Kehamilan

Janin Berhenti Bergerak dalam Kandungan, Apa Penyebabnya?

January 21, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pergerakan janin di dalam kandungan sebaiknya dipantau secara berkala. Sebab, jika ada perubahan hingga janin berhenti bergerak, hal itu mungkin bisa mengindikasikan sesuatu di dalam kandungan.

Lantas, apa saja hal yang dapat memicu janin berhenti bergerak? Apakah berbahaya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Pergerakan janin di dalam rahim

Mengutip dari Healthline, pada umumnya ibu hamil biasanya baru akan merasakan gerakan-gerakan janin pada trimester dua, antara minggu ke-16 hingga 22. Tapi, jika itu adalah kehamilan pertama, gerakannya mungkin terasa lebih mundur, sekitar minggu ke-20.

Meski, sebenarnya janin sudah bergerak pada minggu ke-12. Hanya saja, ukuran tubuh yang masih sangat kecil sering kali membuat calon ibu tak menyadarinya. Gerakan janin akan lebih terasa jika Moms sedang dalam posisi tenang, baik duduk maupun berbaring.

Tiap wanita hamil bisa merasakan gerakan janin dengan kondisi berbeda-beda. Itu adalah kondisi normal. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghitung dan mencatat pergerakan janin setiap hari untuk mengetahui jumlah rata-rata hariannya.

Dari sini, bisa diketahui apakah ada perbedaan signifikan tentang jumlah tendangan janin. Gerakan janin bisa berkurang bahkan berhenti. Moms boleh mulai menaruh curiga jika itu terjadi, tapi tak perlu khawatir terlalu berlebihan.

Kondisi janin berhenti bergerak

Jika janin berhenti bergerak setelah sebelumnya cukup aktif, kondisi tertentu mungkin sedang terjadi pada calon buah hati. Gerakan bayi yang berkurang atau bahkan berhenti bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan, mulai dari yang ringan hingga perlu pemeriksaan dokter.

Berikut beberapa hal yang dapat membuat janin berhenti bergerak:

  • Janin sedang tidur
  • Gangguan pertumbuhan janin atau pertumbuhan janin lambat
  • Gangguan pada plasenta
  • Gangguan pada uterus

Selain hal di atas, ada kondisi lebih serius yang menyebabkan janin tidak bergerak sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dokter, seperti:

  • Bayi terlilit tali pusat (nuchal cord): Kondisi ini bisa disebabkan oleh janin yang terlalu aktif hingga tali pusat membelit tubuhnya. Tali yang melingkari leher bisa membahayakan karena dapat menghambat jalan napasnya
  • Abrupsio plasenta: Kondisi ketika plasenta terpisah sebelum persalinan, baik sebagian maupun seluruhnya dari rahim. Bayi bisa kekurangan oksigen dan nutrisi. Mengutip dari Mayo Clinic, keadaan tersebut dapat memengaruhi gerakan janin di dalam kandungan
  • Intrauterine growth restriction (IUGR): Kondisi yang bisa menghambat pertumbuhan janin. IUGR dapat ditandai dengan semua bagian tubuh janin berukuran sama kecil, atau hanya terjadi pada kepala dan bagian otak. IUGR bisa membuat janin berhenti bergerak
  • Janin meninggal (stillbirth): Jika tidak ada pergerakan selama berhari-hari, kondisi stillbirth dikhawatirkan terjadi. Mengutip dari Cleveland Clinic, kondisi yang juga disebut ‘bayi lahir mati’ itu sering kali terjadi setelah minggu ke-20

Baca juga: Bayi Terlilit Tali Pusar? Yuk, Ketahui Penyebab dan Ciri-Cirinya

Janin berhenti bergerak, berbahaya atau tidak?

Tingkat bahaya dari janin berhenti bergerak tergantung dari penyebabnya. Jika pemicunya adalah kondisi ringan, Moms mungkin bisa melakukan beberapa hal agar janin bisa kembali aktif, yaitu:  

  • Makan camilan atau minum sesuatu yang manis seperti jus jeruk
  • Bangun dan bergerak
  • Sorotkan senter ke perut
  • Ajak janin bicara
  • Dorong dan tekan perut dengan lembut

Namun jika penyebabnya adalah kondisi serius seperti abrupsio plasenta dan lilitan tali pusat, pemeriksaan dan tindakan medis oleh dokter kandungan biasanya dibutuhkan untuk mengatasinya.

Dua hal itu dapat menghalangi jalan napas janin serta menghambat masuknya oksigen dan nutrisi.

Untuk itu perhatikan pergerakan janin dan jika merasakan ada kelainan terhadap pergerakan janin sebaiknya segera melakukan pemeriksakan dengan dokter ya…

Nah, itulah ulasan tentang beberapa penyebab janin berhenti bergerak dan tips untuk mengatasinya. Selalu pantau gerakan janin di dalam kandungan agar bisa mengetahui perubahan-perubahan yang muncul, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WebMD, diakses 11 Januari 2021, Feeling Your Baby Kick.
  2. Healthline, diakses 11 Januari 2021, Have Your Baby’s Movements Changed? Here’s When to Worry
  3. Healthline, diakses 11 Januari 2021, How Does Nuchal Cord Affect My Baby?
  4. Verywell Family, diakses 11 Januari 2021, What to Do When Baby Is Not Moving As Much As Usual.
  5. Verywell Family, diakses 11 Januari 2021, When You Should Worry About Decreased Fetal Movement.
  6. Mayo Clinic, diakses 11 Januari 2021, Placental abruption.
  7. Kid’s Health, diakses 11 Januari 2021, Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
  8. Cleveland Clinic, diakses 11 Januari 2021, Stillbirth.

    register-docotr