Covid-19

Jangan Asal Memutuskan, IDI Beri Peringatan Isoman Harus atas Penilaian Dokter

July 19, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Melonjaknya kasus COVID-19 saat ini di Indonesia membuat sebagian pasien positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala berat melakukan isolasi mandiri.

Namun perlu diperhatikan bahwa penilaian atau keputusan seseorang boleh melakukan isolasi mandiri tentu harus dari dokter. Berikut penjelasan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Isolasi mandiri pasien positif COVID-19 harus atas penilaian dokter 

Melansir penjelasan dari laman CNN Indonesia diketahui bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan tentang pasien COVID-19 yang tidak bisa memutuskan melakukan isolasi mandiri (isoman) tanpa penilaian dokter.

Hal tersebut disampaikan oleh Menaldi Rasmin selaku Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar IDI melalui konferensi video, “jangan ada masyarakat yang memilih sendiri isoman. Tapi isoman harus atas penilaian dokter”.

Pentingnya penilaian dari dokter terkait dengan keputusan untuk isolasi mandiri agar bisa memastikan pasien yang datang ke rumah sakit tidak dalam kondisi berat karena penanganan yang terlambat. 

Tak hanya sekadar itu saja, penilaian dari dokter untuk isolasi mandiri juga dapat memastikan beban dokter yang menangani pasien tidak terlalu berat dengan cara memilah pasien yang dinilai aman melakukan isoman.

Apa yang harus dilakukan saat melakukan isolasi mandiri? 

Seperti penjelasan dari Panduan Isolasi Mandiri COVID-19 Good Doctor diketahui bahwa ketika kamu dianjurkan untuk isolasi mandiri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu: 

1. Isolasi diri dari siapapun 

Selama melakukan isolasi mandiri di rumah kamu wajib berada di ruangan sendiri dengan kamar dan kamar mandi terpisah dari anggota keluarga lainnya. Selain itu kamu juga wajib memakai masker meski sedang isolasi mandiri di dalam rumah sendiri bersama keluarga. 

Apabila kamu tidak sengaja atau lupa memakai masker saat beraktivitas dan berbincang, maka virus bisa keluar melalui droplet. Akibatnya anggota keluarga lain bisa terkontaminasi virus COVID-19. 

Selanjutnya pastikan menjaga jarak aman dengan orang lain di rumah, tidak makan bersama, tidur terpisah, dan perabotan yang digunakan juga harus dipisah. Sebisa mungkin keranjang baju kotor kamu dengan anggota keluarga lainnya juga sebaiknya dipisah. 

2. Hubungi rekan kerja, keluarga, atau siapapun yang melakukan kontak denganmu 

Jika kamu bertemu orang-orang dalam waktu 2 hari sebelum gejala timbul sebaiknya kabarkan langsung ke mereka dan beri tahu untuk melakukan PCR serta isolasi mandiri selama 14  hari apabila bergejala. 

3. Hubungi dokter telemedicine

Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh IDI bahwa keputusan seseorang boleh melakukan isolasi mandiri tentu harus ditentukan oleh dokter.

Begitu juga selama melakukan isolasi mandiri kamu harus tetap memberikan informasi terkait dengan kondisi tubuh setiap harinya, dan segera periksa apabila mengalami gejala yang parah. 

4. Monitor gejala, suhu, pernapasan, serta saturasi oksigen 

Ketika melakukan isolasi mandiri kamu juga wajib menyediakan termometer dan oximeter tujuanya untuk memantau kondisi tubuh. Saat pemantauan pun kamu harus memerhatikan 4 poin utama berikut ini: 

  • Gejala apa saja yang dialami olehmu selama isolasi mandiri seperti apakah ada demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, tidak nafsu makan hingga diare. 
  • Pengecekan suhu normal, minimal 2 kali sehari saat pagi dan malam. Pastikan juga kamu mencatatnya setiap hari, ya. 
  • Cek pernapasan, ketahuilah apabila napasmu pendek atau panjang. Hitunglah berapa kali menarik napas dalam waktu 1 menit.  
  • Cek saturasi oksigen, lakukan minimal 2 kali dalam sehari atau bisa lebih sering saat kamu merasa napas terganggu.  

Jika sudah melakukan beberapa poin utama pengecekan tersebut, segera laporkan hasilnya kepada dokter telemedicine setiap 2-3 hari atau jika ada gejala tambahan kamu juga perlu membicarakannya agar mendapatkan perawatan yang tepat. 

Berapa lama isolasi mandiri?

Menurut penjelasan NHS, jika hasil tes menunjukkan positif dan diperbolehkan untuk isolasi mandiri, periode isolasi termasuk dari gejala mulai hingga 10 hari penuh berikutnya.

Siapa pun yang tinggal bersama juga perlu mengisolasi diri secara bersamaan. Kamu mungkin perlu mengasingkan diri lebih lama jika mengalami gejala saat melakukan isolasi mandiri atau gejala tidak hilang.

Jangan lupa, jika kondisi tubuh semakin memburuk, segera memeriksakan diri ke rumah sakit ya…

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Good Doctor (2021) diakses pada 19 Juli 2021. Panduan Isolasi Mandiri COVID-19 
  2. Cnnindonesia.com (2021) diakses pada 19 Juli 2021. IDI: Isoman Covid-19 Harus atas Penilaian Dokter
  3. Nhs.uk (2021) diakses pada 19 Juli 2021. When to self-isolate and what to do
    register-docotr