Covid-19

Perbedaan Vitamin D dan D3, Manakah yang Lebih Baik bagi Tubuh?

July 23, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Di masa pandemi COVID-19 sekarang ini kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh sangatlah penting, tentu vitamin D dan D3 pun diburu.

Namun perlu kamu ketahui bahwa ternyata ada beberapa perbedaan antara vitamin D dan D3. Apa saja? Berikut penjelasannya selengkapnya. 

Perbedaan antara vitamin D dan vitamin D3 

Perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya istilah vitamin D yang benar adalah vitamin D2. Lalu apa perbedaan antara vitamin D2 dan vitamin D3? 

Vitamin D (D2)

Vitamin D (D2) berasal dari sumber tanaman, seperti jamur liar, serta makanan yang diperkaya, seperti susu atau produk sereal. 

Kekuatannya biasa diukur dalam satuan internasional, yang disingkat “IU” pada pelabelan. Kapsul 50.000 IU hanya dapat di beli dengan resep dokter, sementara kekuatan yang lebih rendah dapat di beli tanpa resep dokter.

Vitamin D3 

Vitamin D3 terutama berasal dari sumber hewani seperti minyak ikan, ikan berlemak, hati, dan kuning telur. Ketika kulit terkena sinar matahari, itu juga menghasilkan vitamin D3.

Untuk alasan ini, kadang-kadang vitamin D disebut sebagai vitamin sinar matahari. Kekuatannya juga diukur dalam satuan internasional. Semua bentuk vitamin D3 dapat di beli tanpa resep dokter.

Manakah yang lebih baik antara vitamin D2 dan D3? 

Seperti yang dilansir dari laman Healthline bahwa vitamin D3 lebih efektif meningkatkan kadar vitamin D dalam darah. Keduanya secara efektif diserap ke dalam aliran darah. Namun, hati memetabolisme kedua vitamin D ini secara berbeda.

Hati memetabolisme vitamin D2 menjadi 25-hidroksivitamin D2, sedangkan vitamin D3 menjadi 25-hidroksivitamin D3.

Kedua senyawa ini secara kolektif dikenal sebagai calcifediol yaitu bentuk sirkulasi utama vitamin D, dan kadarnya dalam darah mencerminkan simpanan nutrisi ini dalam tubuh.

Seperti dilansir dari laman Everlywell, studi terbaru yang melibatkan dosis harian vitamin D2 dan vitamin D3 menunjukkan bahwa keduanya sama-sama efektif dalam meningkatkan kadar vitamin D untuk tubuh.

Takaran konsumsi vitamin D2 dan D3 setiap hari

Melansir penjelasan dari laman Reumatologi, berapa banyak vitamin D yang kamu butuhkan sebenarnya tergantung dari usia dan faktor risiko. Kecukupan gizi yang dianjurkan adalah 600 IU per hari untuk orang dewasa sampai dengan 700, dan 800 IU untuk usia 71 tahun atau lebih. 

Beberapa peneliti telah menyarankan dosis yang jauh lebih besar dari vitamin D untuk berbagai manfaat kesehatan, tapi terlalu banyak juga dapat merugikan kesehatanmu. Di atas 4.000 IU per hari, akan membuat risiko overdosis meningkat. 

Baca juga: Vitamin D Bisa Tingkatkan Imun saat Pandemi, Ini Daftar Sumber Makanannya!

Bahan makanan yang mengandung vitamin D2 dan D3

1. Bahan makanan yang mengandung vitamin D2

Melansir penjelasan dari laman WebMD, berikut ini beberapa bahan makanan yang mengandung vitamin D2: 

  • Jus jeruk segar, jeruk juga salah satu buah yang mengandung vitamin D terbaik.
  • Jamur, satu-satunya jenis sayuran penghasil vitamin D. Ini karena jamur memiliki pro-vitamin bernama ergosterol. Ergosterol akan membantu jamur untuk mensintesiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari.

Bahan makanan lain yang mengandung vitamin D2 seperti yoghurt, dan margarin. 

2. Bahan makanan yang mengandung vitamin D3 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa vitamin D2 ditemukan terutama pada tumbuhan, sedangkan D3 terutama berasal dari hewan. Saat mencantumkan jumlah vitamin D dalam makanan, sebagian besar sumber tidak membedakan antara vitamin D2 dan D3. 

Beberapa makanan akan mengandung campuran kedua bentuk tersebut. Makanan berikut ini kaya akan vitamin D, dan karena merupakan sumber hewani, sebagian besar mengandung D3:

1. Ikan trout pelangi

Hanya 3 ons trout pelangi menyediakan 645 IU untuk 81 persen. Ini juga kaya akan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung.

2. Sockeye salmon

Sockeye salmon memiliki sedikit kurang dari trout di 570 IU dan 71 persen. Salmon dapat mengandung merkuri, tetapi beberapa pihak berwenang mengatakan manfaat salmon lebih besar daripada bahayanya, terutama jika dimakan dalam jumlah sedang.

3. Sarden

Porsi sarden yang khas, yaitu sekitar satu kaleng, akan menyediakan sekitar 200 IU. Sarden menawarkan nutrisi lain, seperti vitamin B12 dan omega-3.

4. Telur

Dengan 44 IU dan 6 persen, vitamin D dalam satu telur hampir identik dengan dua sarden.

5. Hati sapi

Beberapa orang menyukai hati. Beberapa orang membencinya, tetapi mengandung banyak nutrisi, dengan banyak protein, zat besi, dan vitamin A. Seperti telur, hati sapi juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Vitamin D dalam 3 ons hati adalah 42 IU untuk 5 persen DV.

Suplemen vitamin D 

Sebenarnya kebanyakan orang  sudah memiliki cukup vitamin D dalam aliran darahnya untuk kesehatan tulang yang baik. Namun bagi kamu yang ingin atau perlu meningkatkan asupan vitamin D, mengonsumsi suplemen merupakan salah satu pilihannya. 

Kebanyakan tablet multivitamin mengandung 400 IU vitamin D. Kamu juga dapat menemukan vitamin D dengan sendirinya dalam tablet dosis tinggi dan dengan kombinasi kalsium.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Singlecare.com (2020) diakses pada 23 Juli 2021. Vitamin D vs. D3: Differences, similarities, and which is better for you
  2. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses pada 23 Juli 2021. Short and long-term variations in serum calciotropic hormones after a single very large dose of ergocalciferol (vitamin D2) or cholecalciferol (vitamin D3) in the elderly
  3. Healthline.com (2018) diakses pada 23 Juli 2021. Vitamin D2 vs. D3: What’s the Difference?
  4. Everlywell.com (2021) diakses pada 23 Juli 2021. Vitamin D vs. D3: what’s the difference?
  5. Webmd.com (2020) diakses pada 23 Juli 2021. Foods High in Vitamin D3
  6. Reumatologi.or.id (2020) diakses pada 23 Juli 2021. Vitamin D, Nutrisi Baru Yang Mengagumkan
    register-docotr