Info Sehat

Parents, Ini Lho Dampak Media Sosial terhadap Anak saat Tumbuh Kembangnya

June 17, 2022 | Arianti Khairina
feature image

Seperti yang kita tahu, saat ini penggunaan media sosial telah menjadi gaya hidup bagi orang dewasa maupun anak-anak, di mana kebanyakan dari mereka bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam dalam sehari. Namun, bagaimana dampak media sosial terhadap anak? Apakah aman jika menggunakan media sosial selama berjam-jam? 

Dampak media sosial terhadap anak

dampak media sosial terhadap media sosial
Source: freepik.com

Melansir penjelasan dari laman Cleveland clinic, sebagian besar aplikasi media sosial memang mengharuskan user atau penggunaanya berusia minimal 13 tahun. Tetapi menurut hasil survei baru-baru ini, orang tua menyampaikan bahwa 50 persen anak-anak berusia 10-12 tahun dan 33 persen anak-anak berusia 7-9 tahun telah menggunakan aplikasi media sosial.

Sementara para ahli mulai memahami dampak dari penggunaan media sosial tersebut, yang ternyata tidak selamanya baik khususnya saat tumbuh kembang anak.

Dalam satu penelitian menunjukkan, bahwa anak-anak yang berusia di bawah 11 tahun dan telah menggunakan Instagram atau Snapchat cenderung memiliki permasalahan pada perilakunya. Berikut ini beberapa dampak positif dan juga negatif penggunaan media sosial terhadap anak-anak. 

Baca Juga: Frekuensi Pakai Gadget Meningkat Saat WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome!

Dampak positif media sosial terhadap anak

Dampak media sosial terhadap anak
Source: frepik.com

Berikut beberapa dampak positif media sosial terhadap anak-anak seperti dilansir dari Parenting firstcry:

1. Menambah keterampilan teknis pada anak di era digital

Di era digital seperti sekarang, tentu penggunaan media sosial sangat penting dalam meningkatkan beberapa keterampilan teknis. Pasalnya, hal ini memungkinkan anak-anak tumbuh menjadi orang yang kompeten di bidang digital, sehingga nantinya dapat berpartisipasi penuh dalam masyarakat yang lebih luas dan mempelajari keterampilan sosial. 

2. Membantu bersosialisasi

Selain itu, penggunaan media sosial membantu anak-anak dan remaja menemukan cara baru untuk mengekspresikan diri mereka secara kreatif, dan berinteraksi serta belajar dengan audiens yang lebih luas. 

Umumnya, saat ini banyak sekali anak-anak yang menggunakan media sosial untuk membentuk kelompok belajar, di mana mereka dapat dengan mudah dan juga instan berbagi ide serta materi pembelajaran sekolah.

3. Media berkomunikasi paling cepat dan praktis

Media sosial dapat membantu anak-anak untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka dari segala aktivitas. Baik dari tim olahraga, klub aktivitas, dan juga kelas. Selain itu, juga memungkinkan mereka berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki minat sama dari seluruh penjuru dunia.

4. Meningkatkan rasa empati dan perhatian

Media sosial membuat anak-anak juga lebih berempati, perhatian, dan berorientasi pada hubungan sosialnya. Mereka dapat dengan mudah mengungkapkan perasaan melalui komentar atau menyukai gambar, video, serta pembaruan status yang diposting oleh teman-temannya. 

5. Membantu anak-anak mengelola hubungan baik dengan temannya

Melalui media sosial, anak-anak juga dapat mengelola hubungan baik jangka panjang dengan teman-temannya karena tetap dapat bertukar pesan secara online dari mana saja dan kapan pun. 

6. Lebih mudah mengikuti berita terbaru 

Terakhir, anak-anak juga semakin mudah dan cepat mengetahui berita terbaru. Media sosial memang menjadi alat yang ampuh dalam memberikan berita secara ringkas dan relevan kepada anak-anak. Ini membantu mereka memperluas pengetahuan umum, sehingga menjaga mereka tetap terhubung dengan update terkini di seluruh dunia.

