Kesehatan Anak

Waspadai Sembelit pada Bayi, Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Hirschsprung!

June 8, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit hirschsprung pada bayi adalah salah satu kondisi langka yang memengaruhi kesehatan usus. Selain dialami bayi, hirschsprung juga umumnya memengaruhi anak-anak yang usianya lebih besar. 

Penyakit hirschsprung pada bayi ini menyebabkan sembelit parah. Kadang dalam kondisi yang parah juga dapat menyebabkan infeksi usus serius. Sudahkah Moms mengenal penyakit hirschsprung pada bayi?

Apa itu penyakit hirschsprung pada bayi?

Penyakit hirschsprung pada bayi adalah kondisi yang memengaruhi usus besar dan menyebabkan masalah buang air besar. Ini adalah kondisi langka yang terjadi karena bawaan. 

Penjelasan mudahnya, penyakit ini terjadi karena hilangnya sel-sel saraf di usus besar bayi. Saraf tersebut yang mengatur pergerakan usus untuk mendorong kotoran keluar melalui anus. 

Pada usus normal, saraf akan membantu gerakan yang membantu mendorong kotoran hingga melewati usus besar. Tapi karena hilangnya saraf di usus, membuat usus bayi yang mengalami penyakit hirschsprung tidak bergerak. 

Akibatnya kotoran berhenti di usus, menumpuk dan terjadi penyumbatan. Ini yang kemudian menyebabkan anak mengalami susah buang air besar. 

Apa saja gejala penyakit hirschsprung pada bayi? 

Tanda dan gejala penyakit hirschsprung berbeda-beda tergantung tingkat keparahan kondisinya. Pada beberapa bayi, gejala bisa terlihat tak lama setelah dilahirkan. Beberapa lainnya, mungkin tidak menunjukkan gejala hingga waktu-waktu yang cukup lama. 

Tapi cara paling mudah mengenali penyakit hirschsprung pada bayi yang baru lahir adalah bayi tidak bisa buang air besar dalam waktu 48 jam setelah lahir. 

Tanda dan gejala lainnya yang mungkin terlihat antara lain:

  • Perut bengkak
  • Muntah berwarna hijau atau kecokelatan
  • Sembelit atau perut kembung, ini membuat bayi baru lahir rewel
  • Diare

Gejala juga mungkin baru muncul setelah bayi beranjak lebih besar, biasanya akan muncul berupa:

  • Perut bengkak
  • Sembelit kronis
  • Kembung
  • Gagal berkembang
  • Kelelahan

Pada kondisi yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi usus serius yang disebut enterokolitis. Tetapi jika dideteksi dini, kondisi ini bisa segera diatasi sesegera mungkin. 

Apa yang menyebabkan penyakit hirschsprung?

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi ini. Tetapi kadang terjadi karena riwayat keluarga. Dalam beberapa kasus, dikaitkan dengan mutasi genetik. 

Kondisi ini biasanya bawaan lahir, bermula saat sel-sel saraf di usus besar tidak terbentuk sempurna. Padahal saraf itu dibutuhkan untuk pergerakan usus. Tanpa saraf tersebut, tinja akan tetap berada di usus besar.

Faktor risiko penyakit hirschsprung

Beberapa faktor yang meningkatkan terjadinya penyakit hirschsprung:

  • Memiliki saudara kandung yang mengalami penyakit ini. Jika ada satu anak yang mengalaminya, anak berikutnya mungkin akan mengalami kondisi yang sama. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki.
  • Memiliki kondisi bawaan lainnya. Hirschsprung seringkali dikaitkan dengan kondisi tertentu seperti down syndrome, dan kelainan lain seperti penyakit jantung bawaan. 

Bagaimana mengobati hirschsprung pada bayi? 

Bagi kebanyakan pasien, kondisi ini diobati dengan cara pembedahan. Bagian usus yang tidak memiliki sel saraf akan dipotong dan diangkat. Ada dua pilihan operasi yang biasanya dilakukan, yaitu pull-through dan ostomi.

Pull-through

Ini adalah prosedur pembedahan dengan cara membuang usus yang bermasalah. Kemudian menyambungkan usus besar yang sehat dengan anus. Biasanya dilakukan dengan metode laparoskopi, yaitu menggunakan alat yang dimasukkan melalui anus. 

Ostomi

Pilihan yang kedua ini biasanya dilakukan pada kondisi yang sudah parah, di mana prosesnya terbagi menjadi dua. Bagian pertama adalah pembuangan usus yang bermasalah.

Kemudian usus tersebut akan disambungkan ke sebuah lubang buatan di perut anak. Untuk sementara waktu, tinja anak akan keluar melalui lubang tersebut, sambil menunggu bagian usus besar untuk sembuh.

Setelah usus besar yang di dalam telah sembuh, akan dilakukan penyambungan usus kembali dan penutupan lubang di perut. Anak akan dapat buang air besar dengan normal lagi melalui anus. 

Pengobatan pascaoperasi

Setelah operasi anak mungkin mengalami sembelit. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan rumahan seperti berikut:

  • Menyajikan makanan berserat tinggi. Jika bayi sudah mulai makan makanan padat, Moms dianjurkan untuk memberi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran dan batasi makanan rendah serat lainnya. 
  • Pada bayi yang lebih kecil, konsultasikan pada dokter susu formula yang mungkin dapat membantu. Beberapa jenis susu dapat membantu meringankan sembelit. 
  • Meningkatkan asupan cairan. Bantu anak untuk lebih banyak minum. Selain membantu tetap terhidrasi juga membantu meringankan sembelit.

Selain itu, jika operasi dilakukan pada anak yang lebih besar, efek sembelit bisa diatasi dengan pencahar. Tapi, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai obat yang dapat diberikan kepada anak. 

Demikian informasi tentang penyakit hirschsprung pada bayi, dari gejala, penyebab hingga cara mengatasinya. 

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, diakses 7 Juni 2021
Hirschsprung’s disease
NHS, diakses 7 Juni 2021
Hirschsprung’s disease
WebMd, diakses 7 Juni 2021
What Is Hirschsprung’s Disease?

    register-docotr