Kesehatan Anak

6 Tantangan sekaligus Tips Mengasuh Anak Disabilitas

June 30, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Mengasuh atau merawat anak dengan disabilitas bukan perkara mudah. Sebagai orang tua atau caregiver, tentu ada berbagai tantangan yang harus dihadapi setiap harinya. Tak jarang, waktu untuk diri sendiri juga harus dikorbankan.

Lantas, apa saja tantangan yang sering muncul saat mengasuh atau merawat anak disabilitas? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Beragam tantangan mengasuh anak disabilitas

Ada banyak tantangan yang kerap dialami oleh orang tua atau caregiver saat mengasuh anak dengan kondisi disabilitas, di antaranya adalah:

1. Komunikasi

Tantangan terbesar dalam mengasuh anak dengan disabilitas adalah komunikasi. Meski, ini juga tergantung dengan jenis disabilitas yang dimiliki anak. Disabilitas sensorik misalnya, membuat anak mengalami keterbatasan dalam penggunaan pancaindra.

Jika anak mengalami tuna rungu atau tuna wicara, komunikasi verbal akan menjadi tantangan paling besar. Namun, tak perlu khawatir, ada cara untuk memudahkan komunikasi, misalnya menggunakan interaksi non-verbal pakai tulisan.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Tips untuk Hidup Berdampingan.

2. Aksesibilitas yang terbatas

Tidak dapat dipungkiri, aksesibilitas untuk penyandang disabilitas di banyak tempat masih tergolong minim. Misalnya, akses jalan, penyediaan toilet memadai, hingga fasilitas yang khusus dibutuhkan oleh penyandang disabilitas.

Bagi seorang caregiver, ini menjadi salah satu tantangan utama dalam merawat penyandang disabilitas. Keterbatasan aksesibilitas secara tidak langsung juga berpengaruh pada aktivitas dan kegiatan penyandang disabilitas.

3. Stres dan jenuh

Dikutip dari laman Boston University, beban stres akan menjadi sangat besar bagi orang tua atau caregiver anak dengan disabilitas. Ada banyak hal yang bisa menjadi pemicunya, mulai dari faktor keuangan, rasa pengorbanan yang kurang, hingga rasa sakit atas penderitaan yang dialami anak.

Stres juga bisa muncul akibat kecemburuan pada orang lain yang mempunyai anak ‘sehat’, merasa tidak mampu mengurus anak, hingga menurunnya perhatian kepada anak karena perlahan menua.

4. Kelelahan dan depresi

Orang tua atau caregiver dari anak dengan disabilitas mungkin lebih sering mengalami kelelahan, baik fisik maupun psikis. Lama-kelamaan, hal ini bisa berubah menjadi depresi. Dukungan dari lingkungan sekitar bisa memberi semangat untuk tetap mengasuh anak dengan disabilitas.

Bahkan, tak jarang ada komunitas khusus yang beranggotakan para pengasuh anak disabilitas. Komunitas ini sangat bermanfaat untuk saling menguatkan satu sama lain.

5. Kritik dan penilaian orang lain

Tantangan lain bagi orang tua atau caregiver anak disabilitas adalah tentang menyikapi penilaian dan kritik dari orang lain. Tak dapat dipungkiri, ketidakpahaman orang lain seputar disabilitas bisa saja menciptakan sebuah kritik pada anak yang mengalaminya.

Belum lagi, pengucilan dari lingkungan juga kerap menjadi fenomena yang dialami oleh penyandang disabilitas, termasuk anak-anak. Isolasi sosial tak bisa dihindari, dapat berakibat kurangnya partisipasi anak di dunia luar yang berdampak pada keterampilan bergaulnya.

6. Ketakutan akan masa depan

Sebagai orang tua, masa depan anak adalah hal yang menjadi perhatian serius. Dengan keterbatasan tertentu yang dimiliki anak, orang tua bisa menjadi khawatir akan peluang masa depan si Kecil.

Beruntungnya, sudah banyak perusahaan yang bersedia menerima penyandang disabilitas sebagai pekerjanya.   

Tips untuk para caregiver

Mengasuh dan merawat anak dengan disabilitas memang bukan perkara mudah. Namun, menyerah dengan keadaan juga bukan solusi yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Jalin komunikasi yang baik dengan anak.
  • Tumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dengan anak.
  • Ketahui segala sesuatu tentang kondisi anak.
  • Kamu bukan satu-satunya orang yang memiliki atau mengasuh anak berkebutuhan khusus. Cari dan gabung dengan komunitas untuk mendapat support system.
  • Jaga kesehatan diri sendiri, yaitu dengan cara istirahat yang cukup, lakukan sesuatu untuk membuat badan rileks, dan berolahraga meski sebentar.

Nah, itulah berbagai tantangan dalam mengasuh dan merawat anak disabilitas yang perlu kamu tahu. Lakukan tips di atas agar tetap semangat menjalani hari sebagai caregiver, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference

  1. Boston University, diakses 30 November 2021, Parenting Children with Special Needs.
  2. College of Allied Educators, diakses 30 November 2021, The Challenges of parenting a special needs child.
  3. Psych Central, diakses 30 November 2021, The Challenge of Children with Special Needs.
  4. SpecialKids, diakses 30 November 2021, CHALLENGES OF RAISING A CHILD WITH SPECIAL NEEDS AND ISSUES FACED BY SPECIAL NEEDS FAMILIES..
  5. Geisinger, diakses 30 November 2021, Five tips for raising a child with special needs.
  6. The Center for Parenting Education, diakses 30 November 2021, SURVIVAL TIPS FOR SPECIAL NEEDS PARENTS… YOU’RE NOT ALONE, I PROMISE!.
  7. Parent Map, diakses 30 November 2021, 10 Tips for Parenting Children With Special Needs.

    register-docotr