organ hati.

4. Paparan polusi udara

Penyebab emfisema yang jarang disadari oleh banyak orang adalah polusi udara. Ya, udara kotor yang kamu hirup di jalan raya bisa menyebabkan berbagai gangguan pada paru-paru.

Polusi udara mengandung banyak senyawa berbahaya bagi tubuh, seperti karbon monoksida, timbal, nitrogen dioksida, dan masih banyak lagi. Dampak emfisema dari polusi udara tak langsung muncul, melainkan perlu waktu hingga bertahun-tahun.

5. Penyakit bawaan

Penyebab emfisema berikutnya adalah penyakit bawaan yang berhubungan dengan pernapasan, seperti asma dan alergi. Kedua penyakit tersebut bisa memicu terjadinya peradangan pada jaringan paru-paru, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Baca juga: Ingat, Gejala Asma pada Orang Dewasa Bukan Sekadar Sesak Napas Biasa

6. Faktor usia

Penyebab emfisema yang terakhir adalah faktor usia. Mengutip dari Mayo Clinic, meski kerusakan paru-paru umumnya berkembang secara bertahap, kebanyakan gejalanya baru akan terasa saat menginjak usia 40 hingga 60 tahun.

Sebab, semakin bertambahnya umur, fungsi dan daya tahan sejumlah organ akan menurun.

Nah, itulah ulasan tentang penyebab emfisema yang perlu kamu tahu. Yuk, terapkan pola hidup sehat dan hentikan kebiasaan buruk seperti merokok untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tersebut!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 30 November 2020, Emphysema.
  2. WebMD, diakses 30 November 2020, What Is Emphysema.
  3. Medical News Today, diakses 30 November 2020, What is emphysema?
  4. American Lung Association, diakses 30 November 2020, What causes COPD?
  5. Medicine Net, diakses 30 November 2020, What are the risk factors for emphysema?
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 30 November 2020, Alpha 1 Antitrypsin Deficiency.
  7. BMJ Journals, diakses 30 November 2020, Understanding the impact of second-hand smoke exposure on clinical outcomes in participants with COPD in the SPIROMICS cohort.

    Berita Terkait
    register-docotr