Kehamilan

Benarkah Naik Turun Tangga bisa Sebabkan Keguguran?

January 30, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Moms, pernahkah kamu diperingatkan untuk tidak menaiki tangga saat hamil untuk menghindari hal buruk termasuk keguguran? Sebenarnya, peringatan ini tidak sepenuhnya salah.

Namun, bukan berarti juga kalau Moms diharamkan menaiki tangga saat hamil. Ada kalanya menaiki tangga itu aman, ada juga saat di mana Moms untuk menghindarinya.

Apakah naik turun tangga berisiko keguguran?

Selama dilakukan dengan sangat berhati-hati, naik turun tangga aman dilakukan selama kehamilan. Salah satu ketakutan terbesar dari aktivitas ini adalah risiko jatuh atau tersandung dari tangga.

Naik turun tangga masih aman karena selama awal kehamilan tubuh masih seimbang. Namun, pada bulan-bulan terakhir kehamilan, pergeseran pusat gravitasi tubuh Moms meningkatkan risiko jatuh.

Pada tahap ini terjatuh dari tangga terutama pada bagian perut dapat menimbulkan komplikasi.

Pada usia kehamilan 37 minggu, bayi akan turun ke panggul, sehingga Moms lebih mudah bernapas. Namun, tambahan berat bayi cukup bulan membuat Moms sulit menaiki tangga.

Baca Juga : Penting, Ini Penyebab Keguguran yang Wajib Diketahui Bumil

Naik turun tangga pada trimester pertama kehamilan

Umumnya, Moms masih boleh naik turun tangga pada trimester pertama karena aktivitas ini masih tergolong aman.

Kecuali jika Moms memiliki riwayat atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan dokter melarang Moms naik turun tangga.

Ada beberapa keadaan pada awal kehamilan yang membuat Moms harus menghindari aktivitas naik turun tangga. Di antaranya:

  • Moms pernah mengalami keguguran sebelumnya. Jika Moms bertanya-tanya apakah naik tangga bisa menyebabkan keguguran, ada kemungkinan hal itu terjadi jika Moms memiliki riwayat keguguran.
  • Moms mengalami perdarahan atau kram
  • Menderita pusing
  • Hamil kembar
  • Memiliki plasenta yang lebih rendah
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah
  • Dokter menyarankan untuk istirahat di tempat tidur.

Selain itu, Moms juga disarankan menghindari naik turun tangga apabila memiliki penyakit apapun yang dapat membuat Moms merasa pusing atau kehilangan keseimbangan. Jika Moms tidak memiliki masalah di atas, Moms dapat terus menaiki tangga. 

Baca Juga : Tanda-Tanda Keguguran yang Harus Diwaspadai, Bisa Tanpa Perdarahan?

Naik turun tangga pada trimester 2 dan 3 kehamilan

Perut yang semakin membesar dan berat badan bayi yang juga semakin bertumbuh, dapat memengaruhi keseimbangan Moms saat bergerak.

Berjalan normal saja mungkin Moms sudah kesulitan, apalagi harus naik turun tangga. Naik turun tangga pada trimester kedua dan ketiga bisa jadi tidak aman lho, Moms.

Berikut beberapa alasannya:

  • Tersandung. Jika Moms terpeleset atau tersandung lalu jatuh, maka Moms dan si Kecil bisa mengalami cedera serius.
  • Tekanan di punggung. Saat perut membesar, Moms cenderung mulai merasakan tekanan karena bertambahnya berat badan. Hal ini dapat membuat Moms pusing dan membungkuk ke bawah saat menuruni tangga.
  • Kaki bengkak. Jika Moms mengalami kaki bengkak selama kehamilan, menaiki tangga bisa memberi tekanan tambahan pada kaki dan memperparah pembengkakan.
  • Napas tidak teratur. Naik turun tangga bisa membuat Moms “ngos-ngosan” atau napas jadi tidak teratur. Ini bisa memengaruhi suplai oksigen ke si Kecil di dalam rahim.
  • Kehilangan keseimbangan. Saat perut makin buncit, pusat gravitasi tubuh akan berubah, sehingga akan lebih sulit bagi Moms menjaga keseimbangan.

Baca Juga : Keguguran Tanpa Pendarahan, Apa Mungkin? Ini Dia Penjelasannya!

Tips aman naik turun tangga saat hamil

Naik turun tangga aman selama kehamilan selama Moms berhati-hati dan nyaman. Jangan pernah naik atau turun tanpa memegang pegangan.

Jika  Moms harus naik turun tangga, ambillah satu langkah pada satu waktu, bergerak perlahan dengan memegang pagar sebagai penyangga, dan bernapaslah dengan kecepatan normal.

Juga, jangan memaksakan diri jika tubuh tidak mampu melakukan aktivitas ini. Berikut beberapa tips aman naik turun tangga saat hamil!

1. Jangan tergesa-gesa!

Saat naik tangga, berjalanlah secara perlahan dengan kecepatan yang sama. Hindari terburu-buru naik atau turun tangga, dan naiki tangga satu per satu.

2. Jangan lupa berpegangan!

Moms, pastikan untuk memegang pegangan dengan setidaknya satu tangan untuk menopang tubuh. Jika Moms memiliki tas atau bawaan yang berat, mintalah seseorang untuk membantu membawanya.

3. Jangan naik tangga yang gelap

Sebelum naik turun tangga, sebaiknya pastikan ada pencahayaan yang cukup. Ini agar Moms bisa melihat sekitar dengan baik dan menghindari salah langkah yang berisiko melukai diri sendiri.

4. Waspadai tangga yang licin

Jangan mencoba menaiki tangga yang basah atau berminyak saat hamil, karena Moms bisa saja terpeleset dan melukai diri sendiri serta bayi.

5. Perhatikan baju yang dipakai

Jika Moms tengah menggunakan dress atau baju yang menjuntai, sebaiknya jangan naik turun tangga. Sebab bisa saja Moms justru tersandung baju sendiri dan terjatuh.

6. Hati-hatilah dengan tangga karpet

Pastikan karpet tidak longgar, karena jika tidak justru dapat menyebabkan Moms tersandung. Selain itu, angkat kaki tinggi-tinggi agar tidak tersandung karpet.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

NHS. Diakses pada 29 Januari 2021. Activity and Exercise during pregnancy

Mom Junction. Diakses pada 29 Januari 2021. Climbing Stairs During Pregnancy: When Is It Safe And When To Avoid?

Parenting Firstcry. Diakses pada 29 Januari 2021. Climbing Stairs During Pregnancy – Safe or Unsafe?

    register-docotr