Kehamilan

Cara Program Hamil agar Cepat Dapat Momongan, Apa Saja?

February 6, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kehamilan adalah salah satu hal terindah yang diidamkan oleh banyak pasangan. Sayangnya, pada banyak kasus, beberapa pasangan harus menunggu lebih lama untuk mendapat momongan. Tenang, ada beberapa cara program hamil yang dapat kamu lakukan.

Ya, cara program hamil bertujuan untuk meningkatkan peluang pembuahan. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Bagaimana kehamilan terjadi?

Ilustrasi proses pembuahan. Sumber foto: Britannica.

Kehamilan merupakan hasil akhir dari proses yang berlangsung dalam banyak tahapan. Tahapan paling pertama adalah pembuahan, yaitu ketika sperma bertemu dengan sel telur. Dari jutaan sperma yang dilepaskan (dari ejakulasi pria), hanya ada satu yang akan membuahi sel telur.

Sel telur yang sudah matang akan dilepaskan oleh ovarium (disebut dengan proses ovulasi). Sel telur itu lalu meninggalkan ovarium menuju tuba fallopi. Di tempat ini, sel telur berdiam 12 hingga 24 jam, menunggu apakah ada sperma di sekitarnya.

Jika pembuahan berhasil terjadi, sel telur akan bergerak menuju rahim dan memulai proses lebih lanjut. Itulah alasan mengapa berhubungan seks sebelum ovulasi sangat disarankan.

Dikutip dari Planned Parenthood, kehamilan biasanya akan terjadi dalam rentang 2 hingga 3 pekan sejak proses hubungan intim. Tanda kehamilan paling umum meliputi berhentinya siklus menstruasi, mual dan muntah, mudah lelah, serta kencing lebih sering dari biasanya.

Baca juga: Gagal Ovulasi Bisa Turunkan Peluang Hamil, Kenali Penyebab & Tanda-tandanya!

Cara program hamil yang dapat dilakukan

Bagi pasangan yang ingin segera mendapat momongan, sangat penting untuk memerhatikan beberapa hal agar bisa cepat hamil, mulai dari gaya hidup, pola makan, hingga aspek paling penting yaitu seks.

Berikut cara program hamil yang dapat kamu terapkan agar cepat mendapat momongan:

1. Ketahui masa subur

Pada pria, sperma mungkin bisa diproduksi kapan saja di testis. Namun pada wanita, kamu harus memerhatikan dan mengetahui kapan sel telur dilepaskan dari ovarium. Hal itu dikenal dengan istilah ‘masa subur’.

Potensi pembuahan akan meningkat saat hubungan seks dilakukan pada masa-masa tersebut.

Pada wanita dengan siklus haid tidak teratur, ini bisa menyulitkan untuk mengetahui masa subur tersebut. Selain menghitung siklus haid, ada cara lain untuk memprediksi terjadinya ovulasi, yaitu dengan mengecek lendir yang ada di serviks.

Tepat sebelum ovulasi dimulai, jumlah lendir akan meningkat dan menjadi lebih tipis, jernih, dan licin. Menurut sebuah riset, potensi kehamilan akan meningkat pada wanita yang rajin memeriksa lendir serviks dan mengetahui kapan harus berhubungan seks.

2. Seks agar cepat hamil

Cara program hamil yang paling efektif adalah dengan seks. Tapi, ada aturan yang perlu kamu terapkan agar peluang kehamilan bisa meningkat, yaitu:

Frekuensi seks

Banyak pasangan memutuskan untuk berhubungan seks sesering mungkin agar cepat hamil. Padahal, anggapan itu justru dapat menyulitkan proses pembuahan. Sperma yang dikeluarkan (dari ejakulasi) terlalu sering dapat mengalami penurunan kualitas, termasuk kelincahannya.

Menurut penelitian, frekuensi yang baik dalam berhubungan seks agar cepat mendapat momongan adalah dua atau tiga hari sekali. Kualitas sperma akan tetap terjaga, begitu juga dengan kelincahan geraknya.

Posisi dan gaya berhubungan seks

Selama ini, banyak orang percaya bahwa posisi atau gaya dalam berhubungan seks bisa meningkatkan peluang kehamilan. Posisi misionaris dan doggy style misalnya, memungkinkan penetrasi lebih dalam dan membawa sperma lebih dekat ke serviks.

