Info Sehat

India Negara Berpolusi Udara Terburuk di Dunia, Apa Penyebab dan Efeknya bagi Kesehatan?

November 22, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Dilansir dari BBC, India adalah ‘rumah’ bagi 22 dari 30 kota paling tercemar di dunia. Udara beracun di India juga diketahui membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahunnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan apa efeknya terhadap kesehatan? Teruskan membaca artikel di bawah untuk mengetahui jawabannya.

Baca juga: 10 Tanaman Berikut Bisa Membantumu Membersihkan Udara di Dalam Ruangan, Lho

Apa itu polusi udara?

Polusi udara adalah kontaminasi lingkungan baik di dalam maupun di luar ruangan yang terjadi akibat agen kimia, fisik, ataupun biologis yang mengubah karakteristik alami atmosfer.

Polusi udara tak hanya dapat menyebabkan penyakit pernapasan, namun juga menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Data WHO mencatat bahwa 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara yang mengandung polutan (bahan yang mengakibatkan polusi) tingkat tinggi.

Penyebab terjadinya polusi udara

Dilansir dari Air quality index, berikut adalah beberapa hal yang paling umum menyebabkan terjadinya polusi udara:

1. Pembakaran bahan bakar fosil

Sebagian besar pencemaran udara terjadi karena pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, atau bensin. Umumnya ini bertujuan untuk menghasilkan energi listrik maupun keperluan transportasi.

Dalam prosesnya, pembakaran bahan bakar fosil akan melepaskan karbon monoksida dalam kadar tinggi yang memancarkan polutan beracun di udara.

2. Emisi industri

Kegiatan industri mengeluarkan beberapa polutan di udara yang membuat kualitas udara menjadi tercemar.

Efeknya pada kesehatan dapat berkisar dari iritasi pada mata dan tenggorokan hingga masalah pernapasan. Bahkan kadang-kadang ini juga dapat menyebabkan terjadinya beberapa penyakit kronis.

3. Polusi udara dalam ruangan

Penggunaan produk Volatile Organic Compounds (VOCs), ventilasi yang tidak memadai, suhu yang tidak merata, dan tingkat kelembapan yang buruk dapat menyebabkan polusi udara dalam ruangan.

Pencemaran ini sering terjadi karena faktor-faktor yang tidak penting, misalnya merokok di dalam ruangan atau membiarkan dinding yang terinfeksi jamur tidak dirawat.

4. Kebakaran hutan

Perubahan iklim tidak hanya meningkatkan kebakaran hutan tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya polusi udara.

5. Transportasi

Ketika mobil membakar bensin, ia mengeluarkan polutan di udara yang sama berbahayanya dengan merokok 10 batang sehari. Tak hanya itu, kendaraan bermotor juga memancarkan karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, dan berbagai partikel beracun lainnya.

Ketika polusi kendaraan tinggi di atmosfer, itu menciptakan lubang di lapisan ozon yang berkontribusi pada kabut asap dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Efek polusi udara pada kesehatan dan penanganannya

Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat polusi udara dan langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

Penyakit pernapasan

Polusi udara dapat mempengaruhi perkembangan paru-paru dan memperberat kondisi penyakit sepertu emfisema, asma, dan penyakit pernapasan lainnya.

Langkah perawatan untuk meredakan gejala, bisa berupa pemberian obat yang digunakan untuk mengobati asma seperti bronkodilator, yang membuka saluran udara. Jika gejalanya parah, kamu mungkin memerlukan oksigen tambahan atau bahkan ventilasi mekanis.

Penyakit kardiovaskular

Partikel halus dalam polusi udara dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan mempercepat pengapuran pada arteri. Menghirup udara yang tercemar polutan juga dapat mengurangi kemampuan jantung untuk memompa cukup oksigen.

Pilihan pengobatan untuk menangani gangguan kesehatan ini akan tergantung pada jenis gangguan kardiovaskular yang terjadi. Namun beberapa opsi bisa termasuk obat-obatan, operasi, sampai anjuran olahraga dan perubahan gaya hidup.

Kanker

Kaitan polusi udara dengan beberapa jenis kanker telah diteliti oleh para ahli. Salah satunya lewat penelitian terhadap lebih dari 57.000 wanita, yang menemukan bahwa tinggal di dekat jalan raya utama dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara.

Selain itu sebuah studi jangka panjang, 2000-2016, juga menemukan hubungan antara kejadian kanker paru-paru dan peningkatan ketergantungan pada batu bara untuk pembangkit energi.

Pada dasarnya masing-masing penyakit kanker yang terjadi akibat polusi udara dapat ditangani dengan prosedur perawatan kanker pada umumnya. Ada banyak prosedur dan obat-obatan yang tersedia, dan semua tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kanker itu sendiri.

Beberapa adalah perawatan “lokal” seperti pembedahan dan terapi radiasi, yang digunakan untuk mengobati tumor atau area tubuh tertentu. Ada pula perawatan obat seperti kemoterapi, imunoterapi, atau terapi bertarget yang sering disebut perawatan “sistemik” karena dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Apakah polusi udara dapat menyebabkan kematian?

Dilansir dari Medical News Today, studi menemukan bahwa polusi udara adalah penyebab utama kematian global. Bahkan, ini terbukti dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan lebih dari penyebab utama kematian lainnya, termasuk merokok, malaria, dan kekerasan umum.

Untuk menentukan efek polusi udara pada kematian global, para peneliti mengembangkan model canggih yang dapat menentukan cara polusi udara berinteraksi dengan berbagai faktor.

Hasilnya studi ini menemukan bahwa selama 2015, sekitar 8,8 juta orang meninggal akibat polusi udara. Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama:

  1. Merokok tembakau menyebabkan sekitar 7,2 juta kematian
  2. AIDS menyebabkan 1 juta kematian
  3. Gangguan kesehatan yang dibawa oleh parasit atau serangga mengakibatkan 600.000 kematian
  4. Segala bentuk kekerasan, termasuk perang, memicu 530.000 kematian

Paparan polusi udara dapat dikurangi dengan tetap berada di dalam ruangan, mengurangi infiltrasi udara luar ruangan ke dalam ruangan, membersihkan udara dalam ruangan dengan filter udara, dan membatasi aktivitas fisik, terutama di luar ruangan dan di dekat sumber polusi udara.

Baca juga: Catat, Berikut Gejala Emboli Paru yang Harus Diwaspadai

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini ya.

Reference

WHO diakses pada 20 November 2021

WHO diakses pada 20 November 2021

NCBI diakses pada 20 November 2021

Cancer.org diakses pada 20 November 2021

MSD Manuals diakses pada 20 November 2021

NIEHS diakses pada 20 November 2021

Medical News Today diakses pada 20 November 2021

Medical News Today diakses pada 20 November 2021

Air quality index diakses pada 20 November 2021

BBC diakses pada 20 November 2021

 

    register-docotr