Dampak negatif media sosial terhadap anak-anak

Dampak media sosial terhadap anak
Source: freepik.com

Meskipun memiliki banyak sekali dampak positifnya, namun perlu kamu waspadai juga bahwa terlalu lama atau sering bermain media sosial akan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak-anak menurut Family Education

1. Dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak

Timbulnya rasa tidak percaya diri ini memang menjadi dampak negatif yang paling banyak dirasakan oleh anak-anak setelah penggunaan media sosial. Pasalnya melalui beberapa aplikasi media sosial seperti Instagram, banyak sekali orang terbiasa untuk menampilkan kehidupan pribadi mereka yang terlihat mewah. 

Di mana orang-orang berbagi foto liburan mewah, menggunakan baju mahal, atau bahkan bagaimana mereka mendapatkan hadiah atau barang yang mereka inginkan. Hal itu pun sedikit banyak memengaruhi sebagian besar anak-anak yang sedang tumbuh.

Mereka cenderung akan membandingkan kehidupannya dengan orang-orang lain yang dianggap sempurna di media sosial. 

2. Dapat menimbulkan masalah tidur pada anak

Mematikan elektronik setidaknya satu atau dua jam sebelum tidur memang sangat dianjurkan bagi anak-anak hingga orang dewasa. Alasannya karena cahaya yang dipancarkan dari elektronik tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. 

Selain masalah tidur, stres dan kecemasan pun juga dapat timbul akibat bermain media sosial terlalu lama atau sering. Kurangnya tidur menyebabkan masalah kesehatan tambahan lain dan dapat memengaruhi kinerja akademik, perilaku, nafsu makan anak, bahkan hingga memiliki efek negatif pada kesejahteraan secara keseluruhan. 

Perlu kamu ketahui bahwa otak pada anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh membutuhkan waktu tidur sebanyak 9,5 jam. Hal ini dapat mendukung perkembangan dan pematangan otak anak. 

3. Dapat membuat anak menjadi ketergantungan dengan media sosial

Screen time dan penggunaan media sosial termasuk dalam aktivitas pasif yang di mana tidak merangsang pertumbuhan atau perkembangan otak anak. Selain itu, menonton TV dan aplikasi media sosial juga tidak mendorong anak-anak untuk terlibat dalam pemikiran kritis atau pembelajaran secara langsung.

American Academy of Pediatrics yang dilansir dari Family Education merekomendasikan untuk menghindari waktu screen time anak berusaha di bawah 2 tahun. Kemudian, anak di atas dua tahun juga tidak boleh lebih dari satu atau dua jam setiap harinya jika memang memperbolehkan screen time

Ketika anak terlalu banyak waktu di depan layar maka akan memicu timbulnya masalah pada perilaku, ketidakmampuan dalam belajar, dan menghalangi perkembangan kognitif secara keseluruhan.

Anak-anak adalah membutuhkan pengalaman yang melibatkan dan merangsang otak mereka secara langsung. Jadi, ada baiknya untuk tidak memberikan mereka screen time saat sedang tumbuh. 

Dalam penjelasan APA, sangat direkomendasikan pedoman screen time untuk anak-anak: 

  • Anak berusia di bawah 18 bulan, sebaiknya hindari media berbasis screen atau layar kecuali video chat. 
  • Anak-anak berusia 18 bulan hingga 24 bulan, sebaiknya orang tua yang memilih program berkualitas serta temani mereka menonton. 
  • Anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun, sebaiknya dibatasi screen time hingga satu jam per hari untuk program berkualitas saja. 
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke atas, sebaiknya sudah ditetapkan batasan yang konsisten pada waktu tertentu untuk menggunakan media dan jenis media.

4. Mengalami Fear of Missing Out (FOMO) 

Fear of Missing Out atau FOMO akhir-akhir sering dialami oleh orang dewasa atau remaja. Di mana mereka mengalami kecemasan jika tidak bermain media sosial. Hal ini dipicu karena semua hal mulai dipublikasikan di media sosial akhir-akhir ini. Baik itu pesta, acara olahraga, liburan, dan lain-lainnya. 

Namun, hal itu ternyata juga dialami oleh anak-anak yang sedang tumbuh. Di mana mereka melihat media sosial sebagai jalur kehidupan untuk mengetahui update terbaru di dunia. Jadi pada saat anak tidak menggunakan atau bermain media sosial, maka mereka akan merasa terputus dari dunia kehidupan.

