Kamus Obat

Methampyrone

January 30, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Methampyrone atau metampiron merupakan obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflamatory drug). Selain itu, lebih dikenal dengan nama antalgin, novalgin, atau dipiron.

Obat ini memiliki banyak nama yang lebih umum dikenal dengan nama dagangnya. Methampyrone mulai dipatenkan pada 1922 dan digunakan untuk tindakan medis pertama kali di Jerman.

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat methampyrone, manfaat, cara pakai, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat methampyrone?

Methampyrone adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri, kejang, atau demam. Selain itu, ia juga memiliki efek antiinflamasi sehingga efektif dalam mencegah peradangan.

Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan tablet yang diminum melalui mulut (oral). Beberapa sediaan obat juga telah tersedia dalam bentuk suntikan (injeksi), tetapi penggunaannya terbatas.

Di beberapa negara obat ini tersedia sebagai obat yang bisa didapatkan tanpa resep dokter. Namun, karena efek samping agranulositosis yang kemungkinan terjadi, penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

Apa fungsi dan manfaat obat methampyrone?

Methampyrone memiliki fungsi yang diyakini mampu menghambat sintesis prostaglandin di otak dan sumsum tulang belakang. Sifat ini membuatnya dapat mengatasi demam yang disebabkan oleh prostaglandin.

Methampyrone juga termasuk golongan obat pirazolon turunan fenilbutazone, yang memiliki sifat mampu menekan saraf pusat sehingga meredakan penyebab nyeri.

Obat ini memiliki manfaat untuk meredakan nyeri tingkat sedang hingga parah yang berkaitan dengan kondisi berikut:

1. Neuritis

Neuritis merupakan gangguan peradangan saraf yang ada pada sistem saraf tepi, biasanya juga disebut nyeri neuropati. Peradangan nyeri saraf biasa terjadi sebagai gejala dari beberapa masalah kesehatan lain, misalnya karena penyakit autoimun.

Neuritis atau neuropati seringkali menunjukkan gejala nyeri neuropati yang terasa di sekitar saraf perifer.

Ahli medis memberikan beberapa rekomendasi pengobatan dengan obat-obatan nyeri yang juga memiliki sifat antiinflamasi, salah satunya methampyrone. Beberapa merek obat methampyrone untuk mengatasi gangguan nyeri neuropati, seperti metaneuron tablet.

2. Herpes zoster

Herpes zoster merupakan infeksi virus yang ditandai dengan gejala kulit melepuh dan ruam kemerahan yang menyakitkan di beberapa bagian tubuh.

Gejala umum yang dapat dirasakan adalah rasa nyeri pada bagian yang akan muncul ruam. Gejala lain yang turut menyertai biasanya adalah demam, sakit kepala, dan merasa kelelahan.

Namun, pada beberapa orang dapat muncul gejala nyeri neuropati selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang disebut kondisi neuralgia postherpetic (PHN).

Biasanya, dalam pengobatan herpes zoster, selain diberikan obat antivirus (asiklovir), obat analgesik (pereda nyeri) juga diberikan. Obat pereda nyeri untuk neuropati, seperti metaneuron umum direkomendasikan sebagai terapi tambahan.

Selain sifat analgesik yang dimiliki obat ini, sifat antiinflamasi juga menjadi pertimbangan mengapa obat ini direkomendasikan sebagai bentuk pencegahan terjadinya nyeri neuropati.

3. Tumor ganas

Tumor ganas adalah sekelompok sel yang sakit dengan karakteristik pertumbuhan yang tidak terkendali, invasi dan kerusakan sel sehat, atau metastasis (menyebar) ke organ tubuh lainnya.

Pada tumor ganas (kanker), rasa nyeri hebat umum muncul sebagai gejala. Selain perawatan untuk mengangkat sel-sel kanker dengan operasi, biasanya pengobatan diberikan analgesik non-inflamasi kuat untuk meredakan nyeri.

Beberapa obat yang direkomendasikan termasuk methampyrone sebagai terapi alternatif tambahan untuk menurunkan tingkat nyeri.

Yang perlu diperhatikan, mungkin obat ini bisa berinteraksi saat melakukan kemoterapi. Penggunaannya diawasi ketat oleh ahli medis saat digunakan untuk nyeri karena kanker.

4. Spondilitis

Spondilitis merupakan salah satu bentuk masalah peradangan yang menyerang tulang belakang.

