Info Sehat

Menguras Kantong, Ini 4 Penyakit Kronis dengan Biaya Pengobatan Tinggi

November 17, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Penyakit kronis adalah gangguan kesehatan yang berlangsung selama satu tahun atau lebih dan memerlukan perhatian medis berkelanjutan.

Kondisi ini dapat membatasi aktivitas hidup sehari-hari, sehingga penderitanya harus menyesuaikan diri dengan penyakit dan terapi yang diperlukan.

Penanganan penyakit kronis umumnya membutuhkan biaya yang cukup besar. Teruskan membaca artikel di bawah untuk mengetahui perkiraan rincian biayanya.

Baca juga: Amankah Penderita Penyakit Jantung Melakukan Hubungan Seksual? Ini Jawabannya!

Berikut 4 penyakit kronis dan estimasi biaya pengobatannya

Kebanyakan penyakit kronis tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Setelah melalui penanganan medis pun, gangguan kesehatan ini tidak dapat pulih secara total.

Mayoritas penyakit kronis juga bertahan selama penderitanya masih hidup. Ini membuat mereka perlu perawatan intensif dalam jangka waktu lama dan mengeluarkan beban biaya pengobatan yang sangat besar.

Di Indonesia, berikut adalah beberapa jenis penyakit kronis yang banyak terjadi dan perkiraan rincian biaya pengobatannya.

1. Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga sel-sel otak mati karena tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Ini dapat memicu beberapa keluhan, mencakup kelumpuhan sampai gangguan fungsi bicara, gerakan, dan memori.

Terkait dengan biaya, stroke merupakan penyakit yang memiliki beban biaya tinggi. Dilansir dari literatur yang diterbitkan Universitas Sumatera Utara, 2021, biaya maksimal yang diperlukan untuk mengobati penyakit ini di antaranya adalah:

  1. Biaya akomodasi meliputi penggunaan fasilitas rawat inap termasuk biaya makan, sekitar Rp18.597.000,-
  2. Biaya pelayanan medis meliputi pemeriksaan, konsultasi, visite, tindakan medis operatif, dan tindakan medis non operatif sekitar Rp8.550.000,-
  3. Biaya penunjang layanan medis meliputi penegakan diagnosis, terapi, laboratorium, radiologi, dan rehabilitas medis sekitar Rp3.503.400,-
  4. Obat-obatan dan bahan medis habis pakai sekitar Rp6.130.856,-
  5. Gas dan darah sekitar Rp6.462.366,-

Sehingga apabila dijumlahkan maka total biaya pengobatan penyakit stroke yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp43.243.622,-. Perlu dicatat estimasi biaya tersebut adalah estimasi pasien stroke peserta BPJS.

2. Jantung

Penyakit jantung mengacu pada setiap kondisi yang memengaruhi sistem kardiovaskular. Gangguan ini berkembang ketika ada kerusakan pada seluruh atau sebagian area jantung.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini disebabkan faktor genetik. Namun, gaya hidup dan kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan ini.

Dilansir dari Pusat Jantung Nasional, berikut adalah rincian perkiraan biaya yang diperlukan dalam rangka mengobati penyakit jantung:

  1. Konsultasi dan layanan penunjang termasuk kebutuhan keperawatan atau obat lainnya di Poli Umum Konsultasi dr. Spesialis Jantung Rp375.000,-
  2. Pemeriksaan treadmill Rp450.000
  3. Echo Rp600.000,-
  4. Operasi bypass paling tinggi Rp130.000.000,-
  5. Pemasangan ring pada kelas Rp32.800.000,-

Sehingga apabila dijumlahkan maka total biaya pengobatan penyakit jantung yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp164.000.000,-

3. Kanker

Kanker adalah istilah untuk sekelompok besar penyakit yang disebabkan sel-sel yang tumbuh secara abnormal hingga menyebar ke jaringan maupun organ lain. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia.

Dr Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), mengatakan bahwa rata-rata biaya perawatan kanker per bulannya adalah sekitar Rp102 sampai Rp106 juta.

Biaya tersebut memang mahal, karena untuk sampai ke diagnosis awal saja pasien perlu mengeluarkan kocek sampai dengan Rp10 juta. Belum jika ternyata kankernya perlu dioperasi, maka biaya yang harus disiapkan akan bertambah minimal Rp25-29 juta.

Ini semua belum termasuk layanan kesehatan lain seperti radiasi dan kemoterapi yang bisa memakan biaya sampai dengan Rp6 juta per kedatangan.

Dilansir dari Manulife, direktur utama RS Kanker Dharmais Jakarta mengatakan bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk hal ini jika ditotal bisa mencapai Rp300.000.000,-.

4. Diabetes melitus

Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika glukosa darah terlalu tinggi. Ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, glukosa tetap berada dalam darah dan tidak mencapai sel-sel di dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan di Universitas Mahasarasawati, Denpasar, berikut adalah biaya yang harus dikeluarkan penderita diabetes selama menjalani rawat inap:

  1. Kelas III Rp2.172.880 dalam satu kali periode rawat inap dengan lama perawatan rata-rata 2 hari.
  2. Kelas II Rp3.257.061 dalam satu kali periode rawat inap dengan lama perawatan rata-rata 3 hari
  3. Kelas I sebesar Rp3.583.260 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan selama 3 hari.
  4. Pada kamar kelas VIP B sebesar Rp5.163.957 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan 3 hari.

Sedangkan rata-rata biaya pengobatan pasien diabetes melitus rawat inap umum adalah:

  1. Kamar kelas III adalah  sebesar Rp3.343.983 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan 3 hari.
  2. Kamar kelas II sebesar Rp4.525.946 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan 3 hari.
  3. Kamar kelas I sebesar Rp7.813.395 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan selama 4 hari.
  4. Kamar kelas VIP B sebesar Rp12.491.204 dalam satu kali periode rawat inap dengan rata-rata lama perawatan 6 hari.

Pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis

Besarnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk penyakit-penyakit kronis di atas tentu akan sangat memberatkan terutama jika kamu harus mengeluarkannya secara tiba-tiba.

Oleh sebab itu, penting untuk memiliki asuransi penyakit kritis sebagai langkah untuk berjaga-jaga jika terkena penyakit-penyakit tersebut. Ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan tambahan untuk keadaan darurat medis seperti itu.

Karena keadaan darurat atau penyakit ini sering kali menimbulkan biaya medis yang lebih besar dari rata-rata, polis asuransi penyakit kritis umumnya membayar tunai untuk membantu menutupi kelebihan di mana asuransi kesehatan tradisional mungkin tidak mampu melakukannya.

Kebijakan ini datang dengan biaya yang relatif rendah. Namun, kasus yang akan ditanggung umumnya terbatas pada beberapa penyakit atau keadaan darurat.

Baca juga: Catat, Berikut Gejala Emboli Paru yang Harus Diwaspadai

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini ya.

Reference

Universitas Sumatera Utara diakses pada 17 November 2021

Universitas Mahasaraswati diakses pada 17 November 2021

Pusat Jantung Nasional diakses pada 17 November 2021

Pusat Jantung Nasional diakses pada 17 November 2021

Pusat Jantung Nasional diakses pada 17 November 2021

Missouri Department of Health and Senior Services diakses pada 17 November 2021

Healthline diakses pada 17 November 2021

Better Health diakses pada 17 November 2021

Medical News Today diakses pada 17 November 2021

Manulife diakses pada 17 November 2021

Kata Data diakses pada 17 November 2021

Investopedia diakses pada 17 November 2021

    register-docotr