Sebenarnya, dengan gaya apa pun, peluang kehamilan itu tetap ada. Saat ratusan juta sperma dilepaskan dari setiap orgasme pria tanpa kondom pada vagina, sel telur selalu mempunyai potensi untuk dibuahi.

Sperma adalah perenang yang andal. Setelah memasuki vagina, sperma bisa mencapai serviks hanya dalam waktu 15 menit. Ini tak peduli dari posisi dan gaya bercinta yang diterapkan.

Jangan gunakan pelumas tambahan

Agar cepat dapat momongan, banyak orang terlalu bersemangat dalam berhubungan seks, termasuk dengan menambahkan pelumas. Padahal, pelumas tambahan bisa menurunkan potensi pembuahan, lho.

Menurut sebuah penelitian, pelumas berbahan dasar air dapat mengurangi pergerakan dan kelincahan sperma hingga 60 hingga 100 persen. Meski tidak memengaruhi kesuburan, pelumas bisa memperlama sperma untuk mencapai sel telur.

Istirahat sejenak setelah berhubungan seks

Ada banyak mitos seputar seks jika ingin hamil, salah satunya adalah berbaring di tempat tidur sambil mengangkat kaki setelah berhubungan intim. Tujuannya agar sperma bisa lebih cepat mencapai sel telur. Padahal, hal itu sebenarnya tak perlu dilakukan.

Menurut James Goldfarb, direktur layanan infertilitas Cleveland Clinic, seperti dikutip dari WebMD, wanita yang telah berhubungan seks tak perlu mengangkat kakinya, melainkan cukup istirahatkan diri 10 hingga 15 menit. Sperma akan masuk dengan sendirinya ke bagian serviks.

3. Hentikan penggunaan alat kontrasepsi

Jika ingin mendapat momongan, sudah semestinya kamu harus menghentikan penggunaan alat kontrasepsi, terutama saat sedang melakukan hubungan seks. Kondom misalnya, bisa menahan laju sperma untuk memasuki vagina.

Begitu juga dengan pil KB, sebaiknya dihentikan konsumsinya. Pil tersebut bekerja dengan mengubah hormon tertentu yang berpengaruh pada proses ovulasi. Seperti diketahui, ovulasi sendiri adalah proses yang diperlukan agar sel telur dilepaskan dari ovarium untuk bertemu dengan sperma.

4. Prosedur medis

Pada pria dan wanita yang sehat, sebenarnya bantuan medis mungkin tak diperlukan sebagai cara program hamil. Prosedur medis biasanya dibutuhkan ketika ada kondisi tertentu yang mengganggu kesuburan, salah satunya adalah penyumbatan saluran tuba pada wanita.

Berikut beberapa prosedur medis yang biasa dipakai sebagai cara program hamil:

Bedah tuba fallopi

Penyumbatan tuba fallopi. Sumber foto: Firstcry Parenting.

Jika saluran tuba mengalami penyumbatan atau ada gangguan lain, prosedur bedah untuk memperbaikinya perlu dilakukan. Pembedahan bisa dilakukan dengan cara menghilangkan jaringan parut di area terdampak agar sel telur dan sperma bisa bertemu.

Bedah laparoskopi

Bedah laparoskopi dijalankan untuk mengatasi endometriosis, yaitu kondisi ketika ada satu bagian rahim yang tumbuh di luar uterus, biasanya berupa kista atau kantung berisi cairan.

Prosedur yang sama juga digunakan untuk mengangkat fibroid atau yang juga dikenal dengan miom, yaitu tumbuhnya jaringan baru atau tumor jinak di dalam rahim.

Bedah epididimis

Tak hanya wanita, pria juga bisa menjalani prosedur bedah untuk mengatasi epididimitis, yaitu penyumbatan pada saluran di testis yang dapat menghalangi sperma keluar saat ejakulasi. Kondisi tersebut adalah salah satu penyebab paling umum kemandulan pria.

Berbeda dengan beberapa prosedur sebelumnya, bedah epididimis merupakan operasi kecil menggunakan bius lokal dan biasanya tak perlu sampai menginap di rumah sakit.

Bayi tabung

cara program hamil
Proses bayi tabung. Sumber foto The Guardian.

Bayi tabung adalah salah satu cara program hamil yang populer. Cara program hamil ini biasanya dipilih oleh pasangan yang sulit mendapat momongan.

Dalam dunia medis, prosedur bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization. Pembuahan dilakukan di luar tubuh, sel telur dan sperma diletakkan pada tabung khusus.

Jika pembuahan berhasil terjadi, maka embrio dari proses tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam rahim sampai proses persalinan.

Baca juga: Senjata Pamungkas untuk Punya Momongan, Ini Proses Bayi Tabung yang Harus Kamu Ketahui!

Inseminasi buatan

Cara program hamil secara medis berikutnya adalah dengan inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI). Sperma akan dimasukkan langsung ke dalam rahim wanita dengan tabung khusus melewati serviks setelah pemisahan dengan cairan semen (air mani).

Cara program hamil yang satu ini bisa menjadi solusi untuk pasangan yang tidak dapat melakukan hubungan seks vaginal. Misalnya, karena cacat fisik atau masalah psikoseksual. Pada wanita yang memiliki alergi sperma, cara ini cukup efektif untuk tingkatkan peluang kehamilan.

5. Terapkan pola hidup dan kebiasaan sehat

Selain bantuan medis, cara program hamil juga bisa dilakukan dengan hanya menerapkan pola hidup dan kebiasaan yang sehat. Dua hal tersebut dapat membantumu untuk menjaga kesehatan organ reproduksi dan meningkatkan kesuburan. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah:

Jaga berat badan

Memiliki berat badan ideal adalah hal penting agar bisa cepat hamil. Kegemukan atau obesitas bisa menyulitkan proses pembuahan, begitu juga dengan memiliki tubuh yang terlalu kurus.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan kelebihan berat badan membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk hamil ketimbang yang mempunyai bobot ideal. Bagi wanita dengan tubuh terlalu kurus, waktu yang dibutuhkan untuk hamil bahkan empat kali lebih lama.

Terlalu banyak lemak di dalam tubuh bisa menghasilkan estrogen berlebih yang dapat mengganggu proses ovulasi. Mengurangi berat badan 5-10 persen dipercaya bisa meningkatkan kesuburan.

Jauhi rokok dan alkohol

Merokok dapat menyebabkan penurunan kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Menurut American Society for Reproductive Medicine, bahan kimia pada rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat mengganggu proses ovulasi dan mengacaukan produksi sperma.

Begitu juga dengan alkohol, sebaiknya benar-benar dihindari jika ingin segera mendapat momongan. American College of Obstetricians and Gynecologists menjelaskan, tidak ada kadar konsumsi alkohol yang aman bagi wanita yang ingin mendapat kehamilan.

Kelola stres dengan baik

Banyak pasangan yang merasa stres saat tak kunjung mendapat momongan. Padahal, stres sendiri adalah kondisi yang dapat menyulitkan proses pembuahan. Ada banyak alasan mengapa stres bisa menurunkan peluang kehamilan.

Saat sedang stres, tubuh lebih banyak memproduksi hormon kortisol. Meningkatnya hormon tersebut bisa mengganggu keseimbangan hormon lainnya, seperti testosteron (pada pria), estrogen, dan progesteron (pada wanita).

Ketiga hormon itu sangat berpengaruh pada produksi sperma (pada pria) dan proses ovulasi (pada wanita). Pada pria, stres bisa berdampak lebih buruk dari yang dibayangkan, karena kuantitas dan kualitas sperma dapat menurun drastis.

6. Perhatikan asupan makanan

Cara program hamil yang terakhir adalah dengan memerhatikan konsumsi makanan tertentu yang bisa memengaruhi kesuburan. Berikut beberapa asupan makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari:

Perbanyak asupan antioksidan

Antioksidan seperti folat dan zinc dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Keduanya dapat menonaktifkan radikal bebas yang bisa merusak sperma dan sel telur. Sebaliknya, folat dan zinc dapat mengoptimalkan proses ovulasi serta meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

Zinc dan antioksidan bisa didapat dari banyak makanan, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Hindari lemak trans

Meski sudah melakukan berbagai cara program hamil di atas, kamu bisa mengacaukannya dalam sekejap hanya dengan mengonsumsi lemak trans. Adanya lemak jahat bisa mengganggu proses ovulasi karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin.

