Covid-19

Hati-hati, Ini Bahaya Konsumsi Azithromycin Sembarangan saat Isoman

July 20, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika melakukan isolasi mandiri (isoman) penting bagi kamu untuk memantau kesehatan secara keseluruhan. Di samping itu, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika kamu melakukan isoman, salah satunya mengonsumsi azithromycin.

Dikatakan bahwa jika mengonsumsi azithromycin sembarangan saat isoman dapat menimbulkan bahaya tertentu, apa itu?

Baca juga: Mengenal Pengobatan COVID-19, Ini yang Perlu Diperhatikan!

Mengenal tentang azithromycin

Sebelum kamu mengetahui bahaya mengonsumsi azithromycin saat isoman, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu azithromycin.

Azithromycin sendiri termasuk ke dalam golongan antibiotik. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri tertentu. Obat ini tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus.

Azithromycin bekerja dengan cara menghentikan perkembangbiakan bakteri, sekaligus mengobati infeksi yang dialami oleh pasien.

Bahaya konsumsi azithromycin sembarangan saat isoman

Azithromycin merupakan salah satu obat yang paling banyak dicari pada saat isolasi mandiri. Namun penting untuk diketahui bahwa obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Terkait dengan hal tersebut, pakar penyakit menular dari Amerika Serikat, dr Faheem Younus pun memberikan penjelasan.

“Azithromycin tidak mencegah atau menyembuhkan varian COVID apa pun. Malah justru dapat menyebabkan aritmia jantung yang fatal. Jangan dikonsumsi untuk COVID. Ini memiliki lebih banyak risiko daripada manfaatnya,” kata Faheem.

Azithromycin sendiri termasuk ke dalam golongan obat keras. Maka dari itu, penggunaannya harus selalu di bawah pengawasan dokter dan seharusnya tidak bisa dibeli tanpa resep dokter.

Faheem juga menegaskan bahwa obat antibiotik seperti azithromycin tidak boleh dikonsumsi sebagai perawatan COVID-19. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan bahwa antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri, lain halnya seperti COVID-19 yang disebabkan oleh virus.

Baca juga: Tanda Bahaya pada Bayi Positif COVID-19 yang Wajib Diketahui

Efek samping lain yang perlu diperhatikan

Pada penggunaan jangka waktu tertentu, obat antibiotik dapat menimbulkan efek samping yang hampir mirip dengan gejala COVID-19.

Faheem sendiri khawatir bahwa pasien COVID-19 yang salah menggunakan antibiotik nantinya tidak dapat membedakan apakah gejala yang dialaminya adalah infeksi COVID-19 atau justru efek samping obat.

Ia juga melanjutkan bahwa 93 persen pasien COVID-19 tidak membutuhkan obat antibiotik, karena antibiotik membunuh bakteri, sementara itu COVID-19 disebabkan oleh virus.

Di samping itu, jika antibiotik digunakan sembarangan untuk mengobati COVID-19, juga berisiko dapat menyebabkan resistensi antibiotik.

Menurut Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dirancang membunuh mereka.

Azithromycin bukan lagi standar pengobatan COVID-19

Dalam Revisi Protokol Tata Laksana COVID-19, lima organisasi profesi kedokteran tidak lagi memasukkan oseltamivir dan azithromycin dalam standar penanganan COVID-19.

Adapun organisasi tersebut terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Ketua PAPDI, dr Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP mengatakan bahwa kedua obat tersebut sebenarnya masih dipergunakan, tetapi hanya dimasukkan ke dalam terapi tambahan.

“Jadi (obat oseltamivir dan azithromycin) tidak rutin diberikan,” jelas Sally.

Namun demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menggunakan azithromycin sebagai terapi COVID-19.

Terkait dengan hal tersebut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa hingga kini belum ada perubahan pedoman terkait dengan oseltamivir dan azithromycin untuk pasien COVID-19.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai bahaya penggunaan azithromycin saat isolasi mandiri jika digunakan sembarangan. Untuk mencegah efek samping yang ditimbulkan, konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar COVID-19, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 19 Juli 2021. About Antibiotic Resistance 

Detik.com (2021). Diakses pada 19 Juli 2021. Sembarangan Minum Azythromycin Saat Isoman COVID-19, Ini Bahayanya 

Detik.com (2021). Diakses pada 19 Juli 2021. dr Faheem Wanti-wanti Bahaya Asal Minum Antibiotik saat Isoman COVID-19 

Detik.com (2021). Diakses pada 19 Juli 2021. Kemenkes Tegaskan Masih Pakai Oseltamivir-Azithromycin untuk Isoman COVID-19 

Kompas.com (2021). Diakses pada 19 Juli 2021. Direvisi, Oseltamivir dan Azithromycin Tak Lagi Standar Perawatan Covid-19 

Medical News Today (2020). Diakses pada 19 Juli 2021. Azithromycin, Oral Tablet 

    register-docotr