Kehamilan

6 Mitos dan Fakta Perbedaan Hamil Bayi Laki-laki dan Perempuan

June 10, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kehamilan buah hati adalah menjadi momen yang paling dinantikan bagi pasangan. Mengetahui jenis kelamin bayi pun menjadi hal yang paling mendebarkan. Sebagian orang bahkan percaya bahwa perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan bisa diketahui oleh tanda tertentu.

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) adalah salah satu prosedur yang biasanya dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin. Namun, tanda atau gejala tertentu yang dirasakan oleh ibu hamil juga bisa menjadi petunjuk mengenai jenis kelamin si Kecil.

Nah, agar lebih memahami mengenai mitos dan fakta sebenarnya mengenai jenis kelamin si Kecil dalam kandungan, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Catat Moms! Ini 10 Tanda Kepala Janin Sudah Masuk Panggul

Mitos dan fakta seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan

Nah, berikut ini adalah mitos dan fakta sebenarnya mengenai perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan yang wajib kamu ketahui.

1. Morning sickness

Salah satu tanda awal kehamilan adalah morning sickness, namun tidak semua orang akan mengalami mual dan muntah. Sebagian orang meyakini bahwa tingkat keparahan morning sickness merupakan suatu petunjuk mengenai jenis kelamin si Kecil dalam kandungan.

Pada anak perempuan, dikatakan bahwa kadar hormon menjadi lebih tinggi, sehingga kamu akan lebih sering mengalami morning sickness. Jika kamu merasakan baik-baik saja, maka bayi berjenis kelamin laki-laki.  

Faktanya, tingkat morning sickness dapat bervariasi pada masing-masing individu dan pada trimester kehamilan.

Meskipun demikian, sebuah studi yang diterbitkan dalam The Lancet mengungkapkan bahwa seorang wanita yang mengalami morning sickness yang parah saat hamil cenderung memiliki anak perempuan. Namun, belum ada cukup bukti ilmiah untuk mendukung gagasan tersebut.

2. Kondisi kulit

Beberapa orang percaya bahwa hamil bayi perempuan akan ‘mencuri’ kecantikan dari sang ibu, yang mana akan membuat muncul masalah kulit selama kehamilan, misalnya saja kulit berminyak atau berjerawat.

Sementara itu, jika hamil bayi laki-laki kondisi kulit akan baik-baik saja. Hal yang sama juga berlaku pada pertumbuhan rambut. Jika hamil bayi laki-laki, dipercaya bahwa rambut akan tubuh panjang dan berkilau. Sedangkan, jika hamil bayi perempuan, rambut akan menjadi lemas atau terlihat kusam.

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Pada dasarnya, perubahan tersebut disebabkan oleh hormon.

3. Cara mengidam

Jenis kelamin si Kecil dalam kandungan juga dikatakan dapat diketahui dari cara ibu hamil mengidam. Pada bayi laki-laki, ibu hamil dipercaya akan mendambakan makanan asin dan gurih. Sebaliknya, jika hamil bayi perempuan, ibu hamil akan mengidam makanan manis.

Dikutip dari Healthline, faktanya penelitian belum menemukan bahwa apakah terdapat kaitan antara mendambakan makanan tertentu dengan jenis kelamin dari bayi.

Namun, terdapat beberapa hipotesis mengenai mengidam, ini dapat meliputi:

  • Menjadi respons terhadap perubahan hormonal
  • Perubahan kebutuhan nutrisi
  • Senyawa tertentu dalam makanan

Baca juga: Dampak Depresi saat Hamil bagi Ibu dan Bayi, Jangan Anggap Sepele!

4. Detak jantung

Detak jantung pada janin juga dipercaya dapat membantu ibu hamil mengetahui perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan.

Jika detak jantung lebih dari 140 detak per menit (BPM), ini dipercaya merupakan tanda dari hamil anak perempuan. Sedangkan jika berada di bawah 140 BPM, dapat dikatakan hamil bayi anak laki-laki.

Faktanya, sebuah studi pada 2006 menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara detak jantung pada bayi perempuan ataupun laki-laki di trimester awal kehamilan.

Detak jantung bayi perempuan lebih cepat dibandingkan dengan laki-laki memang benar adanya hanya setelah persalinan dimulai. Sebelum persalinan, usia janin yang justru memengaruhi detak jantung bayi.

