Covid-19

Penelitian: Minum Kopi Kurangi Risiko COVID-19 Sebesar 10%

July 22, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kopi diketahui memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah meningkatkan energi. Akan tetapi, baru-baru ini penelitian menemukan bahwa minum kopi tampaknya juga dapat mengurangi risiko infeksi COVID-19, bagaimana fakta selengkapnya? Yuk, simak di sini.

Baca juga: Hati-hati, Ini Bahaya Konsumsi Azithromycin Sembarangan saat Isoman

Minum kopi kurangi risiko COVID-19

Dilansir dari laman The Health Site, menurut penelitian terbaru minum satu atau lebih cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko COVID-19 sebesar 10 persen. Hasil ini dibandingkan dengan mengonsumsi kopi kurang dari satu cangkir kopi per hari.

Adapun penelitian tersebut dipimpin oleh para peneliti yang berasal dari Northwestern University, Amerika Serikat. Di samping itu, penelitian tersebut juga menyarankan bahwa mengonsumsi lebih banyak sayuran dan membatasi asupan daging olahan dapat menurunkan risiko COVID-19.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nutriens. Dikatakan bahwa kopi memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi memiliki efek positif terhadap biomarker inflamasi seperti CRP, interleukin-6 (IL-6), hingga tumour necrosis factor I (TNF-I), yang mana terkait dengan tingkat kaparahan COVID-19.

Di samping itu, minum kopi juga telah dikaitkan dengan risiko pneumonia yang lebih rendah pada orang lanjut usia. Menurut peneliti, secara keseluruhan efek imunoprotektif kopi terhadap COVID-19 masuk akal. Maka dari itu, perlu diselidiki lebih lanjut.

Pola makan sehat juga berpengaruh

Penelitian memang menemukan bahwa minum kopi dapat menurunkan risiko COVID-19. Namun secara sendiri, kopi tidak serta merta dapat menurunkan risiko COVID-19. Sebab, hal ini tentu saja dibarengi dengan pola makan sehat.

Para peneliti menganalisis catatan dari 40.000 orang dewasa di UK Biobank untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan COVID-19. Kemudian, peneliti melihat asupan kopi, teh, minyak ikan, daging olahan, daging merah, buah, dan sayuran dari para peserta.

Berikut ini adalah beberapa poin-poin yang ditemukan oleh para peneliti:

  • Konsumsi sayuran minimal 0,67 porsi per hari, baik dimasak maupun mentah dikaitkan dengan penurunan risiko COVID-19
  • Konsumsi daging olahan minimal 0,43 porsi per hari dikaitkan dengan kenaikan risiko COVID-19. Akan tetapi, konsumsi daging merah diketahui tidak menimbulkan risiko. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa secara sendiri daging mungkin tidak meningkatkan risiko

Studi tersebut mendukung hipotesis bahwa faktor nutrisi dapat memengaruhi aspek berbeda dari sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti pun menyarankan bahwa kepatuhan terhadap perilaku diet tertentu, misalnya saja meningkatkan asupan sayuran dan membatasi konsumsi daging olahan dapat menjadi “alat” untuk melindungi diri dari COVID-19.

Meskipun demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai konsumsi kopi dan diet sehat dengan penurunan risiko COVID-19.

Baca juga: Jangan Asal Memutuskan, IDI Beri Peringatan Isoman Harus atas Penilaian Dokter

Bagaimana tanggapan ahli?

Terkait dengan penelitian tersebut, profesor kedokteran pencegahan di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Marilyn Cornelis mengatakan bahwa asupan nutrisi memang berdampak pada kekebalan.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa sistem kekebalan memainkan peran kunci dalam kerentanan dan respons individu terhadap penyakit menular, seperti COVID-19.

“Selain mengikuti pedoman yang saat ini berlaku untuk memperlambat penyebaran virus, kami memberikan dukungan untuk cara lain yang relatif sederhana di mana individu dapat mengurangi risiko mereka dan itu adalah melalui diet dan nutrisi,” ujar Cornelis.

Manfaat lain dari kopi

Penelitian memang menemukan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko COVID-19. Namun seperti yang sudah disebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Sementara, jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, kopi memang memberikan beberapa manfaat, di antaranya adalah:

1. Meningkatkan energi

Kopi dapat membantu mengatasi rasa lelah dan meningkatkan energi. Sebab, kopi mengandung stimulant yang dikenal sebagai kafein.

Di sisi lain, banyak penelitian terhadap manusia yang menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan berbagai aspek fungsi otak, termasuk memori, suasana hati, kewaspadaan, tingkat energi, dan fungsi mental umum.

2. Meningkatkan performa fisik

Kafein dapat menstimulasi sistem saraf, yang mana memberi sinyal pada sel-sel lemak untuk memecah lemak di tubuh. Tetapi, ini juga dapat meningkatkan kadar epinefrin (adrenalin) dalam darah. Ini adalah hormon fight-or-flight, yang mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik yang intens.

Nah, kafein dapat memecah lemak tubuh, sehingga membuat asam lemak bebas tersedia sebagai bahan bakar tubuh, yang mana pada gilirannya dapat meningkatkan performa fisik.

3. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh resistensi insulin atau menurunnya kemampuan untuk mengeluarkan insulin. Untuk alasan tertentu, konsumsi kopi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Studi mengamati bahwa orang yang mengonsumsi kopi memiliki risiko sebesar 23-50 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai konsumsi kopi dan penurunan risiko COVID-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 22 Juli 2021. 13 Health Benefits of Coffee, Based on Science 

Northwestern (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Coffee and veggies may protect against COVID-19 

The Health Site (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Drinking Coffee May Cut Risk Of Covid-19 Infection: Study 

MDPI (2021). Diakses pada 22 Juli 2021. Dietary Behaviors and Incident COVID-19 in the UK Biobank 

Wiley Online Library (2008). Diakses pada 22 Juli 2021. The impact of caffeine on mood, cognitive function, performance and hydration: a review of benefits and risks

Springer Link (2009). Diakses pada 22 Juli 2021. Coffee and tea consumption and risk of type 2 diabetes 

    register-docotr