Info Sehat

Jangan Malas, Ini 3 Risiko Masalah Kulit Akibat Jarang Ganti Seprai

July 27, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menjaga kebersihan tempat tidur menjadi hal yang penting untuk dilakukan, salah satu caranya adalah dengan rutin untuk mengganti seprai. Jika kamu malas atau jarang mengganti seprai, ini dapat menimbulkan masalah kulit tertentu, lho.

Lantas, apa saja masalah kulit yang bisa ditimbulkan akibat malas atau jarang mengganti seprai? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Mengenal Buteyko Breathing: Manfaat dan Cara Melakukannya

Masalah kulit yang timbul akibat jarang ganti seprai

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa mencuci seprai secara teratur menjadi hal yang penting dilakukan. Nah, berikut ini adalah beberapa masalah kulit yang bisa timbul akibat malas atau jarang mengganti seprai:

1. Alergi

Tungau debu merupakan musuh bagi penderita alergi. Menurut kepala dari Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), Melanie Carver, makhluk kecil tersebut menjadi pemicu asma dan alergi sepanjang tahun. Sebab tungau debu dapat berkembang biak di tempat tidur.

Pada dasarnya, sulit untuk melihatnya dengan mata telanjang. Namun percayalah, bahwa tempat tidur yang kotor dapat memiliki debu dan tungau. Kotoran yang ditinggalkan oleh tungau debu adalah alergen umum bagi banyak orang.

Di samping itu, tungau debu bukanlah merupakan satu-satunya hal yang dapat menumpuk di seprai yang tidak dicuci. Dalam iklim yang lembap, tempat tidur juga dapat menumbuhkan jamur.

Selain itu, menurut Carver serbuk sari juga bisa masuk ke kamar tidur melalui jendela yang terbuka atau yang tedapat pada pakaian ataupun rambut.

Bahkan, sebuah studi pada tahun 2018 yang diterbitkan di ​Current Allergy and Asthma Reports​ menemukan bahwa kamar tidur merupakan titik untuk paparan alergen, karena kita menghabiskan berjam-jam untuk menghirup dan mengembuskan udara saat kita tidur.

Adapun beberapa tanda-tanda dari alergi tungau debu di antaranya adalah:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mata gatal, merah, atau berair
  • Batuk

2. Jerawat

Seprai yang jarang diganti juga dapat memicu jerawat atau folikulitis, terutama jika kamu berkeringat di malam hari. Kebiasaan berolahraga di malam hari dan tidak membersihkan diri sebelum tidur juga bisa jadi pemicunya.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, folikulitis adalah kondisi kulit di mana folikel rambut menjadi meradang.

Baca juga: Benarkah Terapi Air Kencing Bermanfaat bagi Tubuh? Ini Penjelasannya

3. Ruam kulit

Selanjutnya, seprai yang jarang diganti juga dapat memicu ruam dan gatal-gatal. Penting untuk diketahui bahwa jamur bisa tumbuh di lingkungan yang lembap.

Dilansir laman Livestrong, dokter kulitRobin Evans, MD mengatakan bahwa bergantung pada tingkat jamur dan seberapa sensitif kulit, kondisi ini bisa menyebabkan eksim kambuh atau reaksi alergi kulit yang disebut dermatitis kontak.

Jika kamu rentan terkena kondisi tersebut penting juga untuk dicatat bahwa mencuci seprai yang mengandung pewangi dan bahan kimia lainnya dapat memperburuk kondisi kulit. Maka dari itu, jika kamu memiliki kulit sensitif, gunakanlah produk yang tidak mengandung bahan kimia keras.

Cara tepat mengatur jadwal mencuci seprai

Dikutip dari laman Healthline, berdasarkan survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, 91 persen orang mengganti seprai mereka setiap pekan. Meskipun ini adalah aturan yang umum, banyak ahli merekomendasikan pencucian mingguan.

Sebab, seprai dapat mengumpulkan banyak hal yang sulit dilihat secara langsung, seperti sel kulit mati, tungau debu, atau bahkan kotoran lain.

Akan tetapi, sebagian orang disarankan untuk mencuci seprai lebih sering dari sekali seminggu. Misalnya saja, jika kamu memiliki hewan periharaan dan kamu membiarkannya tidur di tempat tidurmu, maka kamu disarankan untuk mencuci seprai setiap 3-4 hari sekali.

Di samping itu, jika kamu memiliki alergi atau asma, ada baiknya untuk mencoba membersihkan tempat tidur lebih sering untuk melihat apakah gejala yang kamu alami membaik.

Kamu juga harus membersihkan seprai lebih sering apabila kamu berkeringat secara berlebihan, atau bahkan kamu memiliki luka yang mana berkontak langsung dengan seprai atau bantal.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai masalah kulit yang timbul akibat malas atau jarang mengganti seprai. Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar kesehatan kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 26 Juli 2021. 3 Masalah Kulit Akibat Jarang Ganti Seprai

Healthline (2019). Diakses pada 26 Juli 2021. How Often Should You Change Your Sheets? 

Livestrong.com (2021). Diakses pada 26 Juli 2021. How Bad Is It Really to Rarely Wash Your Sheets? 

Sleep Foundation (2020). Diakses pada 26 Juli 2021. How Often Should You Wash Your Sheets? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 26 Juli 2021. Folliculitis 

NCBI (2018). Diakses pada 26 Juli 2021. Bedroom Allergen Exposure Beyond House Dust Mites 

    register-docotr