5. Membuat aktivitas fisik anak menjadi semakin berkurang

Terakhir adalah membuat aktivitas fisik anak menjadi semakin berkurang. Anak-anak dan remaja yang terbiasa menghabiskan lebih banyak waktu untuk online dan di depan layar, maka aktivitas fisiknya semakin berkurang. 

Selain itu, anak-anak saat ini cenderung makan dan minum sambil duduk di depan TV atau bermain online, padahal itu dapat menghasilkan lebih banyak kalori yang di mana berujung pada penambahan berat badan.

Oleh karena itu kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu sering bermain media sosial dapat menyebabkan segudang masalah kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, masalah pernapasan, depresi hingga obesitas. 

Baca Juga: Benarkah Nonton TV Atau Menatap Layar Terlalu Dekat Membuat Mata Anak Rusak?

Lalu, bagaimana cara tepat memperbolehkan anak untuk bermain media sosial?

Setelah penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa penggunaan media sosial memang dapat memberikan dampak positif maupun negatif pada anak.

Namun, jika kamu sebagai orang tua telah memutuskan untuk membiarkan anak-anak menggunakan media sosial, maka pastikan terlebih dahulu untuk berbicara dengan mereka tentang hal-hal penting. Berikut adalah beberapa cara tepat memperbolehkan anak untuk bermain media sosial: 

1. Tentukan apakah anak sudah siap menggunakan media sosial

Kesiapan yang perlu dilihat tidak hanya sekadar umur, melainkan juga mental anak-anak. Sebagai orang tua, kamu harus memiliki pemahaman yang baik tentang tingkat kedewasaan anak dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain.

Apabila kamu masih ragu membolehkan anak menggunakan media sosial, maka ada baiknya memberikan periode tes terlebih dahulu. 

2.  Ajak anak bicara seputar media sosial 

Selanjutnya, cobalah untuk melakukan percakapan yang terbuka dan jujur ​​dengan anak-anak tentang apa itu media sosial dan kegunaannya. Tanyakan pada anak mengapa tertarik memiliki akun di platform tertentu. Lalu, tanyakan juga untuk apa mereka ingin menggunakannya. 

3. Batasi screen time pada anak 

Batasi screen time pada anak hingga dua jam sehari. Ini sangat penting, agar dapat memastikan anak masih mendapatkan cukup aktivitas fisik dan interaksi tatap muka. 

4. Pantau penggunaan media sosial pada anak 

Kemudian, lakukan juga pemeriksaan media sosial anak. Maksudnya, cobalah memahami apa yang dikonsumsi atau ditonton anak. 

5. Berikan contoh perilaku yang baik dalam menggunakan media sosial

Terakhir, pastikan juga kamu memberikan contoh perilaku yang baik dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, mempraktikkan perilaku media sosial yang aman dan sehat di depan anak bisa sangat membantu. 

Jadi, pastikan untuk tidak takut berbicara dengan orang tua lain tentang apa yang mereka lakukan saat membolehkan anak-anak mereka bermain media sosial. Alternatif lainnya, cobalah meminta bantuan cara menavigasi media sosial dan menjaga anak-anak tetap aman.

Itulah beberapa dampak media sosial terhadap anak serta cara tepat orang tua mengawasinya. Selain, memberikan dampak positif untuk keterampilan mereka di era digital seperti sekarang, namun kamu juga harus tetap waspada dengan beberapa dampak negatifnya. 

Baca juga: Penting! 6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan untuk Anak

Tak hanya konsultasi kesehatan, melalui Aplikasi Good Doctor kamu juga bisa lakukan Lab Test serta Medical Check Up di beberapa rumah sakit dan labotarium yang telah bekerja sama dengan kami.

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Health.clevelandclinic.org (2021) diakses pada 17 Juni 2022. Effects of Social Media on Children
  2. Parenting.firstcry.com (2019) diakses pada 17 Juni 2022. Impact of Social Media on Children
  3. Familyeducation.com (2022) diakses pada 17 Juni 2022. 5 Ways Social Media Affects Kids’ Mental Health (And How Parents Can Help!)
  4. Momjunction.com (2022) diakses pada 17 Juni 2022. The Impact Of Social Media On Children: Positive & Negative
  5. Apa.org (2019) diakses pada 17 Juni 2022. Media use in childhood: Evidence-based recommendations for caregivers
    register-docotr