Covid-19

Tidur Memakai Masker, Adakah Risiko yang Dapat Ditimbulkan?

June 5, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penggunaan masker saat ini menjadi hal penting untuk mencegah penularan COVID-19. Namun, bagaimana jadinya jika masker digunakan saat tidur? Adakah risiko tidur memakai masker?

Agar bisa mendapatkan manfaat maksimal dari masker, yuk simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Benarkah WFH di Saat Pandemi COVID-19 Meningkatkan Risiko Kematian Dini?

Bolehkah tidur memakai masker?

Menggunakan masker medis saat tidur sendiri memang memiliki manfaat, misalnya saja dapat mencegah penularan COVID-19.

Namun yang perlu diketahui masker digunakan saat kamu tidur di tempat atau kondisi yang berisiko tinggi menularkan COVID-19, seperti transportasi umum.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memang merekomendasikan untuk selalu menggunakan masker ketika kamu berpergian dengan pesawat, bus, kereta api, atau bentuk transportasi umum lainnya. Dalam kasus ini, kamu boleh menggunakan masker saat tidur.

Tak hanya itu saja, masker juga boleh digunakan ketika kamu berada di tempat umum, seperti ruang tunggu rumah sakit, bandara, atau ketika kamu berada di dalam ruangan dengan orang-orang yang tidak tinggal serumah, atau tempat umum lainnya.

Penting untuk diketahui bahwa COVID-19 dapat menyebar melalui tetesan pernapasan. Nah, masker merupakan penghalang untuk mencegah tetesan pernapasan dari seseorang yang terinfeksi COVID-19 mencapai orang lain.

Adakah risiko tidur memakai masker?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tidur memakai masker ketika kamu berada di transportasi atau tempat umum memang memiliki manfaat tertentu, misalnya saja jika kamu menggunakan masker medis. Namun adakah risiko yang bisa ditimbulkan?

Pada dasarnya, masker tidak membatasi aliran oksigen ke paru-paru. Bahkan dikutip dari laman Reuters, sebuah penelitian yang dilakukan pada dokter sehat dan veteran militer dengan kondisi yang memengaruhi paru-paru menemukan hal senada.

Tidak ditemukan ada perubahan besar dalam pengukuran pertukaran gas, setelah mereka melakukan tes jalan kaki atau hingga 30 menit.

Meskipun demikian, ada beberapa kategori yang dikecualikan untuk menggunakan masker, seperti anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun.

Sementara itu, untuk seseorang yang memilki kondisi yang memengaruhi pernapasan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu terkait dengan tidur memakai masker.

Baca juga: Sembuh dari COVID-19, Begini Cara Mengembalikan Indra Penciuman yang Efektif!

Apakah masker bisa menurunkan kadar oksigen?

Berdasarkan American Lung Association, penggunaan masker tidak dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen.

Perlu diketahui bahwa masker didesain sedemikian rupa agar pemakainya bisa bernapas. Selain itu, hingga saat ini belum ada bukti bahwa menggunakan masker bisa menurunkan kadar oksigen ataupun melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, memang ada bukti bahwa penggunaan masker N-95 dalam jangka panjang pada pasien dengan penyakit paru-paru dapat menyebabkan peningkatan kadar karbon dioksida dalam tubuh.

Maka dari itu, seseorang dengan riwayat gangguan pada paru-paru harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan hal tersebut.

Sementara itu, menurut internis Kelli Randell, MD, penggunaan masker apa pun dalam waktu lama, termasuk N-95, belum terbukti dapat menyebabkan perubahan karbon dioksida pada orang sehat.

Tips aman di tempat umum agar terlindung dari penyebaran COVID-19

Apabila kamu harus tidur di tempat umum, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19, di antaranya adalah:

1. Menggunakan masker

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ketika kamu berada di tempat umum, tidur memakai masker boleh dilakukan. Sebelum memakai masker, kamu diharuskan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Gunakan masker dengan benar dan pastikanlah menutupi hidung, mulut, hingga dagu.

Tak hanya itu, ketika kamu menggunakan masker, pastikan juga kamu dapat bernapas dengan nyaman.

2. Menjaga jarak

Selain menggunakan masker, menjaga jarak dari orang lain juga penting untuk dilakukan. Jika memungkinkan, beri jarak sekitar 1,5-2 meter dengan orang lain.

3. Mencuci tangan

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Ini penting untuk dilakukan, terutama ketika kamu berada di tempat umum, atau setelah kamu batuk atau bersin.

Tak hanya itu, mencuci tangan juga penting dilakukan sebelum kamu menyentuh wajah, setelah menggunakan toilet, hingga setelah meninggalkan tempat umum.

Apabila sabun dan air tidak tersedia, kamu dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Ingat, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Itulah beberapa informasi mengenai apakah boleh atau tidak tidur memakai masker. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

American Lung Association (2020). Diakses pada 02 Juni 2021. From the Frontlines: The Truth About Masks and COVID-19

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 02 Juni 2021. Guidance for Wearing Masks 

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 02 Juni 2021. How to Protect Yourself & Others 

Health (2020). Diakses pada 02 Juni 2021. Does Wearing a Face Mask Reduce Oxygen—and Can It Increase CO2 Levels? Here’s What Experts Say

Reuters (2020). Diakses pada 02 Juni 2021. Breathing with face mask does not alter oxygen level; virus can last nine hours on skin 

    register-docotr