5. Bentuk perut

Selanjutnya, jika bentuk perut menonjol ke bagian atas atau berada di dekat tulang rusuk, dipercaya ini merupakan tanda dari hamil bayi perempuan. Sementara itu, jika bentuk perut turun ke bawah, ibu hamil dikatakan akan memiliki bayi laki-laki.

Faktanya, bentuk perut tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi, melainkan hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Riwayat kehamilan sebelumnya
  • Tinggi atau berat badan
  • Kekencangan otot.

6. Perubahan suasana hati

Mitos lainnya seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan yakni mengenai perubahan suasana hati (mood swing). Jika hamil bayi perempuan, ibu hamil dikatakan akan mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga.

Sekali lagi, faktanya tidak ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Perubahan suasana hati adalah hal yang cukup umum terjadi pada masa kehamilan, terlepas dari jenis kelamin bayi yang dikandung oleh ibu hamil.

7. Ukuran payudara

Payudara terasa penuh adalah salah satu tanda awal kehamilan. Namun dikatakan bahwa payudara yang tampak lebih besar merupakan tanda kehamilan dari bayi laki-laki.

Faktanya, sebuah studi pada 2011menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ukuran payudara yang lebih besar dengan bayi laki-laki.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa wanita yang memiliki perubahan lingkar payudara yang lebih besar cenderung melahirkan bayi laki-laki.

8. Frekuensi heartburn

Heartburn atau sensasi panas di sekitar dada adalah suatu kondisi yang tak jarang dirasakan oleh ibu hamil. Frekuensi heartburn yang lebih sering terjadi selama masa kehamilan dikatakan mengindikasikan hamil bayi perempuan.

Faktanya, heartburn adalah salah satu kondisi yang relatif umum terjadi saat hamil, utamanya pada minggu-minggu menjelang persalinan.

Satu studi melakukan penelitian terhadap keterkaitan heartburn dan volume rambut bayi baru lahir. Peneliti menemukan bahwa wanita yang mengalami heartburn yang berlangsung parah cenderung memiliki bayi dengan volume rambut yang lebat.

Namun, tidak ditemukan keterkaitan antara heartburn yang berlangsung parah atau sering dengan jenis kelamin bayi.

Bagaimana cara mengetahui jenis kelamin bayi secara akurat?

Terdapat beberapa tes atau pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi, di antaranya adalah:

1. Chorionic villus sampling (CVS)

CVS merupakan salah satu tes genetik. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel chorionic villus, yang mana merupakan jaringan yang ditemukan di plasenta.

CVS sendiri dapat membantu mengungkapkan informasi genetik mengenai bayi. Tes ini biasanya dilakukan pada minggu ke-10 atau ke-12 pada masa kehamilan.

Bukan hanya informasi genetik saja, tes CVS juga dapat mengungkapkan jenis kelamin dari bayi. Meskipun demikian CVS memiliki beberapa risiko, seperti kram atau perdarahan.

2. Ultrasonografi (USG)

USG atau ultrasound adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan dengan bantuan gelombang suara untuk memberikan gambaran janin. USG juga seringkali digunakan untuk memeriksa perkembangan dan kesehatan bayi.

Karena memberikan gambaran mengenai janin, USG juga dapat mengungkapkan jenis kelamin bayi.

Biasanya, pemeriksaan USG dilakukan pada minggu ke 18 atau 21. Namun, jenis kelamin dapat diungkapkan dengan USG pada minggu ke-14.

3. Aminosentesis

Aminosentesis adalah tes yang membantu untuk mendeteksi masalah pada perkembangan janin. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sejumlah kecil cairan ketuban yang mengandung sel-sel tertentu.

Sel-sel kemudian diuji untuk kondisi genetik tertentu. Biasanya, tes ini dilakukan pada minggu ke-15 atau ke-18 kehamilan. Tes ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.

Aminosentesis bukan hanya dapat mendeteksi kelainan pada bayi saja, melainkan juga dapat mengungkapkan jenis kelamin dari bayi.

Aminosentesis sendiri biasanya hanya direkomendasikan bagi pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi genetik tertentu.

Tips sehat kehamilan

Memerhatikan kesehatan bumil dan bayi dalam kandungan menjadi fokus utama selama kehamilan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips sehat kehamilan yang penting untuk diketahui.

1. Perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi

Mengonsumsi makanan sehat dan memenuhi asupan cairan dalam tubuh dapat membantu bumil dan bayi mendapatkan jumlah berat badan yang sehat.

Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, kamu perlu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan kaya akan kandungan nutrisi. Adapun beberapa makanan bergizi di antaranya adalah:

  • Buah-buahan dan sayuran (menyediakan vitamin dan serat)
  • Biji-bijian, seperti oatmeal, roti gandum, dan nasi merah (menyediakan serat, vitamin B, dan nutrisi lainnya)
  • Produk susu bebas atau rendah lemak
  • Sumber protein, seperti kacang-kacangan atau daging tanpa lemak

Sebaiknya, hindarilah atau batasi makanan yang dengan kandungan garam yang tinggi.

2. Perhatikan asupan cairan dalam tubuh

Dikutip dari laman Parents, selama kehamilan, darah memasok oksigen dan nutrisi penting untuk bayi melalui plasenta, serta membuang limbah dan karbon dioksida.

Hal tersebut dapat berarti bahwa volume darah meningkat sebesar 50 persen untuk melakukan aktivitas tersebut.

Maka dari itu, penting bagi bumil untuk memenuhi asupan cairan dalam tubuh agar proses tersebut berjalan dengan baik, misalnya saja dengan minum air putih yang cukup.

Tak hanya itu, asupan cairan dalam tubuh yang tercukupi juga dapat membantu mencegah sembelit, kelelahan, sakit kepala atau kondisi lainnya. Sebaiknya, hindarilah atau batasi minuman berkafein.

3. Beristirahat yang cukup

Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, bumil juga perlu untuk mencukupi waktu istirahat. Ini dilakukan untuk menghindari kelelahan.

Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, teknik relaksasi seperti stretching, pernapasan dalam, atau yoga dapat membantu. Akan tetapi, sebaiknya berkonsultasilah terlebh dahulu pada dokter, ya.

4. Berolahraga secara teratur

Berolahraga baik untuk kesehatan tubuh. Tak hanya itu, ini juga dapat membantu menurunkan tingkat stres, mengontrol berat badan, meningkatkan sirkulasi, serta meningkatkan suasana hati.

Selain itu, tetap aktif juga dapat membantu untuk mengurangi sakit punggung serta kram kaki yang tak jarang dikeluhkan oleh bumil.

Untuk tetap aktif selama kehamilan, bumil dapat mengikuti program latihan selama kehamilan atau berjalan setidaknya 15-20 menit setiap hari dengan kecepatan sedang.

Sebaiknya, hindarilah olahraga secara berlebihan. Sebelum atau setelah olahraga bumil juga diharuskan untuk memenuhi asupan cairan terlebih dahulu dengan meminum air putih.

Beberapa latihan yang baik untuk bumil di antaranya adalah yoga, berenang dan jalan kaki.

Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk berolahraga, sebaiknya selalu konsultasikanlah terlebih dahulu pada dokter, ya mengenai olahraga apa yang aman dilakukan untuk bumil.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai mitos dan fakta seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan serta tips sehat selama kehamilan. Untuk mendapatkan informasi mengenai jenis kelamin bayi yang akurat, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan medis, ya.  

Jika bumil memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan tips sehat hamil lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 21 April 2021. Myths vs. Facts: Signs You’re Having a Baby Girl 

Healthline (2016). Diakses pada 21 April 2021. Myths vs. Facts: Signs You’re Having a Baby Boy 

Healthline (2021). Diakses pada 21 April 2021. Gender Prediction Myths: Are You Having a Boy or a Girl?

Karger (2006). Diakses pada 21 April 2021. Gender-Related Differences in Fetal Heart Rate during First Trimester 

ScienceDirect (1999). Diakses pada 21 April 2021. Sickness in pregnancy and sex of child 

Healthline (2020). Diakses pada 10 Juni 2021. How Soon Can You Find Out the Sex of Your Baby? 

Baby Center (2020). Diakses pada 10 Juni 2021. 12 steps to a healthy pregnancy 

NIH (2019). Diakses pada 10 Juni 2021. Health Tips for Pregnant Women 

Parents (2015). Diakses pada 10 Juni 2021. 23 Tips for a Healthy Pregnancy 

American Journal of Human Biology (2011). Diakses pada 10 Juni 2021. Unexpected changes in maternal breast size during pregnancy in relation to infant sex: An evolutionary interpretation

Birth Issues in Perineratal Care (2006). Diakses pada 10 Juni 2021. Pregnancy Folklore Revisited: The Case of Heartburn and Hair 

    register-docotr