Gangguan ini bisa menyerang beberapa persendian tubuh, salah satunya disebut ankylosing spondylitis. Gangguan ini terjadi akibat peradangan yang melibatkan tulang belakang dan sendi sakroiliaka.

Masalah ini seringkali menimbulkan nyeri parah di sisi lain gejala peradangan yang muncul. Pengobatan gangguan ini dapat diberikan obat-obatan analgesik NSAID, termasuk methampyrone, ibuprofen, indometasin, naproxen, dan jenis lain.

Rekomendasi pengobatan spondilitis dengan obat analgesik NSAID telah terbukti cukup efektif dalam mengurangi nyeri dan peradangan. Biasanya, pengobatan selain operasi dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

5. Nyeri pascaoperasi

Obat ini juga dapat diberikan sebagai pereda nyeri pascaoperasi. Biasanya, bentuk umum obat yang diberikan sebagai injeksi (suntikan).

Penggunaan obat ini didasarkan pada sifat antiinflamasinya yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah peradangan yang mungkin terjadi. Selain itu, obat ini juga mampu meredakan nyeri hebat yang mungkin terjadi pascaoperasi.

Merek dan harga obat methampyrone

Obat ini telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Namun, untuk mendapatkan obat ini kamu harus menyertakan resep dokter karena obat ini termasuk dalam golongan obat keras.

Berikut informasi beberapa nama generik dan merek dagang obat methampyrone beserta harganya:

Obat generik

Antalgin tablet 500mg. Obat sediaan generik dari methampyrone 500mg yang paling umum digunakan sebagai pereda nyeri. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp432/tablet.

Obat paten

  • Neuralgin Rx Tablet. Sediaan tablet mengandung methampyrone 500mg, tiamin 50mg, piridoksin 10mg, sianokobalamin 10mcg, dan kafein 50mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan karga Rp1.071/tablet.
  • Arsinal tablet. Sediaan oral mengandung methampyrone 300mg, vitamin B1 100mg, vitamin B6 50mg, vitamin B12 0,1mg, vitamin E 30 IU. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.545/tablet.
  • Omegesic 500mg. Sediaan tablet mengandung methampyrone, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp496/tablet.
  • Procolic tablet. Sediaan tablet mengandung metampiron 250mg dan hyoscine butylbromide 10mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp3.187/tablet.
  • Mixalgin FC tablet. Sediaan tablet untuk nyeri neuropati yang mengandung methampyrone 500mg dan beberapa vitamin tambahan. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.097/tablet.
  • Neurosanbe Plus. Sediaan tablet mengandung methampyrone 500mg, vitamin B1 50mg, vitamin B6 100mg, vitamin B12 100mcg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.613/tablet.

Bagaimana cara minum obat methampyrone?

  • Baca panduan cara minum dan dosis obat yang telah tertera di label kemasan obat. Ikuti dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau kurang dari dosis yang disarankan.
  • Obat ini bisa diminum setelah makan. Jika kamu memiliki gangguan fungsi lambung atau usus, sebaiknya minum obat ini bersama dengan makanan.
  • Minum dalam waktu yang sama setiap hari untuk mendapatkan efek terapi yang maksimal dan memudahkan kamu mengingat.
  • Jika lupa minum, segera minum obat apabila waktu minum berikutnya masih lama. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu waktu minum.
  • Sediaan tablet salut selaput diminum sekaligus dengan air putih. Jangan dikunyah, dihancurkan, atau dilarutkan dalam air karena penggunaannya untuk pengobatan lepas lambat.
  • Apabila terdapat obat-obatan yang kamu minum lebih dari satu, berikan jeda waktu minum antar obat. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan. Tanyakan pada dokter mengenai hal ini.
  • Simpan obat methampyrone pada suhu ruangan jauh dari panas dan cahaya matahari setelah digunakan. Pastikan tutup botol obat tertutup rapat saat tidak digunakan.

Berapa dosis obat methampyrone?

