Kesehatan Anak

Pertumbuhan Bayi ASI Eksklusif Justru Lebih Lambat? Baca Ini Dulu ya Moms

August 2, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menjaga asupan nutrisi si Kecil dengan baik merupakan hal yang harus dilakukan oleh Moms, salah satunya adalah dengan memberikan air susu ibu (ASI) atau susu formula.

Akan tetapi, sebagian orang menganggap bahwa pertumbuhan bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih lambat jika dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Sebab jika dilihat, bayi yang diberikan susu formula terlihat lebih montok dibandingkan yang diberikan ASI.

Lantas, benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, yuk Moms simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Moms Wajib Tahu! Ini Ciri-Ciri Demam yang “Aman” bagi Anak

Benarkah pertumbuhan bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih lambat?

Pada umumnya, bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tahun pertama kehidupannya tumbuh lebih cepat dalam 3 bulan pertama, dan melambat kemudian.

Sementara itu, berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi yang diberikan susu formula biasanya tumbuh lebih cepat setelah usia sekitar 3 bulan. Perbedaan tersebut terus berlanjut bahkan setelah makanan tambahan diperkenalkan.

Meskipun demikian, pada saat mereka berusia dua tahun, pertumbuhan bayi yang diberikan ASI dan susu formula menjadi setara.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Pada dasarnya para ahli tidak yakin mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun yang pasti, hal tersebut benar-benar normal dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Meskipun demikian, terdapat faktor tertentu yang dikatakan berkontribusi terhadap pola pertumbuhan yang berbeda, salah satunya adalah komposisi yang terdapat dalam susu.

Disebutkan bahwa susu formula memiliki komposisi yang berbeda dengan ASI, yang mana dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh.

Dikutip dari laman American Pregnancy Association, ASI memiliki dua jenis protein, yakni whey dan casein. Diperkirakan 60 persennya whey dan 40 persennya casein.

Sementara itu, susu formula, terutama susu formula berbasis susu sapi memiliki lebih banyak casein dibandingkan dengan whey. Whey sendiri berbentuk cair dan sangat mudah dicerna. Sedangkan, casein merupakan molekul protein yang lebih kompleks dan lebih sulit untuk dicerna.

Baca juga: Waspadai Sembelit pada Bayi, Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Hirschsprung!

Faktor perbedaan lain dalam hal pertambahan berat badan

Di samping itu, juga terdapat beberapa faktor lain terkait dengan perbedaan pola pertumbuhan pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dan susu formula, di antaranya adalah:

1. Bayi yang diberikan ASI

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pada umumnya, bayi yang diberikan ASI eksklusif mengalami pertumbuhan atau kenaikan berat badan lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula selama 3 bulan pertama kehidupannya.

Salah satu alasannya yakni ASI adalah makanan dinamis yang terdiri dari nutrisi tepat yang dibutuhkan bayi pada tahap perkembangannya. Sementara itu, susu formula adalah komposisi bahan yang statis.

Untuk alasan yang sama, jumlah ASI yang dipompa, kemudian diterima oleh si Kecil dalam botol terkadang berbeda dari jumlah susu formula yang diterima bayi pada usia yang sama.

Ketika bayi yang diberi susu formula membutuhkan lebih banyak kalori, ia harus minum lebih banyak setiap kali menyusu. Sedangkan, ASI akan berubah komposisi dan kandungan kalorinya bergantung pada kebutuhan bayi, seperti dikutip dari laman Healthline.

2. Bayi yang diberikan susu formula

Bayi yang diberikan susu formula umumnya memiliki pertumbuhan atau kenaikan berat badan lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI setelah 3 bulan pertama kehidupannya.

Faktor lainnya yang juga dikatakan berkontribusi pada pertumbuhan atau kenaikan berat badan adalah bayi yang diberikan susu formula biasanya dibujuk untuk menghabiskan satu botol susu.

Hal tersebut membuat mereka mendapatkan lebih banyak makanan dibandingkan dengan yang dibutuhkan.

Sebuah penelitian pada 2016 bahkan menemukan bahwa menggunakan botol yang lebih besar untuk memberikan susu formula pada bayi dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang lebih cepat pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam hal pertumbuhan bayi

Berat badan seringkali dijadikan indikator utama untuk menilai pertumbuhan si Kecil. Namun yang perlu Moms ketahui bahwa selain berat badan, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menilai pertumbuhan si Kecil, di antaranya adalah:

  • Panjang badan
  • Lingkar kepala
  • Lingkar lengan atas
  • Perkembangan si Kecil.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Moms tidak perlu khawatir mengenai pola pertumbuhan bayi yang diberikan ASI dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Sebab, pada usia 2 tahun pola pertumbuhannya akan setara.

Namun, jika pertumbuhan bayi tidak kunjung bertambah selama dua bulan berturut-turut, Moms diharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Nah itulah beberapa informasi mengenai pertumbuhan bayi yang diberikan ASI dengan susu formula. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

American Academy of Pediatrics (2016). Diakses pada 30 Juli 2021. Bottle Size and Weight Gain in Formula-Fed Infants 

American Pregnancy Association. Diakses pada 30 Juli 2021. What’s In Breast Milk? 

Baby Center. Diakses pada 30 Juli 2021. Is it true that breastfed babies grow more slowly than formula-fed babies? 

Centers for Disease Control and Prevention (2015). Diakses pada 30 Juli 2021. Breastfeeding as the Norm for Infant Feeding 

Healthline (2020). Diakses pada 30 Juli 2021. Baby Weight Gain by Week: Averages for Breastfed and Formula-Fed Kids 

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 30 Juli 2021. Kurva Pertumbuhan WHO 

Kumparan (2018). Diakses pada 30 Juli 2021. Pertumbuhan Bayi ASI Lebih Lambat Dibandingkan Bayi Sufor? 

Very Well Family (2021). Diakses pada 30 Juli 2021. The Protein in Breast Milk 

    register-docotr