Lemak trans hampir selalu ada di setiap makanan yang digoreng. Zat tersebut terbentuk dari proses hidrogenisasi, yaitu ketika panas dari minyak mengikat lemak yang ada pada makanan.

Sebuah studi bahkan mengaitkan risiko kemandulan pada pria atau wanita yang sering mengonsumsi lemak itu.

Perbanyak serat

Serat membantu tubuh membuang kelebihan hormon dan menjaga keseimbangan gula darah. Jenis serat tertentu dapat membantu menghilangkan kelebihan estrogen dengan mengikatnya di usus.

Penelitian pada 2009 menyebutkan bahwa serat larut seperti yang ada di alpukat, ubi jalar, gandum, dan buah-buahan bisa membantu menjaga keseimbangan estrogen dan progesteron.

Batasi protein hewani

Mengganti sumber protein hewani seperti daging, ikan, dan telur dengan produk nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian diyakini dapat menurunkan risiko infertilitas atau kemandulan.

Sebuah publikasi pada 2011 memaparkan, orang yang rutin mengonsumsi protein dari sumber nabati (bukan hewani) bisa menurunkan risiko infertilitas hingga 50 persen. Tahu dan tempe bisa menjadi menu andalan, karena memiliki protein yang cukup tinggi.

Cukupi asupan zat besi

Mengonsumsi makanan dengan tinggi zat besi bisa menurunkan risiko infertilitas, lho. Nutrisi tersebut juga dapat mengoptimalkan proses ovulasi pada wanita.

Tapi, sama seperti protein, ada baiknya kamu memilih produk nabati daripada hewani. Mengutip dari Healthline, zat besi dari produk hewani cenderung lebih sulit diserap oleh tubuh.

Nah, itulah berbagai cara program hamil yang bisa dilakukan untuk meningkatkan potensi pembuahan. Bicarakan lebih dulu dengan dokter untuk menentukan cara mana yang lebih tepat untuk dilakukan. Selamat mencoba!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 1 Februari 2021, 16 Natural Ways to Boost Fertility.
  2. Healthline, diakses 1 Februari 2021, How to Increase Your Chances of Getting Pregnant.
  3. Healthline, diakses 1 Februari 2021, Babymaking 101: Ways to Get Pregnant Faster.
  4. Today’s Parent, diakses 1 Febaruari 2021, 6 ways to increase your chances of getting pregnant.
  5. Live Science, diakses 1 Februari 2021, Trying to conceive: 10 tips for women.
  6. WebMD, diakses 1 Februari 2021, 7 Tips for Getting Pregnant Faster.
  7. NHS UK, diakses 1 Februari 2021, Treatment-Infertility.
  8. NHS UK, diakses 1 Februari 2021, Intrauterine insemination (IUI).
  9. NHS UK, diakses 1 Februari 2021, IVF.
  10. The American College of Obstetricians and Gynecologists, diakses 1 Februari 2021, Evaluating infertility.
  11. American Society for Reproductive Medicine, diakses 1 Februari 2021, Smoking and Infertility.
  12. Fertstert.org, diakses 1 Februari 2021, Bee propolis versus placebo in the treatment of infertility associated with minimal or mild endometriosis: A pilot randomized controlled trial. A modern trend.
  13. Fertstert.org, diakses 1 Februari 2021, Cervical mucus monitoring prevalence and associated fecundability in women trying to conceive.
  14. Fertstert.org, diakses 1 Februari 2021, Effect of ejaculatory abstinence period on the pregnancy rate after intrauterine insemination.
  15. Fertstert.org, diakses 1 Februari 2021, Optimizing natural fertility: a committee opinion.
  16. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Februari 2021, The association between trans fatty acids, infertility and fetal life: a review.
  17. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Februari 2021, Effect of daily fiber intake on reproductive function: the BioCycle Study.
  18. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Februari 2021, Protein intake and ovulatory infertility.
  19. Planned Parenthood, diakses 1 Februari 2021, How Pregnancy Happens.

    register-docotr