Info Sehat

Cuaca Sangat Panas, Kenali Gejala Alergi yang Bisa Timbul dan Cara Mengatasinya!

July 12, 2021 | Dewi Nurfitriyana
feature image

Belakangan ini cuaca terasa sangat panas dan terik. Tak hanya membuat kulit kering, kondisi ini juga rentan memicu terjadinya reaksi alergi.

Ya, ketika kamu memiliki intoleransi terhadap panas, sering kali tubuh tidak dapat mengatur suhunya dengan benar sehingga menyebabkan munculnya berbagai gejala yang tidak diinginkan.

Untuk itu, penting untuk mengenali tanda-tanda alergi panas berikut, termasuk pemicu dan cara tepat dalam mengatasinya.

Baca juga: Mengenali Beda Ruam Kulit Biasa dengan Gejala COVID-19

Apa itu alergi panas?

Dilansir Healthline, alergi panas adalah kondisi di mana bagian otak bernama hipotalamus gagal mengirimkan sinyal kepada kulit untuk menghasilkan keringat di saat suhu terlalu panas.

Ini menyebabkan peradangan yang menimbulkan gejala alergi seperti gatal maupun ruam. Kondisi gatal akibat suhu panas juga dikenal dengan istilah urtikaria kolinergik.

Kamu mungkin lebih rentan mengalaminya, jika sebelumnya telah memiliki eksim, asma, atau alergi lain. Meski bisa berlangsung ringan, namun dalam beberapa kasus, urtikaria kolinergik juga bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Faktor pemicu alergi panas

Alergi panas sangat berkaitan dengan peningkatan suhu tubuh. Secara umum beberapa hal yang dapat memicu kondisi ini antara lain adalah:

1. Pengobatan tertentu

Salah satu penyebab paling umum dari intoleransi panas adalah obat-obatan. Misalnya obat alergi yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri karena mencegah munculnya keringat.

Bisa juga akibat konsumsi obat tekanan darah yang dapat menurunkan aliran darah ke kulit, serta menghambat produksi keringat.

Dekongestan atau obat yang umum dipakai untuk mengatasi hidung tersumbat, juga dapat menyebabkan peningkatan aktivitas otot dan meningkatkan suhu tubuh.

2. Konsumsi kafein

Kafein adalah zat yang dapat meningkatkan detak jantung dan mempercepat metabolisme. Hal ini dapat menyebabkan suhu tubuh jadi meningkat dan menyebabkan intoleransi terhadap panas.

3. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin. Kelebihan hormon ini dapat menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, berujung pada peningkatan suhu tubuh secara signifikan.

4. Sklerosis ganda

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini memengaruhi lapisan pelindung (myelin) dari sistem saraf pusat.

Jika myelin rusak, sinyal saraf tubuh menjadi terganggu dan dapat menyebabkan alergi panas.

Gejala alergi panas

Gejala umum alergi panas adalah muncul benjolan merah pada kulit, serta rasa gatal pada kulit. Ini terjadi karena peradangan pada lapisan superfisial kulit (epidermis).

Dalam kasus yang parah, tanda dari urtikaria kolinergik meliputi:

  1. Gatal-gatal di seluruh tubuh (urtikaria umum), ini ditandai dengan munculnya gatal-gatal kecil dikelilingi bercak besar kulit berwarna merah.
  2. Pembengkakan di lapisan kulit yang lebih dalam (angioedema) di sekitar wajah dan bibir. Jika pembengkakan menyumbat jalan napas, ini bisa mengancam jiwa.
  3. Bronkospasme. Saluran udara menjadi kejang dan berkontraksi secara tidak normal, sehingga sulit untuk bernapas.
  4. Mengi atau batuk
  5. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Sebagian besar kasus gatal-gatal yang disebabkan oleh panas muncul dalam waktu satu jam setelah terpapar. Gejalanya juga dapat terjadi secara bertahap, tetapi begitu intoleransi berkembang, biasanya berlangsung selama satu atau dua hari.

Cara mengatasi alergi panas

Banyak kasus gatal-gatal akibat panas memudar dengan sendirinya dalam waktu 24 jam. Tetapi pengobatan tertentu, dapat meredakan gejala dan meredakannya kambuh kembali. Beberapa jenis obat yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter antara lain adalah:

  1. Fexofenadine (Allegra)
  2. Desloratadin (Clarinex)
  3. Loratadin (Claritin)

Jika obat bebas tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan:

  1. Penghambat histamin
  2. Obat anti-inflamasi
  3. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh

Langkah pencegahan alergi panas

Untuk mencegah terjadinya reaksi alergi, usahakan untuk tidak terlalu berkeringat dan mengurangi paparan ke area dengan kelembapan tinggi ataupun sinar matahari langsung saat beraktivitas.

Kamu juga bisa minum banyak air putih untuk menjaga diri tetap terhidrasi.

Jika kamu memiliki intoleransi panas karena hipertiroidisme, bicarakan dengan dokter tentang pilihan pengobatan yang dapat membantu mengurangi sensitivitas tubuh.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline diakses pada 12 Juli 2021

Web MD diakses pada 12 Juli 2021

Medicine Net diakses pada 12 Juli 2021

Healthline diakses pada 12 Juli 2021

Medline Plus diakses pada 12 Juli 2021

    register-docotr