Diet dan Nutrisi

Tren Jajanan Croffle: Kandungan Gizi dan Cara Sehat Mengonsumsinya

July 16, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Selain dalgona coffee dan garlic bread, kini mulai kembali viral tren makanan lain yaitu croffle. Ya, sampai saat ini banyak orang yang penasaran dengan menu jajanan yang satu ini.

Apa saja kandungan nutrisi croffle? Adakah cara aman mengonsumsinya agar tak berisiko bagi kesehatan?

Apa itu croffle? 

Seperti dilansir laman Bakemag, croffle berasal dari gabungan dua menu yaitu croissant dan waffle.

Namun hal tersebut bukan berarti adonan croissant dan waffle yang digabung atau dimasak jadi satu, ya. Cara membuat croffle sendiri adalah dengan memasukkan adonan croissant pada alat pemasak waffle.

Camilan croffle ini dapat disajikan dengan kopi atau susu hangat sebagai menu sarapan. Kudapan ini membuat adonan croissant yang lembut dan kaya akan mentega menjadi sajian yang renyah. 

Tekstur croffle sendiri sebenarnya lebih padat daripada croissant, tetapi tidak terlalu kering seperti pada umumnya.

Awal mula lahirnya menu croffle 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menu makanan croissant atau waffle, keduanya terkenal sebagai sarapan ala Barat. 

Croissant umumnya memiliki bentuk seperti bulan sabit, sementara waffle memiliki banyak bentuk tergantung cetakannya. Perpaduan rasa yang renyah sekaligus lembut bisa kamu temukan dalam croffle

Melansir laman The Taste, chef Louise Lennox awalnya memiliki ide untuk menyatukan dua jenis kudapan tersebut menjadi makanan penutup yang lezat. Kemudian, ia mendapatkan tawaran untuk mengembangkan ide kreasi makanan miliknya tersebut. 

Selanjutnya pada tahun 2017, menu croffle akhirnya dijual untuk kali pertama di sebuah kafe di pusat Dublin. Croffle dibuat dari adonan croissant yang kemudian dimasak dengan cara dipanggang dalam cetakan waffle.  

Croffle bisa disajikan sebagai makanan penutup dengan cita rasa manis atau gurih, tergantung pada topping yang dibuat.

Apa saja kandungan gizi dalam croffle

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebenarnya croffle dibuat menggunakan adonan croissant. Informasi nutrisi berikut disediakan oleh USDA untuk satu croissant besar (67 gram): 

  • Kalori: 272
  • Lemak: 14 gram
  • Natrium: 313 mg
  • Karbohidrat: 31 gram
  • Serat: 1,7 gram
  • Gula: 7,5 gram
  • Protein: 5,5 gram

Menurut penjelasan laman Very Well Fit, kalori dalam croissant akan tergantung pada ukurannya. Data yang tercantum di bawah ini adalah untuk croissant dengan ukuran menengah atau standar: 

  • Mini croissant: 114 kalori, 2 gram protein, 13 gram karbohidrat, 1 gram serat, 6 gram lemak, 3 gram lemak jenuh. 
  • Croissant kecil: 171 kalori, 3 gram protein, 19 gram karbohidrat, 1 gram serat, 9 gram lemak, 5 gram lemak jenuh. 
  • Croissant besar: 272 kalori, 5 gram protein, 31 gram karbohidrat, 2 gram serat, 14 gram lemak, 8 gram lemak jenuh.

Kemudian jikakamu yang menambahkan topping ke croissant, tentu juga akan meningkatkan jumlah lemak dan kalorinya.

Apakah croffle baik bagi kesehatan?

Croffle yang menggunakan bahan croissant sebenarnya tidak terlalu baik bagi kesehatan jika masuk dalam menu untuk rencana diet sehat, hal itu karena menu makanan ini tidak memberikan banyak nilai gizi. 

Bahkan beberapa ahli diet mengatakan bahwa makanan yang dipanggang adalah sumber ‘kalori kosong’.

