Info Sehat

5 Penyebab Benjolan di Kelopak Mata & Cara Mengatasinya

March 13, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selain bisa memunculkan rasa gatal dan nyeri, benjolan di kelopak mata juga dapat mengganggu penampilan serta menurunkan rasa percaya diri. Penting untuk mengetahui penyebabnya agar kamu lebih mudah dalam mengatasinya.

Lantas, apa saja hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di kelopak mata? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kondisi benjolan di kelopak mata

Kelopak adalah lipatan kulit tipis yang berfungsi menutupi dan melindungi bola mata. Munculnya benjolan di atasnya bisa dialami oleh siapapun.

Dikutip dari WebMD, pada beberapa kasus, benjolan tersebut tidak menimbulkan masalah serius. Namun, hal itu juga bisa menjadi tanda dari suatu gangguan yang membutuhkan bantuan medis.

Infeksi adalah salah satu pemicu munculnya benjolan, terutama karena bakteri. Benjolan tersebut tak selalu menyebabkan perubahan warna kulit menjadi merah, tapi juga bisa putih atau kekuningan.

Berbagai penyebab benjolan di kelopak mata

Benjolan terkadang muncul perlahan sehingga perkembangannya bisa diamati. Namun, tak sedikit pula yang tak menyadari kemunculannya sampai sudah berukuran besar. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di kelopak mata:

1. Benjolan di kelopak mata karena bintitan

Hordeolum atau yang lebih dikenal dengan bintit adalah benjolan kecil seperti jerawat yang muncul dari kelenjar minyak di tepi luar kelopak. Pemicunya adalah penyumbatan oleh kulit mati dan minyak yang memungkinkan berkumpulnya bakteri.

Selain muncul benjolan, bintit juga bisa membuatmu merasakan gatal, iritasi, nyeri, pembengkakan, peningkatan produksi air mata, dan muncul kerak di sudut kelopak.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Bintitan pada Mata, Apa Saja?

2. Kalazion

Mengutip Medical News Today, kalazion adalah benjolan yang diidentifikasi sebagai kista kecil, tumbuh lambat di dalam kelopak mata. Kondisi tersebut biasanya tidak menimbulkan nyeri dan jarang bertahan lama.

Kalazion terjadi ketika ada peradangan setelah kelenjar meibom penghasil minyak tersumbat. Benjolan akibat kalazion bisa muncul di kelopak bagian atas atau bawah, tapi lebih sering di area atas. Benjolan akibat kalazion mungkin terlihat seperti bintit, tapi bisa tumbuh lebih besar.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kalazion bisa menyebabkan mata menjadi berair dan iritasi ringan. Ukuran benjolan yang besar bisa menekan bola mata, sehingga secara tidak langsung dapat mengganggu penglihatan.

3. Xanthelasma

benjolan di kelopak mata
Kondisi xanthelasma. Sumber foto: Healthline.

Xanthelasma adalah lapisan baru menyerupai benjolan di ujung kelopak dekat atas hidung. Benjolan yang muncul berwarna kekuningan, disebabkan oleh penumpukan kolesterol di bawah kulit. Orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi sangat rentan mengalami hal tersebut.

Pada banyak kasus, xanthelasma tidak berbahaya. Namun, keadaan itu bisa menjadi tanda awal dari penyakit jantung. Jadi, jangan pernah abaikan benjolan berwarna kuning ini dan segera periksakan ke dokter, ya.

4. Benjolan di kelopak mata karena milia

Milia adalah kista kecil yang muncul secara berkelompok. Kondisi tersebut terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Meski bisa menyerang siapa saja, milia sering dialami oleh bayi yang baru lahir.

Benjolan akibat milia biasanya berwarna putih atau kuning, serta tidak menyebabkan gatal dan nyeri. Namun, milia juga bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada area terdampak. Selain mata, benjolan tersebut dapat muncul di bagian lain, seperti bibir dan pipi.

5. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak atau lipatan kulit yang menutupi mata. Biasanya, infeksi ini dipicu oleh penyumbatan kelenjar minyak pada area kulit di sekitar bulu mata. Akibatnya, penumpukan bakteri sangat rentan terjadi.

Selain muncul benjolan, gejala paling umum dari blefaritis adalah kemerahan, gatal-gatal, sensasi terbakar, terasa seperti ada yang menempel di mata, muncul kerak di sudut mata, dan sensitif terhadap cahaya.

Penanganan dan pencegahan

Benjolan pada mata sering kali mudah dikenali. Sehingga, kamu bisa langsung melakukan langkah penanganan, seperti:

  • Obat-obatan: Tergantung dari pemicunya, obat-obatan medis kerap menjadi solusi terbaik dalam meredakan infeksi pada mata. Antibiotik misalnya, bisa mengatasi benjolan kelopak yang disebabkan infeksi bakteri.
  • Kompres hangat atau dingin: Kamu bisa mengompres air hangat atau dingin untuk mengatasi infeksi pada mata. Kompres air hangat bisa meringankan peradangan, sedangkan kompres dingin dapat memberi efek menenangkan.
  • Larutan garam: Air garam mirip dengan zat saline pada obat tetes mata, bersifat antimikroba dan bisa membantu meredakan peradangan di mata.
  • Kantong teh dingin: Teh memiliki senyawa antiinflamasi yang menenangkan, bisa membantu meredakan pembengkakan pada kelopak mata.

Sedangkan untuk pencegahan, usahakan untuk menghindari menyentuh mata dengan tangan secara langsung. Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah menyentuh permukaan yang kotor. Jika kamu pengguna lensa kontak, selalu bersihkan dan menyimpannya dengan benar.

Nah, itulah ulasan tentang benjolan di kelopak mata dan beberapa penyebabnya yang perlu kamu tahu. Jika kondisinya tak kunjung membaik, jangan ragu untuk periksakan ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 2 Maret 2021, 8 Common Eye Infections and How to Treat Them.
  2. Healthline, diakses 2 Maret 2021, 6 Home Remedies for Eye Infections: Do They Work?
  3. Healthline, diakses 2 Maret 2021, Milium Cysts in Adults and Babies.
  4. WebMD, diakses 2 Maret 2021, Xanthelasma.
  5. WebMD, diakses 2 Maret 2021, Eyelid Bump.
  6. Medical News Today, diakses 2 Maret 2021, What is a chalazion? Identification and treatmen.

    register-docotr