Penyakit Jantung

Jantung Berdebar & Sesak Napas: Benarkah Salah Satu Tanda Serangan Jantung?

May 24, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika merasakan jantung berdebar dan sesak napas, salah satu yang terpikirkan bisa jadi kamu mengalami serangan jantung. Keduanya memang dikenal sebagai gejala serangan jantung yang umum terjadi.

Namun, ternyata jantung berdebar dan sesak napas bukan cuma disebabkan oleh masalah jantung lho. Yuk, cari tahu pertanda apa saja jika kamu mengalami jantung berdebar dan sesak napas di waktu yang bersamaan. 

Kondisi yang menyebabkan jantung berdebar dan sesak napas

Jantung berdebar atau yang dikenal dengan istilah palpitasi dan sesak napas adalah dua kondisi yang berbeda, penyebabnya pun berbeda-beda. Namun, jika keduanya terjadi bersamaan, bisa jadi kamu mengalami salah satu hal dari beberapa kondisi seperti berikut ini. 

1. Stres dan gangguan kecemasan

Emosi yang intens dapat memicu pelepasan hormon yang mempercepat detak jantung. Ini yang kemudian membuat seseorang mengalami jantung berdebar. 

Selain emosi, orang yang mengalami serangan panik yang intens juga bisa mengalami debar jantung yang diikuti oleh sesak napas. 

Pada beberapa kasus, gejala lain juga mungkin muncul. Di antaranya berkeringat, menggigil dan nyeri dada. Gejala ini mirip seperti serangan jantung. Jika mengalaminya sebaiknya segera cari bantuan medis untuk mengatasinya. 

2. Olahraga berat

Olahraga atau aktivitas fisik berat dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Alasannya, jantung memompa lebih banyak darah untuk menghasilkan tenaga pada otot yang digunakan untuk berlatih. 

Pada kondisi tertentu, merasakan debaran jantung saat berolahraga adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Karena bisa menjadi tanda bahwa kamu sudah lama tidak berolahraga. 

Namun, jika disertai dengan gejala lainnya, seperti sesak napas, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah debaran jantung dan sesak napas hanya efek dari berolahraga, atau disebabkan penyakit lainnya. 

Pada orang dengan penyakit jantung, sangat mungkin mengalami sesak napas saat berolahraga yang dibarengi dengan munculnya rasa jantung berdebar. 

3. Serangan Asma

Asma dan sesak napas sudah bukan lagi hal yang asing. Sebab, sesak napas memang dikenal sebagai salah satu gejala asma. Namun, apakah asma dapat menyebabkan jantung berdebar? 

Dilansir dari Heart.org, orang dengan asma persisten lebih berisiko 1,5 kali lebih tinggi mengalami gangguan irama jantung yang disebut fibrilasi atrium, dibanding dengan orang yang tidak memiliki asma. 

Kondisi ini memungkinkan orang dengan asma, bisa mengalami sesak napas dan juga merasakan jantung berdebar. Namun, belum diketahui pasti apa yang membuat pasien dengan asma juga berisiko mengalami gangguan ritme jantung. 

“Teorinya adalah dua penyakit tersebut memiliki asal yang sama, yaitu sama-sama penyakit peradangan sistemik,” kata dokter Marc Miller, seorang ahli elektrofisiologi jantung dan asisten profesor kardiologi di Icahn School of Medicine, New York City.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kaitan keduanya. Sementara itu, untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, pasien asma hendaknya menjalani kebiasaan untuk mendukung kesehatan jantung, seperti makan makanan sehat dan rutin berolahraga. 

4. Serangan jantung

Jantung berdebar yang diikuti gejala lain termasuk sesak napas, rasa tidak nyaman, pusing, dada terasa tertekan hingga nyeri dada bisa menjadi tanda serangan jantung. 

Beberapa orang mungkin akan menggambarkan debaran jantung dengan sensasi nyeri dada yang hebat. Bahkan mereka akan mengatakan dapat merasakan detak jantung seperti berada di leher mereka. 

5. Masalah jantung lainnya

Selain tanda serangan jantung, jantung berdebar dan sesak napas juga seringkali dikaitkan dengan masalah jantung lainnya.

Salah satunya adalah fibrilasi atrium. Yaitu kelainan pada irama jantung, di mana jantung berdetak tidak teratur dan seringkali detaknya menjadi lebih cepat. 

Orang dengan fibrilasi atrium juga akan merasakan gejala lain, salah satunya sesak napas. Bisa juga merasakan gejala kelelahan, nyeri dada hingga pingsan. 

Apa yang harus dilakukan jika mengalami jantung berdebar dan sesak napas? 

Terjadinya jantung berdebar dengan gejala lain seperti sesak napas atau nyeri dada dan rasa tidak nyaman, mengindikasikan kondisi yang serius. Saat mengalaminya, hal yang pertama harus kamu lakukan adalah mencari pertolongan medis.

Namun, jika kamu mengalami salah satu di antara keduanya, kamu bisa mencoba melakukan beberapa hal berikut untuk meredakannya. 

Mengatasi jantung berdebar

  • Lakukanlah teknik relaksasi, bisa berupa meditasi, yoga, menghabiskan waktu di luar ruangan, dan menulis jurnal. 
  • Menghentikan asupan stimulan, seperti menghentikan rokok tembakau, obat-obatan terlarang, minuman berkafein, beberapa obat kesehatan mental dan darah tinggi. 
  • Merangsang saraf vagus, yaitu saraf yang menghubungkan otak ke jantung dan membuatnya menenangkan jantung. Bisa dengan batuk, mandi air dingin, mengompres wajah dengan air dingin, menahan napas dan mengejan. 
  • Menjaga keseimbangan elektrolit dengan makanan seperti dengan makanan yang kaya kalium, kalsium, magnesium dan sodium.
  • Menjaga tubuh terhidrasi. 
  • Mengurangi alkohol, karena alkohol berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar.
  • Olahraga teratur, karena dapat menguatkan jantung dan mengurangi jantung berdebar. Bisa dengan cara jogging, bersepeda, berenang dan berjalan. 

Mengatasi sesak napas

  • Melakukan pernapasan bibir, dengan cara menarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, kemudian bentuk bibir seperti akan bersiul, embuskan napas perlahan dalam empat hitungan.
  • Duduk dengan badan agak maju ke depan.
  • Duduk dan bersandar ke meja yang ada di depanmu. 
  • Berdiri dengan punggung yang bersandar.
  • Berdiri dengan kedua tangan bertopang pada meja atau benda lain. 
  • Tidur dalam posisi santai.
  • Melakukan pernapasan diafragma, caranya meletakkan tangan di perut. Lalu tarik napas melalui hidung, dan rasakan perut bergerak di tangan. Kemudian embuskan napas melalui mulut, dengan bibir dalam posisi seperti ingin bersiul. 
  • Menggunakan kipas angin, karena udara sejuk dapat meredakan sesak napas.

Atau kamu juga bisa mencoba minum kopi, karena sebuah studi menemukan bahwa kafein membantu melemaskan otot di saluran udara penderita asma. 

Demikian kondisi yang menyebabkan jantung berdebar dan sesak napas, serta cara mengatasinya. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 21 Mei 2021
9 Home Treatments for Shortness of Breath (Dyspnea)
Medical News Today, diakses 21 Mei 2021
Ways to stop heart palpitations
Heart.org, diakses 21 Mei 2021
Persistent asthma linked to increased risk for heart rhythm disorder
WebMd, diakses 21 Mei 2021
What Causes Heart Palpitations?
Medicenet, diakses 21 Mei 2021
Shortness Of Breath, Numbness And Palpitations

    register-docotr