Kesehatan Anak

Moms Wajib Tahu! Ini Ciri-Ciri Demam yang “Aman” bagi Anak

July 16, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika anak demam, mungkin saja Moms menjadi khawatir. Ketika ini terjadi, sebagian anak mungkin saja menjadi tidak lebih aktif. Akan tetapi, sebagian lainnya mungkin saja tetap aktif. Lalu, apa penyebab anak demam tetapi masih aktif?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk Moms ketahui selengkapnya di sini.

Baca juga: Waspadai Bahaya Asap Rokok yang Menempel di Baju bagi Kesehatan Bayi

Apa penyebab anak demam tapi masih aktif?

Demam memang dapat membuat Moms khawatir. Namun sebenarnya, demam dapat menjadi “teman” bagi anak.

Perlu Moms ketahui bahwa demam adalah pertanda bahwa sistem kekebalan anak melakukan tugasnya untuk melawan infeksi.

Dikutip dari laman Parents, otak memerintahkan suhu tubuh untuk naik, yang pada gilirannya mengarahkan sel darah putih untuk menyerang virus atau bakteri yang menyerang tubuh. Anak-anak dari segala usia biasanya dapat mentolerir demam tanpa komplikasi.

Di sisi lain, suhu tubuh yang tinggi juga dapat membuat bakteri dan virus penyebab infeksi sulit untuk bertahan hidup. Maka dari itu, demam tidak serta merta dapat menyebabkan seorang anak menjadi tidak aktif.

Menurut, asisten profesor di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, Dr. Hannah Chow-Johnson, demam sebenarnya dapat membantu anak untuk pulih lebih cepat, terutama jika ia sedang berjuang melawan penyakit virus.

Penyebab lain

Di samping itu, infeksi yang berlangsung ringan juga menjadi penyebab anak tetap aktif meskipun mengalami demam. Dilansir dari laman Kids Health, suhu tubuh juga dapat berubah sepanjang hari. Biasanya lebih rendah di pagi hari dan tinggi di malam hari.

Di sisi lain, suhu tubuh juga dapat bervariasi ketika anak-anak berlarian, bermain, dan berolahraga. Maka dari itu, suhu tubuh yang berfluktuasi sepanjang hari juga bisa menjadi faktor lain si Kecil tetap aktif meskipun memiliki suhu yang hangat.

Baca juga: Mengenal Diet GAPS, Dipercaya dapat Mengobati Autisme

Apakah hal tersebut aman?

Demam dapat terjadi ketika suhu tubuh berada di atas tingkat normal. Biasanya didefinisikan sebagai suhu di atas 37,5 derajat Celcius. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa demam sebenarnya disebabkan oleh sistem kekebalan anak yang melawan bakteri atau virus.

Bakteri atau virus tidak menyukai suhu yang lebih tinggi. Inilah sebabnya tubuh akan mengirim hormon untuk meningkatkan suhu setiap kali melawan infeksi. Orang tua perlu memahami bahwa demam adalah cara tubuh untuk mengendalikan respons imun.

Demam sendiri kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus, dan kebanyakan akan hilang dalam beberapa hari, yang terpenting adalah Moms harus memastikan asupan cairan dalam tubuh si Kecil agar ia tidak mengalami dehidrasi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, demam yang berlangsung kurang dari 5 hari bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, terutama jika anak masih menjalani aktivitas normalnya, seperti bermain, makan, atau minum.

Kapan harus mengunjungi dokter?

Meskipun demikian, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai oleh Moms. Sebaiknya segeralah hubungi dokter apabila:

  • Bayi berusia di bawah 3 bulan dan mengalami demam
  • Demam yang berlangsung lebih dari 5 hari
  • Demam dengan suhu 40 derajat Celcius yang juga tidak kunjung reda, meskipun si Kecil telah mengonsumsi obat penurun demam
  • Anak yang mengalami demam, namun tidak aktif seperti biasanya, serta menolak untuk makan atau minum
  • Demam yang disertai gejala lainnya, misalnya saja diare atau muntah
  • Frekuensi demam lebih sering terjadi, meskipun hanya berlangsung beberapa jam setiap malam
  • Mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih sedikit dibandingkan dengan biasanya, tidak mengeluarkan air mata saat menangis
  • Timbul ruam pada kulit
  • Anak kesulitan untuk bernapas
  • Demam yang juga tidak kunjung reda
  • Demam di atas 38 derajat Celcius

Selain itu, Moms juga dapat menghubungi dokter kapan pun ketika Moms khawatir mengenai kondisi yang dialami si Kecil.

Itulah beberapa informasi mengenai demam pada anak. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2015). Diakses pada 15 Juli 2021. Your Child’s Fevers: 5 Common Myths Debunked 

Kids Health (2018). Diakses pada 15 Juli 2021. Fevers 

Medicine Net (2012). Diakses pada 15 Juli 2021. When to Worry About Your Child’s Fever 

NHS Inform (2021). Diakses pada 15 Juli 2021. Fever in children

Parents. Diakses pada 15 Juli 2021. Toddler Fever Fears: A Guide for Treating Fever in Kids 

Tempo.co (2012). Diakses pada 15 Juli 2021. Ini Ciri-ciri Demam yang “Aman” bagi Anak 

    register-docotr