Kesehatan Anak

Benarkah Nonton TV Atau Menatap Layar Terlalu Dekat Membuat Mata Anak Rusak?

January 12, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Apakah Moms sering melihat anak menghabiskan waktu di depan TV atau layar gadget? Kalau iya, Moms pasti merasa khawatir soal kesehatan mata Si Kecil. Terutama bila Si Kecil sering menatap layar dengan jarak yang dekat. 

Telah menjadi rahasia umum jika menonton TV atau menatap layar terlalu dekat bisa membuat mata menjadi rusak. Kabar ini pasti membuat Moms menjadi lebih khawatir lagi.

Namun, apakah benar kabar tersebut? Yuk simak penjelasan medis berikut ini.

Menonton TV dan kaitannya dengan kerusakan mata

Mungkin sebagian Moms sulit mempercayainya, tapi faktanya, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan kalau menonton TV terlalu dekat bisa merusak mata. 

Dulu, memang pernah ada peringatan soal bahaya radiasi x dari perangkat TV. Dilansir dari Scientific American, mitos ini dimulai pada 1960 saat ada penjualan produk TV yang memancarkan radiasi dalam jumlah berlebihan, yakni 100.000 kali lebih banyak dari standar aman yang telah ditentukan. 

Tetapi saat ini teknologi sudah berkembang dan bahaya tersebut tidak menjadi masalah sejak ditemukan televisi LCD dan plasma. Menurut FDA, (Food and Drug Administration) jenis layar modern ini tidak memancarkan radiasi. 

Jadi, menatap televisi dalam jarak dekat tidak akan menyebabkan mata mengalami cedera. Namun menonton televisi dalam jarak dekat dapat menyebabkan ketegangan mata atau mata lelah sementara. 

Baca juga: Moms Wajib Tahu! Pilihan Obat Sakit Gigi Anak Medis dan Alami 

Jarak aman menonton TV

Dilansir dari Very Well Health, beberapa ahli mata menyarankan bahwa jarak aman menonton TV adalah antara 3-4 meter. 

Namun sebagian ahli dan dokter mata juga setuju bahwa jarak terbaik untuk menonton televisi adalah jarak yang dirasa nyaman bagi diri sendiri. 

Untuk itu, Moms perlu memastikan Si Kecil dapat melihat layar dengan jelas dan nyaman. Ketika Si Kecil dapat melihat dengan jelas, berarti jarak menontonnya sudah tepat. 

Selain jarak pandang, penempatan televisi dengan tempat duduk untuk menonton juga penting untuk mencegah ketegangan mata.

Cobalah untuk posisikan televisi agar sejajar dengan mata atau lebih rendah untuk mencegah ketegangan otot mata secara vertikal, juga ketegangan leher. 

Pasalnya bila posisi televisi tidak sejajar, dan Si Kecil terus memaksakan pandangan ke atas, pada akhirnya Si Kecil akan mengalami kelelahan pada otot mata. 

Bukan hanya itu, agar menonton TV terasa lebih nyaman dan aman, Moms perlu menerapkan aturan 20-20-20. Aturan tersebut berarti Si Kecil harus istirahat selama 20 detik setiap 20 menit untuk melihat objek jauh yang berjarak 20 kaki.

Baca juga:  Benarkah Senam Otak Bisa Tingkatkan Fokus dan Kreativitas Anak? 

Dampak menonton TV terlalu dekat

Ketika terlalu lama menonton TV dalam jarak dekat, Si Kecil bisa mengalami kelelahan atau ketegangan pada otot mata.

Ketegangan mata, atau astenopia, adalah kondisi mata yang menyebabkan berbagai gejala termasuk kelelahan, nyeri di dalam atau di sekitar mata, penglihatan kabur, sakit kepala, dan penglihatan ganda.

Gejala tersebut dapat muncul setelah menonton televisi dalam jarak dekat, membaca, menggunakan komputer, atau melakukan aktivitas dekat yang menggunakan mata.

Mencoba untuk fokus pada suatu benda yang dekat dengan waktu yang lama membuat otot siliar menegang dan menyebabkan mata menjadi tegang, gejalanya termasuk :

  • Sakit atau iritasi mata
  • Kesulitan fokus
  • Mata kering atau berair
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sensitivitas cahaya meningkat
  • Nyeri di leher, bahu, atau punggung

Ketegangan mata juga dapat terjadi karena saat menonton, seseorang akan cenderung lebih jarang berkedip. 

Rata-rata orang berkedip sekitar 18 kali dalam satu menit. Berkedip akan menyegarkan dan melumasi mata secara alami.

Sementara, menurut penelitian, ketika menonton TV atau menatap layar seseorang hanya akan berkedip setengah kali dari biasanya. Hal inilah yang dapat menyebabkan mata kering, lelah, gatal, dan terbakar.

Terlalu banyak menonton televisi juga diketahui dapat menyebabkan mata tegang karena fokus terus-menerus pada objek kecil dan terang di ruangan gelap.

Tidak dapat dipungkiri, menonton TV pasti menjadi salah satu kegiatan Si Kecil. Baik untuk kepentingan edukasi maupun hiburan. Sehingga kegiatan ini tidak bisa dihindari sepenuhnya. 

Namun Moms tetap bisa memastikan bahwa Si Kecil menonton dengan posisi yang nyaman. Batasi juga waktu untuk menonton TV. Dengan begitu, kesehatan mata anak tetap terjaga.  

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr