Covid-19

Serba-serbi Herd Immunity dan Kaitannya dengan Vaksinasi

July 23, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Semenjak pandemi COVID-19 terjadi, herd immunity menjadi salah satu istilah yang populer. Namun tahukah kamu bahwa ternyata herd immunity ini sangat berkaitan erat dengan vaksinasi?

Ya, herd immunity memang dapat dikatakan tidak terlepas dengan upaya vaksinasi. Lantas, apa sebenarnya herd immunity ? Apa kaitannya dengan vaksinasi? Nah, untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Hati-hati, Ini Bahaya Konsumsi Azithromycin Sembarangan saat Isoman

Apa itu herd immunity?

Herd immunity terjadi ketika terdapat sebuah proporsi populasi yang cukup, kebal atau terlindungi terhadap penyakit menular. Dengan kata lain, hal tersebut memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal.

Misalnya saja dalam kasus imunisasi, apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali, sehingga kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi. Sebab, transmisi penyakit dikatakan rendah.

Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan imunisasi atau vaksinasi yang merata.

Pentingnya herd immunity

Seperti yang sudah diketahui bahwa herd immunity terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Nah, hal tersebut membuat penyebaran penyakit dari orang ke orang sangat sulit terjadi.

Dengan demikian, seluruh komunitas akan terlindungi, bukan hanya mereka yang kebal saja. Tak jarang, persentase populasi harus mampu terkena penyakit agar dapat menyebar. Hal tersebut dikenal sebagai ‘proporsi ambang’.

Apabila proporsi populasi yang kebal terhadap penyakit lebih besar jika dibandingkan dengan ambang batas tersebut, maka penyebaran penyakit pun akan menurun. Ini dikenal sebagai ambang batas herd immunity.

Baca juga: Jangan Asal Memutuskan, IDI Beri Peringatan Isoman Harus atas Penilaian Dokter

Kaitan herd immunity dan vaksinasi

Perlu kamu ketahui bahwa herd immunity sangat berkaitan erat dengan vaksinasi. Dikutip dari laman Mayo Clinic, terdapat dua jalur utama untuk mencapai herd immunity pada kasus COVID-19, salah satunya adalah vaksin.

Dengan kata lain, vaksinasi adalah bagian terpenting dari upaya membentuk kekebalan kelompok alias herd immunity.

Herd immunity dapat dicapai ketika cukup banyak masyarakat yang telah mendapatkan vaksin terhadap suatu penyakit dan telah mengembangkan antibodi pelindung terhadap infeksi di masa depan.

Vaksin sendiri menciptakan kekebalan tanpa menyebabkan penyakit atau komplikasi. Menggunakan konsep herd immunity, vaksin telah berhasil mengendalikan penyakit menular seperti cacar, polio, difteri, hingga rubella.

Herd immunity memungkinkan untuk melindungi populasi dari penyakit, termasuk pada mereka yang merupakan kelompok rentan atau bahkan bayi yang baru lahir.

Keterkaitan lainnya

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa vaksinasi merupakan bagian penting untuk terciptanya herd immunity.

Dalam kasus vaksinasi COVID-19, orang dewasa atau lanjut usia (lansia) yang tidak mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara lengkap serta tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan menjadi rentan tertular COVID-19.

Vaksinasi sendiri juga bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Jadi apabila suatu saat nanti seseorang terpapar penyakit tersebut, maka dapat dikatakan bahwa akan terlindungi atau menurunkan tingkat keparahan penyakit.

Nah, apabila seseorang tidak mendapatkan vaksinasi, maka ia tidak akan mendapatkan kekebalan spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin tersebut.

Alasan pentingnya vaksinasi demi terwujudnya herd immunity

World Health Organization (WHO) sendiri juga mendukung pencapaian herd immunity melalui vaksinasi. Sebab, vaksin juga dapat melatih sistem kekebalan tubuh kita untuk membuat protein yang dapat melawan penyakit alias antibodi.

Orang yang mendapatkan vaksin dapat terlindungi dari penyakit yang dimaksud dan mengurangi risiko menularkan patogen, sehingga hal tersebut dapat memutus mata rantai penularan.

Bahkan, menurut catatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) vaksin COVID-19 bukan hanya mampu melindungi dari infeksi COVID-19 saja, melainkan juga akan membantumu terhindar dari gejala parah jika terkena COVID-19.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai kaitan antara herd immunity dan vaksinasi. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar COVID-19, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Key Things to Know About COVID-19 Vaccines 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017). Diakses pada 22 Juli 2021. Mengenal Herd Immunity dalam Imunisasi 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 22 Juli 2021. Apa itu Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) ? 

Liputan 6 (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Apa Itu Herd Immunity dan Kaitannya dengan Vaksinasi COVID-19? 

Mayo Clinic (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Herd immunity and COVID-19 (coronavirus): What you need to know 

MU Health Care. Diakses pada 22 Juli 2021. COVID-19 Vaccine Key to Reaching ‘Herd Immunity’ 

World Health Organization (2020). Diakses pada 22 Juli 2021. Coronavirus disease (COVID-19): Herd immunity, lockdowns and COVID-19 

 

    register-docotr