Kesehatan Anak

Menggunakan Teether untuk Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi, Efektifkah?

January 7, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika memasuki masa pertumbuhan gigi, si Kecil tentu akan mengalami serangkaian rasa sakit, gatal dan tidak nyaman.

Pertumbuhan gigi anak rata-rata dimulai pada usia 4-7 bulan sambil diiringi gejala seperti demam ringan, iritabilitas, berliur, serta keinginan untuk mengunyah benda yang keras. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada banyak cara yang dilakukan oleh orang tua. Salah satunya dengan memberi teether atau mainan yang khusus dirancang untuk digigit dan memberikan rangsangan pada gigi bayi.

Efektifitas teether untuk pertumbuhan gigi bayi

Berdasarkan informasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), pertumbuhan gigi bayi dapat dirangsang dengan menggosok gusi bayi menggunakan jari yang bersih serta menggunakan teether yang terbuat dari karet keras untuk dikunyah.

Teether dapat meredakan nyeri pada gusi sensitif. Ketika bayi menekan gusi pada permukaan teether, ini akan memberikan tekanan balik pada gigi yang sedang tumbuh sekaligus memberi pijatan alami di area gusi. 

Di samping itu, National Health Service (NHS) Inggris, juga menyatakan kalau teether dapat mengalihkan rasa sakit dan berbagai ketidaknyamanan yang dirasakan oleh bayi saat gigi sedang tumbuh.

Teether yang berbentuk seperti cincin atau ring teether adalah produk yang direkomendasikan karena bentuknya aman dan tidak berisiko tertelan oleh bayi.

NHS juga menyarankan agar para orang tua menyimpan ring teether didinginkan terlebih dahulu di lemari es. Sensasi dinginnya dapat membantu menenangkan gusi bayi. Namun ring teether tidak boleh disimpan di dalam freezer karena teether yang beku justru akan merusak gigi bayi. 

Selain ring teether, sendok juga ternyata efektif bekerja sebagai teether. Dilansir dari Mayo Clinic, sendok makan anak yang didinginkan dapat membantu menenangkan gusi bayi. Namun sendok tidak boleh dicelupkan ke dalam zat-zat pemanis, agar gigi dan gusi bayi tidak rusak. 

Baca juga: 4 Menu MPASI dari Kentang yang Mudah Dibuat dan Kaya Gizi

Cara memilih teether untuk bayi

Ada banyak pilihan teether yang dijual di pasaran, untuk itu orang tua harus benar-benar selektif dalam memilih teether mana yang tepat dan aman bagi si Kecil.

Berikut ini tips memilih teether untuk bayi:

  • Hindari teether dalam bentuk kalung, gelang, dan perhiasan. Teether jenis seperti ini bisa pecah dan menimbulkan risiko tersedak. Bayi juga bisa terlilit bila teether dilingkarkan di leher. 
  • Hindari produk teether yang membutuhkan baterai. Bagian baterai, tutup baterai, atau sekrup dapat lepas dan menimbulkan risiko bayi tersedak.
  • Selalu awasi bayi ketika bermain. Jangan biarkan bayi bermain dengan mainan apa pun saat sendirian. 
  • Hindari produk teether yang berisi cairan. Teether dengan kandungan cairan berpotensi rusak atau meletus saat digigit. Paparan cairan di dalam teether juga dapat berbahaya bagi bayi. 
  • Pastikan teether terbuat dari bahan yang aman. Pilihlah mainan gigitan yang bebas dari bahan BPA (bisphenol-A) serta pastikan bahan mainan tidak memicu alergi atau iritasi. 

Bayi cenderung menyukai warna mainan gigitan yang cerah, pilihlah mainan dengan warna yang menarik serta mudah dipegang.

Sediakan juga beberapa pilihan mainan gigitan karena beberapa teether memiliki permukaan yang berbeda sehingga dapat memberikan dampak yang beda juga untuk bayi. 

Baca juga: Jangan Buru-buru, Ini Rekomendasi Usia yang Tepat untuk Bayi Bisa Minum Air putih

Pilihan lain untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi

Salah satu tanda bayi sedang tumbuh gigi adalah ia mulai mengunyah jari, mainan, atau benda lain yang dipegang. 

Bila bayi sudah berusia 6 bulan, bayi bisa diberi makanan sehat untuk ia kunyah, misalnya potongan buah dan sayuran seperti apel atau wortel. Namun hindari memberi bayi biskuit keras karena biasanya biskuit keras memiliki kandungan gula yang tidak baik untuk kesehatan giginya. 

Obat seperti paracetamol dan ibuprofen juga mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk dikonsumsi bayi saat ia merasakan sakit yang tidak tertahankan.

Obat ini cocok untuk meredakan gejala tumbuh gigi pada bayi dan anak kecil berusia 3 bulan atau lebih. Namun pemberian obat harus dengan pengawasan dokter. 

Selain itu, mengajak si Kecil bermain juga dapat mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang sedang terjadi. Buatlah anak merasa nyaman dan tenang, dengan begitu rasa sakitnya akan mereda. Jangan lupa juga untuk selalu membersihkan gigi si Kecil dari sisa-sisa makanan yang menempel.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr