Diet dan Nutrisi

Fakta dan Bahaya Zat Aditif pada Makanan yang Perlu Kamu Ketahui!

January 30, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Zat aditif pada makanan biasanya diberikan untuk meningkatkan keamanan, kesegaran, rasa, tekstur dan tampilan. Beberapa hal ini sering merugikan kesehatan, namun tetap aman selama dikonsumsi dalam batas normal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat penggunaan zat aditif pada makanan hanya boleh dilakukan dengan teknologi yang tepat, tidak membohongi konsumen dan disajikan untuk menjaga kualitas nutrisi dan kestabilan makanan.

Tujuan pemakaian zat aditif

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengatakan terdapat beberapa alasan dalam penggunaan zat aditif, di antaranya adalah:

  • Menjaga dan meningkatkan keamanan dan kesegaran makanan
  • Meningkatkan atau menjaga nilai nutrisi dalam makanan
  • Meningkatkan rasa, tekstur dan penampilan makanan

Apakah zat aditif pada makanan ini aman untuk dikonsumsi?

Ada ribuan bahan yang digunakan untuk membuat makanan. Bahkan, FDA mencatat lebih dari 3.000 zat aditif yang ditambahkan pada makanan di Negeri Paman Sam.

Penggunaan zat aditif pada makanan tidak boleh sembarangan. Itu sebabnya, ada komite pakar gabungan dari WHO dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang bertugas mengkaji keamanan substansi zat-zat tersebut.

Komite ini nantinya akan menentukan zat aditif mana yang boleh digunakan pada makanan untuk dijual secara internasional.

Menurut FDA, penggunaan zat aditif harus dipastikan aman sebelum ditambahkan pada makanan. Meskipun demikian, seluruh zat aditif ini masih terus dikaji kadar keamanannya, supaya setiap konsumen merasa aman mengonsumsinya.

Beberapa zat aditif pada makanan bisa menimbulkan reaksi di dalam tubuh

Department of Health & Human Services di Negara Bagian Victoria, Australia dalam laman resmi menyebut penggunaan zat aditif tidak menimbulkan masalah bagi kebanyakan orang dalam jangka waktu pendek.

Meskipun demikian, 50 dari 400 zat aditif di negara tersebut telah banyak dikaitkan dengan efek negatif yang dirasakan oleh beberapa orang. Hal ini menunjukkan jika beberapa zat aditif makanan dapat menimbulkan reaksi terhadap beberapa orang yang sensitif.

Beberapa reaksi hipersensitif yang terjadi berupa:

  • Masalah pada pencernaan: Diare dan sakit perut
  • Kelainan pada saraf: Hiperaktivitas, insomnia dan mudah marah
  • Masalah pada pernapasan: Asma, rhinitis dan sinusitis
  • Masalah di kulit: Gatal-gatal, timbul ruam dan bengkak

Meskipun demikian, kamu harus ingat kalau gejala yang timbul karena sensitif pada makanan bisa juga disebabkan oleh kondisi lain. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mendapat diagnosis medis ketimbang kamu berkesimpulan sendiri dan membatasi asupan makanan.

Zat aditif pada makanan yang kerap menimbulkan masalah

Beberapa zat aditif yang dapat menimbulkan makanan bagi sebagian orang adalah:

Monosodium glutamat (MSG)

MSG merupakan zat aditif yang paling umum digunakan pada makanan. Zat ini digunakan agar makanan menjadi atau bertambah gurih.

MSG biasa ditemukan di beragam makanan beku, snack asin dan sup dalam kaleng. MSG juga biasa ditambahkan pada makanan di restoran dan makanan cepat saji.

Pewarna makanan

Dari namanya, kamu tentu sudah menduga kalau penggunaan zat aditif ini bertujuan untuk meningkatkan tampilan pada makanan. Sayangnya, beberapa zat pewarna makanan dikatakan dapat menimbulkan masalah kesehatan. 

Seperti ditulis dalam laman resmi Department of Health & Human Services di Negara Bagian Victoria, Australia yang menyebut jenis pewarna Tartrazine 102, yellow 2G107, sunset yellow FCF110 dan cochineal 120 menimbulkan efek samping pada konsumen.

Pengawet makanan

Salah satu pengawet makanan yang disebut memiliki efek bahaya bagi tubuh adalah benzoat. Zat ini biasanya ditambahkan pada minuman berkarbonasi dan makanan asam seperti acar, jus buah dan dressing untuk salad.

Pemanis buatan

Komponen yang satu ini banyak digunakan pada makanan dan minuman untuk meningkatkan rasa manis namun mengandung kalori yang sedikit. Beberapa jenis pemanis buatan termasuk aspartame, sucralose, saccharin dan acesulfame potassium.

Demikianlah zat aditif yang biasanya terdapat pada makanan yang kamu konsumsi dan bagaimana efek sampingnya terhadap kesehatan. Selalu konsumsi makanan dalam batas yang sehat, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. WHO, diakses 22 Januari 2021. Food additives
  2. FDA, diakses 22 Januari 2021. Overview of Food Ingredients, Additives & Colors
  3. Healthline, diakses 22 Januari 2021. 12 Common Food Additives — Should You Avoid Them?
  4. Victoria State Government, diakses 22 Januari 2021. Food additives
    register-docotr