Info Parenting

Kembali WFO, 4 Tips agar Orang Tua Siap ‘Berpisah’ dengan Si Kecil tanpa Dilema

November 4, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Setelah kondisi pandemi COVID-19 berangsur pulih, kebijakan bekerja dari rumah mulai dihentikan dan para pegawai diminta untuk kembali ke kantor. Hal ini tentu menimbulkan dilema karena orang tua sudah terbiasa bekerja sambil menemani si Kecil.

Teruskan membaca artikel di bawah, untuk mengetahui bagaimana mempersiapkan diri kembali WFO (work from office), tanpa harus merasa bersalah karena meninggalkan anak di rumah.

Baca juga: Cek 5 Tips agar Mental Tidak Kaget saat Harus Kembali WFO

Survei tentang respons orang tua terhadap kemungkinan kembali WFO

Survei terhadap lebih dari 1.800 orang oleh Synd.io, menunjukkan bahwa para ibu dan ayah menantikan momen kembali bekerja di kantor setelah situasi pandemi membaik.

Di situ disebutkan bahwa sebanyak 69 persen orang tua dengan anak-anak di rumah, mengatakan mereka menantikannya. Alasannya karena menjadi orang tua sekaligus guru virtual dan bekerja secara jarak jauh di tengah pandemi, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Meski begitu mereka juga tetap dilema karena sudah terbiasa mendampingi anak-anak selama setahun lebih. Inilah yang membuat para orang tua kebingungan bagaimana mempersiapkan diri kembali WFO tanpa harus merasa bersalah kepada si Kecil.

Tips kembali ke kantor setelah berbulan-bulan di rumah bersama anak

Kembali ke kantor mungkin akan menimbulkan beberapa ketakutan di benak orang tua. Misalnya anak yang akan rewel saat ditinggal, atau perang batin yang muncul karena tidak tega meninggalkan mereka.

Agar kamu bisa kembali WFO tanpa terbebani dengan hal-hal semacam itu, tak ada salahnya untuk mencoba beberapa tips di bawah ini.

1. Persiapkan diri secara mental

Kelly Bos, MSW, RSW, seorang psikoterapis mengatakan bahwa kembali WFO akan menyebabkan emosi yang campur aduk. Mulai dari gembira karena akan bekerja di lingkungan kondusif, namun takut beradaptasi, sampai sedih karena harus meninggalkan si Kecil di rumah.

Beberapa emosi ini bahkan bisa saling bertentangan satu sama lain. Terlepas dari pergolakan batin yang dirasakan, Bos mengingatkan agar para orang tua tetap bersikap baik pada diri mereka.

“Penting untuk mengakui perasaan tersebut tanpa menghakimi dan menyadari bahwa kita semua butuh waktu untuk beradaptasi” ujar Bos.

2. Atur ekspektasi bersama-sama

Penting untuk mengingat bahwa proses peralihan ini mungkin tidak akan berjalan mulus. Ingat, perubahan ini tidak hanya menjadi tantangan bagi orang tua namun juga bagi anak-anak.

Jadi tak ada salahnya mengatur ekspektasi bersama-sama agar membuat proses peralihan berjalan lancar. Tanamkan bahwa setiap kesulitan yang timbul dari rutinitas baru ini akan dihadapi bersama-sama.

Semua itu akan membantu kalian lebih mudah beradaptasi. Kamu juga dapat menanyakan ide-ide mereka tentang bagaimana membuat peralihan ini menjadi lebih mudah untuk dijalani.

3. Kembali memulai kebiasaan praktis

Kembali ke pekerjaan tatap muka mungkin membuat beberapa kebiasaan yang dulu adalah rutinitas menjadi asing. Seperti mengemas tas kerja di malam sebelumnya, atau bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan.

Agar kamu tidak terlalu kaget, mulailah kembali melakukan kebiasaan sehari-sehari yang sifatnya praktis. Misalnya kembali menyiapkan tugas sekolah anak di malam hari, akan membantu kamu bisa lebih cepat mengantar mereka ke sekolah dan berangkat ke kantor.

4. Tetap terhubung dengan anak-anak

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menjaga hubungan dengan si Kecil saat kamu sibuk dari kantor. Sebenarnya ini cukup mudah, kamu bisa memanfaatkan teknologi agar bisa tetap terhubung dengan mereka.

Mungkin dengan video call di jam istirahat untuk menanyakan kondisi mereka. Kamu juga bisa meluangkan waktu khusus untuk berinteraksi sebelum berangkat ke kantor. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung, sekaligus membuat kalian merasa nyaman.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan hal-hal sederhana seperti menambahkan catatan kecil berisi kalimat motivasi ke kotak makan siang mereka. Ini akan membantu mereka merasakan kehadiranmu meski tidak berada di tempat yang sama.

Baca juga: Bayar ‘Hutang Tidur’ akibat WFH, Apakah Baik bagi Kesehatan?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Synd.io diakses pada 4 November 2021

Very Well Family diakses pada 4 November 2021

Forbes diakses pada 4 November 2021

    register-docotr