Info Sehat

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Saat Asma Kambuh!

February 7, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Serangan asma mungkin sangat sedikit terjadi, tapi kondisi ini bisa menjadi berbahaya dengan sangat cepat. Memberikan pertolongan pertama saat asma kambuh bisa menjadi kunci agar gejala yang timbul tidak menjadi parah. 

Saat serangan asma datang, saluran udara menyempit karena pembengkakan dan inflamasi. Otot di sekitarnya pun mengencang sehingga penderita asma akan kesulitan bernapas.

Gejala asma

Berikut ini merupakan gejala yang timbul ketika kamu mengalami serangan asma:

  • Batuk yang tidak mau berhenti
  • Mengi ketika kamu menarik napas
  • Sesak napas
  • Napas yang menjadi cepat
  • Wajah yang pucat dan berkeringat

Gejala-gejala ini tidak melulu datang secara tiba-tiba. Terkadang gejala timbul secara perlahan selama beberapa jam atau hari. Karena itu setiap penderita asma harus waspada.

Pertolongan pertama saat asma kambuh

Dilansir laman redcross.org.uk, berikut ini adalah pertolongan pertama saat asma kambuh:

Dudukkan orang tersebut dalam posisi nyaman

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam memberikan pertolongan pertama saat asma kambuh adalah membantu penderita tersebut duduk di posisi nyaman dan siapkan obat mereka.

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, seseorang yang mengalami serangan asma akan mendapati saluran udaranya menyempit. Untuk mengatasi ini, diperlukan inhaler agar otot yang tegang tersebut menjadi kendur.

Dengan demikian, saluran udara akan melebar kembali sehingga mereka akan mudah bernapas.

Pastikan mereka menggunakan inhaler

Yakinkan penderita dan minta dia untuk menggunakan dosis inhaler yang biasa digunakan. Minta dia untuk bernapas perlahan dan dalam.

Serangan asma yang ringan biasanya akan mereda dalam beberapa menit. Jika kondisi penderita tidak membaik dalam beberapa menit, kemungkinan dia mengalami serangan yang parah.

Untuk itu, minta dia untuk mengisap inhaler setiap 30 sampai 60 detik sampai 10 isapan. Bantu penderita menggunakan inhaler jika kamu melihat dia membutuhkan bantuan.

Pertolongan pertama saat asma parah kambuh

Jika serangan asma tersebut parah dan semakin memburuk, penderita menjadi terlihat lelah atau itu adalah serangan pertamanya, maka segeralah cari pertolongan medis.

Awasi pernapasannya dan bagaimana dia merespons. Jika belum juga ada pertolongan medis dalam waktu 15 menit, ulangi lagi langkah pemberian inhaler pada penderita.

Jika kamu melihat penderita asma sama sekali tidak merespons, maka cobalah berikan CPR padanya.

Mengatasi asma dengan obat rumahan

Mengutip situs kesehatan Healthline, ada beberapa obat rumahan yang diyakini beberapa orang bisa menjadi pelengkap pengobatan asma yang dijalani para penderita. 

Meskipun demikian, obat-obatan ini tidak terbukti secara ilmiah mampu mengatasi serangan asma. Beberapa di antaranya adalah:

Teh atau kopi berkafein

Kafein yang terkandung didalam teh hijau atau hitam dan juga kopi dipercaya mampu membantu mengatasi asma. Minuman ini bekerja mirip dengan theophylline, obat asma yang terkenal, yang dapat membuka saluran udara.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menyebut kafein dapat meningkatkan fungsi pernapasan pada penderita asma selama 4 jam.

Meskipun demikian, tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan kalau kafein mampu mengatasi gejala asma.

Minyak eucalyptus

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam buletin Biological & Pharmaceutical menemukan elemen utama eucalyptus, 1,8-cineole, dapat mengurangi inflamasi saluran udara pada tikus. 

Para peneliti menduga dengan menghirup uap minyak esensial eucalyptus pun bisa membantu orang yang terkena penyakit asma.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan. Karena dalam sebuah kajian yang dilakukan pada tahun 2018 disebutkan kalau minyak esensial, termasuk eucalyptus, bisa menghasilkan senyawa kimia berbahaya. 

Latihan pernapasan

Sebuah kajian yang dilakukan pada tahun 2014 menyebut latihan pernapasan yang rutin dapat meringankan gejala asma dan kesehatan mental. Latihan ini pun diduga dapat mengurangi kebutuhan akan pengobatan asma.

Beberapa latihan pernapasan tersebut adalah:

  • Latihan bernapas lewat hidung
  • Bernapas secara perlahan
  • Bernapas yang dikontrol dan ditahan

Meskipun demikian, pernapasan-pernapasan ini bukan teknik yang harus dilakukan ketika serangan asma datang.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang pertolongan pertama saat asma kambuh. Selalu pahami bagaimana memberikan pertolongan yang baik, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. British Red Cross, diakses 05 Februari 2021. First aid for someone who is having an asthma attack
  2. St John Ambulance, diakses 05 Februari 2021. Asthma Attack – Symptoms & First Aid Advice
  3. Healthline, diakses 05 Februari 2021. Asthma Attacks: Are there home remedies?
  4. Cochrane Library, diakses 05 Februari 2021. Caffeine for asthma – Welsh, EJ – 2010
  5. ErsJournals, diakses 05 Februari 2021. Key points
  6. Springer Link, diakses 05 Februari 2021. Volatile chemical emissions from essential oils
  7. National Library of Medicine, diakses 05 Februari 2021. Effect of 1.8-Cineole in Dermatophagoides pteronyssinus-Stimulated Bronchial Epithelial Cells and Mouse Model of Asthma
    register-docotr