Makanan berkalori rendah menyediakan energi terutama dalam bentuk gula tambahan dan lemak padat yang tidak sehat, seperti lemak jenuh atau lemak trans. Banyak makanan berkalori kosong juga menyediakan kadar natrium yang tinggi.

Namun jika kamu menyukai croissant, sebaiknya pilihlah dengan ukuran atau porsi kecil sebagai gantinya. Alternatif lainnya jika kamu memilih ukuran besar, bisa memotong porsi menjadi dua dan pastikan jangan mengonsumsinya secara berlebihan dalam sehari. 

Selain itu, sangat disarankan untuk tidak menggunakan mentega tambahan sama sekali. Adonan croissant sudah dipanggang dengan mentega, sehingga kamu bisa mendapatkan rasa krim tanpa menambahkan spread.

Resep croffle sehat 

Bagi kamu yang ingin membuat croffle berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan: 

  • 200 gram tepung terigu
  • 20 gram gula pasir
  • 6 gram susu skim bubuk.
  • 20 gram mentega tawar yang sudah dibekukan
  • 4 gram ragi instan
  • 2 butir telur
  • 250 ml air hangat
  • 1 sdt garam

Cara membuat: 

  • Campurkan air hangat dan ragi, kemudian tunggu. 
  • Masukkan tepung pada wadah berbeda. Lalu, tambahkan gula, garam, susu skim, dan mentega. Aduk hingga rata. 
  • Masukkan telur ke dalam adonan ragi. Kemudian masukkan adonan ragi yang tercampur telur ke dalam adonan tepung dan aduk hingga rata. 
  • Selanjutnya, tuangkan adonan pada meja yang telah dilapisi plastik. Uleni adonan hingga kalis. Pindahkan adonan ke dalam mangkok dan tutup dengan menggunakan lap kering. Diamkan hingga adonan mengembang sampai berukuran dua kali lipat.
  • Sambil menunggu, buat adonan mentega di dalam croissant. Pipihkan mentega tawar beku dengan rolling pin. Taburi tepung agar tidak lengket. 
  • Bungkus mentega yang telah pipih dengan plastic wrap, simpan dalam lemari pendingin selama 15 menit. 
  • Selanjutnya, keluarkan adonan roti dari mangkuk. Pipihkan adonan, tapi jangan terlalu tipis atau tebal, ya. Taruh mentega di atas adonan roti yang sudah dipipihkan dan lipat adonan hingga mentega tertutup. 
  • Setelah itu, giling kembali adonan. Hati-hati, jangan sampai mentega keluar dari adonan.
  • Selanjutnya, diamkan adonan di suhu ruang selama 30 menit dan lipat kembali adonan, kemudian lakukan hal yang sama sampai tiga kali. 
  • Pipihkan adonan kembali dan rapikan sampai berbentuk persegi panjang. Iris adonan membentuk segitiga siku-siku. Gulung masing-masing adonan yang telah diiris dari bawah ke atas hingga membentuk croissant. Lakukan pada adonan lainnya sampai habis dan diamkan beberapa saat di dalam suhu ruang. 
  • Siapkan alat pembuat waffle. Letakkan adonan pada alat pembuat waffle. Mentega dari croissant akan meleleh mengikuti bentuk cetakan. 
  • Angkat croffle dari alat pembuat waffle, apabila adonan croffle berwarna kecokelatan.

Kamu bisa menambahkan dengan topping kesukaan seperti taburan gula merah, keju, selai dan madu. Tetapi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa menambahkan topping ke croissant tentu juga akan meningkatkan lemak dan kalori. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Thetaste.ie (2021) diakses pada 15 Juli 2021. Is The Croffle Pastry Perfection? Chef Louise Lennox Thinks So
  2. Bakemag.com (2017) diakses pada 15 Juli 2021. Dublin pastry chef introduces food hybrid known as the croffle
  3. Verywellfit.com (2021) diakses pada 15 Juli 2021. Croissant Nutrition Facts
  4. Id.julinse.com (2021) diakses pada 15 Juli 2021. Fakta Nutrisi Croissant
  5. Nilaigizi.com (2020) diakses pada 15 Juli 2021. Croissant 
    register-docotr