Kesehatan Anak

5 Tips Mengatasi Fobia Jarum Suntik pada Anak agar Mau Divaksin COVID-19

July 23, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Program vaksinasi COVID-19 yang telah berlangsung, terus mengalami perkembangan. Salah satunya terkait pemberian vaksin terhadap anak-anak.

Untuk sementara, ini baru ditujukan untuk anak dan remaja usia 12 sampai 17 tahun. Program tersebut sangat sejalan dengan tema peringatan Hari Anak Nasional 2021, yang berbunyi “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Sayangnya masih ada beberapa kendala yang dihadapi, misalnya rasa takut akan jarum suntik yang sangat umum dialami oleh anak-anak.

Baca juga: Viral, Ramuan Air Kelapa dan Garam Bisa Obati COVID-19, Benarkah?

Anak Indonesia perlu dilindungi di masa pandemi

Wabah COVID-19 sangat berdampak pada tumbuh kembang anak serta remaja Indonesia. Dilansir dari Covid19.go.id, data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan sebanyak 1 dari 8 kasus COVID-19 adalah anak-anak.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pemerintah berupaya memberikan perlindungan melalui vaksinasi COVID-19 bagi anak dan remaja usia 12-17 tahun. Pelaksanaan vaksinasinya sendiri akan dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan serta di sekolah-sekolah.

Hal ini membuat target capaian herd immunity bertambah dari sebelumnya 181,5 juta sasaran menjadi 208 juta sasaran. Diharapkan dengan adanya program tersebut, anak-anak dan remaja Indonesia dapat terlindungi dari virus Corona dan tetap tumbuh secara optimal.

Tips mengatasi rasa takut akan jarum suntik

Umumnya, anak-anak mengekspresikan ketakutannya akan jarum suntik dengan berbagai cara. Mulai dari mengeluh, cemas, sampai menolak disuntik.

Mengingat vaksinasi COVID-19 adalah hal yang penting, maka orang tua harus memahami cara yang tepat, agar anak bisa mengatasi ketakutannya dan bersedia untuk divaksin. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Lakukan persiapan

Beberapa minggu sebelumnya, perkenalkan secara singkat topik vaksinasi dan mengapa itu penting bagi si Kecil. Tak apa jika ia melakukan ‘perlawanan’ karena itu adalah hal yang normal.

Tidak perlu berdebat, dan cukup akui perasaan takut mereka. Beri tahu bahwa orang dewasa juga tidak terlalu suka mendapatkan vaksinasi. Namun seiring waktu, tanamkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan dan rasa sakit yang akan dialami hanya sebentar.

2. Beri anak hal lain untuk dipikirkan

Saat proses vaksinasi, anak mungkin akan bertambah takut jika harus melihat jarum suntik secara langsung. Untuk menghindari rasa cemas yang berlebihan, alihkan pikiran mereka dengan hal lain.

Beberapa ide yang bisa dilakukan adalah mengajaknya mengobrol, memberikan permainan di gawai dan lain-lain. Kamu juga dapat mengingatkan mereka untuk tetap bernapas dan mencoba mengendurkan otot-ototnya.

3. Seusai suntikan, berikan kenyamanan

Setelah suntikan berhasil dilakukan, langsung berikan apresiasi dan hibur anak jika ia masih terlihat takut ataupun menangis. Sampaikan padanya bahwa ia telah berhasil menjadi seorang pemberani dan melawan ketakutannya.

Kamu juga bisa memberikan hadiah kecil untuknya. Usahakan untuk tidak memberikan hadiah yang terlalu tinggi, karena itu justru akan membuat anak lebih takut dengan suntikan vaksin berikutnya.

4. Tetap tenang, tenang, dan tenang

Cobalah untuk memiliki sikap yang tenang dan hangat dengan anak, baik itu sebelum, selama, maupun sesudah proses vaksinasi.

Jika salah satu orang tua fobia jarum, maka mungkin orang tua lainnya dapat menemani anak tersebut.

Apabila anak memiliki kebutuhan khusus atau sangat sensitif, maka mungkin kedua orang tua, atau salah satu orang tua dan pendukung lainnya, bisa ikut menemani proses vaksinasi.

5. Jika perlu minta obat topikal

Krim atau gel topikal dengan kandungan lidoakin yang dijual bebas, dapat membantu mengurangi rasa sakit vaksinasi pada permukaan kulit. Agar efektif, krim ini perlu dioleskan di lokasi suntikan selama 30-60 menit sebelum disuntik.

Namun perlu diingat, karena banyak dari vaksinasi harus disuntikkan lebih dalam ke otot, krim topikal ini tidak dapat menghalangi semua rasa sakit yang akan muncul.

Jadi mungkin kamu perlu berkonsultasi lebih jauh kepada dokter jika anak mengalami keluhan berkelanjutan.

Baca juga: Tanda Bahaya pada Bayi Positif COVID-19 yang Wajib Diketahui

Masih punya pertanyaan lainnya? Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

The Conversation diakses pada 23 Juli 2021

Scripps diakses pada 23 Juli 2021

Covid19.go.id diakses pada 23 Juli 2021

Covid19.go.id diakses pada 23 Juli 2021

    register-docotr