Info Sehat

Tak Banyak yang Tahu, Ini Ragam Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan!

January 7, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian dari kamu mungkin belum familiar dengan daun afrika. Namun jangan salah, manfaat daun afrika untuk kesehatan tubuh sangat melimpah lho. Bahkan, daun afrika seringkali dijadikan sebagai pengobatan tradisional.

Nah, agar kamu lebih mengetahui apa saja manfaat daun afrika, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Segudang Manfaat di Balik Propolis

Sebelum mengetahui manfaat daun afrika, ketahui dulu kandungan nutrisinya

Vernonia amygdalina atau yang lebih dikenal sebagai daun afrika seringkali digunakan dalam makanan dan pengobatan tradisional di Afrika. Vernonia amygdalina sendiri termasuk dalam keluarga Asteraceae. Daun afrika memiliki warna hijau tua dengan rasa yang pahit.

Untuk menghilangkan rasa pahit, biasanya daun dicuci terlebih dahulu menggunakan air, terkadang menggunakan campuran air dan garam. Daun afrika telah lama dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Adapun kandungan gizi dari daun afrika di antaranya adalah:

  • Protein: 33,3 persen
  • Lemak: 10,1 persen
  • Serat kasar: 29,2 persen

Tidak sampai di situ saja, daun afrika juga mengandung zat besi, iodine, thiamin, vitamin A, vitamin E, kalium, magnesium, natrium, kalsium, serta zinc.

Manfaat daun afrika untuk kesehatan

Memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah, maka tak heran jika manfaat daun afrika untuk kesehatan pun sangat banyak. Nah, berikut ini adalah berbagai manfaat daun afrika yang perlu kamu ketahui.

1. Mengontrol kadar kolesterol

Peningkatan kolesterol, terutama kolesterol LDL “jahat” merupakan faktor risiko dari kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, stroke, serta penyakit Alzheimer. Berdasarkan Journal of Vascular Health and Risk Management, manfaat daun afrika bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dan kolesterol total.

Pada penelitian terhadap hewan, ekstrak daun afrika dapat membantu mengurangi kolesterol LDL sebesar 50 persen sekaligus dapat meningkatkan kolesterol HDL “baik”.

Meskipun demikian, penelitian pada manusia masih sangat diperlukan untuk mengetahui manfaat daun afrika terhadap kadar kolesterol.

2. Mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh

Daun afrika juga memiliki sifat antioksidan. Perlu diketahui bahwa stres oksidatif bisa menyebabkan peradangan serta menyebabkan perkembangan penyakit kronis. Nah, antioksidan dapat membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh radiasi, patogen, atau stres oksidatif.

Di sisi lain, antioksidan juga mampu menangkal radikal bebas. Bahkan dalam laporan dari Food Chemistry pada Desember 2006, para peneliti menambahkan bahwa sifat antioksidan dari daun afrika bisa menjadikannya sebagai makanan sehat yang mampu melawan penyakit.

3. Mampu mencegah kanker

Manfaat lainnya dari daun ini adalah dapat membantu untuk mencegah kanker. Ekstrak air daun afrika dapat membantu untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Tak hanya itu, ekstrak daun afrika juga dapat membantu melawan sel kanker. Ini bekerja dengan cara menekan penyebaran sel kanker.

Di sisi lain, ekstrak daun afrika juga mampu untuk menekan produksi enzim yang bertanggung jawab terhadap produksi hormon estrogen tingkat tinggi, yang dikaitkan dengan perkembangan kanker payudara jika diproduksi secara berlebihan.

Menurut Experimental Biology and Medicine, mengonsumsi daun afrika dapat membantu memerangi pertumbuhan sel kanker payudara.

4. Mencegah penyakit kardiovaskular

Daun afrika mengandung asam lemak tak jenuh ganda, seperti linoleat dan asam linoleat. Perlu kamu tahu bahwa, tubuh tidak bisa menghasilkan kedua lemak ini, maka dari itu untuk memperoleh keduanya dibutuhkan dari makanan.

Sebuah studi di 2001 menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan linoleat dan asam linoleat mampu melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular.

Dalam penelitian, orang-orang yang mengonsumsi asam lemak linoleat dan linoleat dalam jumlah yang baik memiliki risiko mengembangkan penyakit kardiovaskular 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang jarang mengonsumsi kedua lemak tersebut.

5. Manfaat daun afrika untuk diabetes

Daun afrika telah banyak digunakan sebagai pengobatan diabetes di banyak negara-negara Afrika. Penggunaan daun afrika dikombinasikan dengan terapi antidiabetik konvensional.

Melansir dari laman Globin Med, dalam sebuah penelitian terhadap hewan yang dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetik daun afrika menemukan bahwa ekstrak etanol dapat menurunkan glukosa.

Baca juga: Sparkling Water Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh, Tapi Perhatikan Juga Efek Sampingnya

6. Membantu mengobati malaria

Daun yang juga dikenal sebagai bitter leaf ini memiliki manfaat untuk mengobati malaria.

Ekstrak daun dan kulit akar daun afrika menunjukkan aktivitas antimalaria terhadap Plasmodium berghei dan Plasmodium falciparum, yakni parasit penyebab malaria. Ini bekerja dengan cara menekan pertumbuhan parasit.

Nah, itulah beberapa manfaat daun afrika, banyak sekali bukan? Meskipun demikian, masih diperlukan banyak penelitian pada manusia mengenai manfaat daun afrika untuk membuktikan kemanjurannya. Sebab, penelitian masih terbatas pada hewan.

Ingat, jangan sembarangan dalam mengonsumsi daun ini, konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah efek samping yang mungkin saja dapat ditimbulkan.

Punya pertanyaan lebih lanjut terkait kesehatan? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Globinmed. Diakses pada 23 Desember 2020. Vernonia amygdalina 

Livestrong.com. Diakses pada 23 Desember 2020. The Benefits of Bitter Leaf 

Ojimelukwe, Philippa C dan Nuria Amaechi (2019). Composition of Vernoniaamygdalina and its Potential Health Benefits. Research Gate (diakses pada 23 Desember 2020)

Oboh G (2006). Nutritive value and haemolytic properties (in vitro) of the leaves of Vernonia amygdalina on human erythrocyte. NIH (diakses pada 23 Desember 2020)

Adaramoye, Oluwatosin A,Olajumoke Akintayo (2008). Lipid-lowering effects of methanolic extract of Vernonia amygdalina leaves in rats fed on high cholesterol diet. NCBI (diakses pada 23 Desember 2020)

Erasto Paul, Donald S.Grierson (2007). Evaluation of antioxidant activity and the fatty acid profile of the leaves of Vernonia amygdalina growing in South Africa. Science Direct (diakses pada 23 Desember 2020)

Izevbigie Ernest B, Joseph L Bryant, dan Alice Walker (2004). A novel natural inhibitor of extracellular signal-regulated kinases and human breast cancer cell growth. NIH (diakses pada 23 Desember 2020)

Djoussé, L, J S Pankow (2001). Relation between dietary linolenic acid and coronary artery disease in the National Heart, Lung, and Blood Institute Family Heart Study. NIH (diakses pada 23 Desember 2020)

    register-docotr