Kesehatan Mental

Jenis-Jenis Pelecehan Seksual dan Cara Menghadapinya

June 10, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan pemberitaan seorang public figure yang dituduh melakukan pelecahan seksual. Bahkan, kejadian ini membuat korbannya menjadi trauma.

Pelecehan seksual adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dilakukan kepada orang lain. Perlu diketahui bahwa pelecehan seksual terdiri dari beberapa jenis, apa saja? Lalu, tindakan apa yang harus dilakukan jika kita menjadi korban pelecehan seksual?

Baca juga: Apa itu Perilaku Stalking? Ini Ciri-cirinya

Apa itu pelecehan seksual?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pelecehan seksual adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dilakukan kepada orang lain, yang membuat korban merasa dipermalukan atau diintimidasi. Perlakukan yang dilakukan mengarah pada hal-hal yang berbau seksual.

Pelecehan seksual dapat termasuk verbal atau fisik yang merujuk pada seks. Tindakan pelecehan seksual dapat memengaruhi korban, bahkan tindakan ini dapat berdampak pada kehidupan seseorang yang menjadi korban.

Korban pelecahan seksual dapat mengalami efek psikologis yang signifikan, termasuk kecemasan, depresi, gangguan tidur, penurunann harga diri, hingga disfungsi seksual.  

Jenis-jenis pelecehan seksual

Perlu kamu ketahui bahwa berdasarkan dengan tingkatannya, pelecehan seksual terbagi menjadi beberapa jenis, ini termasuk:

1. Perilaku menggoda

Perilaku menggoda termasuk kalimat atau ajakan yang berbau seksual, misalnya saja ajakan kencan yang terus dilakukan, meskipun sudah ditolak berkali-kali. Ini membuat ajakan tersebut cenderungs seperti memaksa.

2. Pelecehan gender

Bentuk perilaku yang termasuk ke dalam pelecehan gender adalah komentar sugestif, humor ataupun candaan yang mengenai seks dari gender atau jenis kelamin tertentu ke gender lainnya.

3. Pemaksaan seksual

Pemaksaan seksual juga termasuk ke dalam jenis pelecehan seksual. Pemaksaan seksual terjadi ketika pelaku memaksa korban untuk melakukan tindakan seksual. Apabila korban menolak, pelaku memberikan ancaman.

4. Pelanggaran seksual

Pemaksaan seksual sendiri dapat berujung pada pelanggaran seksual. Adapun benruk perilaku yang termasuk ke dalam pelanggaran seksual adalah meraba, menyentuh, atau memegang bagian tubuh seseorang secara paksa.

5. Penyuapan seksual

Penyuapan seksual adalah jenis pelecehan seksual yang terakhir. Perilaku ini termasuk menjanjikan imbalan kepada calon korban agar tertarik atau mau melakukan ajakan pelaku.

Menurut Psikolog klinis dewasa, yakni Tiara Puspita, M.Psi., Psikolog penyuapan seksual bisa terjadi di lingkungan yang tidak terduga, terutama ketika ada perbedaan power antara pelaku dan korban, misalnya saja guru dan murid atau atasan dan bawahan.

Selain perilaku yang sudah disebutkan di atas, perilaku yang juga dapat merujuk kepada pelecehan seksual lainnya dapat termasuk, pertanyaan mengganggu yang berbau seksual, menguntit, hingga mengirimkan gambar atau video seksual tanpa persetujuan atau diminta.

Baca juga: Fat-shaming: Diskriminasi yang Dirasakan oleh Orang Bertubuh Gemuk

Apa yang harus dilakukan saat kita menjadi korban pelecehan seksual?

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan ketika kita menjadi korban pelecehan seksual, di antaranya adalah:

1. Menegur pelaku

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menegur atau memberitahu pelaku secara jelas bahwa kamu tidak nyaman dengan perilaku tersebut. Katakanlah secara tegas. Jelaskan juga secara spesifik mengenai perilaku yang tidak nyaman.

Hal tersebut dilakukan untuk menghentikan perilaku tidak sopan tersebut.

2. Mengumpulkan bukti

Kedua, penting juga bagi korban untuk mengumpulkan bukti. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan bukti seperti:

  • Mengingat atau menuliskan tanggal, waktu, dan lokasi pelecehan. Tak hanya itu, tuliskan juga mengenai apa yang terjadi, apa yang dikatakan dan siapa yang menyaksikan perilaku tersebut
  • Simpan salinan atau screenshot dari email, pesan singkat, foto, atau bukti nyata lainnya
  • Apabila memungkinkan, rekam perilaku pelecehan seksual secara diam-diam.

3. Beritahu orang yang kamu percayai

Beritahu teman, anggota keluarga, atau rekan kerja yang kamu percayai mengenai kejadian yang kamu alami.

Orang-orang yang kamu percayai dapat membantumu untuk mendapatkan dukungan. Tak hanya itu, mereka juga dapat memberikan pernyataan yang menguatkan jika kamu membutuhkannya.

4. Laporkan pelaku

Sebagian korban mungkin saja merasa ragu atau khawatir untuk melaporkan tindakan pelecehan seksual. Namun yang perlu diingat adalah jangan takut untuk melaporkan kejadian pelecehan seksual.

Sebab, peristiwa pelecehan seksual dapat segera ditindaklanjuti jika kamu melaporkannya.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis-jenis pelecehan seksual dan tindakan apa yang harus kita lakukan jika mengalaminya.

Seperti yang diketahui bahwa pelecehan seksual dapat memberikan efek psikologis pada korbannya. Untuk memulihkan korban dari trauma Konseling dapat membantu.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Aware. Diakses pada 09 Juni 2021. WHAT CAN YOU DO IF YOU ARE SEXUALLY HARASSED? 

International Labour Organization. Diakses pada 09 Juni 2021. FREQUENTLY ASKED QUESTIONS Sexual Harassment at the Workplace 

Kompas.com (2020). Diakses pada 09 Juni 2021. Mengenal 5 Jenis Pelecehan Seksual, termasuk Komentar Cabul dan Penyuapan 

Ramapo College of New Jersey. Diakses pada 09 Juni 2021. Consequences of Sexual Harassment

The New York Times. Diakses pada 09 Juni 2021. What to Do If You’re Being Sexually Harassed 

    register-docotr