Dosis dewasa

Demam dan nyeri hebat

Suntikan intramuskuler atau intravena

  • Dosis lazim: 1gr diberikan hingga 4 kali sehari atau 2,5gr yang diberikan melalui injeksi intravena atau intramuskular selama 5 menit
  • Dosis disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan dan respons pasien
  • Dosis maksimal: 5gr setiap hari

Oral

  • Dosis lazim: 0,5-1g diminum 3-4 kali sehari
  • Dosis maksimal: 4 g setiap hari
  • Durasi pengobatan maksimal hanya 3-5 hari

Dosis anak

Demam dan nyeri hebat

Suntikan intramuskuler atau intravena

  • Anak usia di atas 3 bulan memiliki dosis bervariasi berdasarkan berat badan
  • Dosis untuk anak hanya dapat diberikan setelah ada petunjuk medis dari dokter

Oral

  • Obat hanya diberikan untuk anak usia di atas 3 bulan dengan ketentuan dosis yang bervariasi berdasarkan berat badan
  • Dosis lazim: 8-16mg per kg sebagai dosis tunggal
  • Dosis dapat diulangi bila perlu hingga 3 atau 4 kali sehari

Apakah methampyrone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini tergolong dalam kategori obat C untuk kehamilan trimester pertama dan kedua. Artinya studi pada binatang percobaan telah menunjukkan risiko merugikan pada janin (teratogenik). Pemberian obat dilakukan apabila manfaat obat lebih besar dari risikonya.

Sedangkan untuk kehamilan trisemester ketiga, obat ini termasuk dalam kategori D. Artinya, obat ini telah menunjukkan risiko merugikan pada janin manusia. Namun, potensi manfaat yang diperoleh dapat lebih besar dari risikonya untuk beberapa kondisi tertentu yang mengancam jiwa.

Obat ini juga diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk digunakan selama menyusui.

Selalu konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila kamu sedang hamil atau menyusui.

Apa efek samping obat methampyrone yang mungkin terjadi?

Efek samping penggunaan obat mungkin muncul akibat dosis yang tidak tepat atau karena respons dari tubuh pasien. Berikut efek samping dari penggunaan obat ini:

  • Gangguan hati yang ditandai dengan gejala mual, muntah, pruritus, urine berwarna gelap, nyeri di perut kanan atas
  • Gangguan ginjal akut
  • Agranulositosis dengan konsekuensi melemahnya sistem kekebalan
  • Gangguan darah, seperti anemia hemolitik, anemia aplastik, agranulositosis, trombositopenia, pansitopenia
  • Sakit tenggorokan, dispnea, bronkospasme
  • Hipotensi
  • Mulut kering
  • Alergi yang ditandai dengan gatal-gatal, sesak napas, serta bengkak di beberapa bagian tubuh
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan, seperti eritema, pruritus, ruam, sensasi terbakar, edema lokal, urtikaria
  • Reaksi hipersensitivitas, misalnya syok anafilaksis
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Sindrom Lyell
  • Masalah buang air kecil

Peringatan dan perhatian

Jangan gunakan obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi methampyrone atau obat-obatan fenilbutazon. Perhatikan juga jika kamu pernah mengalami agranulositosis.

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada pasien hipotensi atau riwayat gangguan jantung.

Larangan penggunaan bersamaan dengan obat lain

Selain itu, methampyrone juga tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Aspirin, terutama jika digunakan pada pasien yang memiliki riwayat serangan jantung. Obat ini memiliki sifat antiplatelet yang dapat membatalkan efek anti-agregasi aspirin.
  • Methotrexate, yaitu obat yang digunakan dalam pengobatan kanker dan penyakit autoimun.

Obat ini juga bertindak sebagai penginduksi enzim CYP2B6. Enzim ini memetabolisme obat-obatan tertentu sehingga dapat menurunkan efisiensi obat tersebut. Obat-obatan yang terpengaruh, antara lain:

  • Selegiline, yaitu obat yang digunakan dalam pengobatan depresi dan penyakit Parkinson
  • Bupropion, obat yang digunakan untuk mengobati depresi berat
  • Siklofosfamid, obat yang digunakan untuk mengobati kanker
  • Efavirenz, obat yang dipakai untuk pengobatan HIV
  • Antipsikotik fenotiazin, misalnya klorpromazin

Sebaiknya obat ini juga jangan diberikan bersamaan dengan obat-obatan berikut karena mungkin dapat berinteraksi, yaitu:

  • Obat yang digunakan untuk pengobatan hipertensi
  • Penghambat reuptake serotonin selektif, seperti sertraline dan fluoxetine
  • Obat yang digunakan untuk pengobatan diabetes melitus, terutama turunan sulfonilurea
  • Antibiotik kuinolon, seperti ciprofloxacin, ofloxacin dan levofloxacin

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 20 Januari 2021, Dipyrone | C13H16N3NaO4S – PubChem

Tabletwise, diakses pada 20 Januari 2021, Dipyrone – Uses, Side-effects, Reviews, and Precautions

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 20 Januari 2021, Metamizole: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 20 Januari 2021, DIPIRON | PIO Nas

    register-docotr