Info Parenting

7 Tips Mengasah Kecerdasan Sosial Anak, Moms Harus Tahu!

December 4, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian orangtua mungkin hanya fokus pada kecerdasan kognitif anak. Padahal, ada hal lain yang tak kalah penting untuk dimiliki si Kecil, yaitu kecerdasan sosial. Hal tersebut akan memengaruhi bagaimana anak menjalani hidup dengan lingkungan sekitarnya.

Lantas, apa sebenarnya kecerdasan sosial itu? Bagaimana cara mengasahnya pada anak? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu kecerdasan sosial?

Menurut sebuah studi yang terbit di Jurnal Obsesi, kecerdasan sosial dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengatur kehidupan sosialnya dengan intelegensi, keselarasan emosi, keterampilan, kesadaran dan pengendalian diri, motivasi, serta empati.

Kecerdasan sosial sangat penting untuk dimiliki sejak usia dini. Maka orangtua memiliki peran yang besar untuk menanamkannya pada anak sejak kecil. Sangat penting untuk melatih anak untuk memiliki karakter yang kuat, termasuk pada kehidupan sosial.

Baca juga: Moms Harus Tahu! Ini Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik pada Bayi

Tips mengasah kecerdasan sosial anak

Jika anak tak memiliki kecerdasan sosial yang baik, proses tumbuh kembangnya mungkin menjadi tidak optimal. Misalnya, anak akan sulit bergaul dengan lingkungan, tak memiliki cukup empati, atau emosi yang tidak stabil terhadap hal yang ada di sekitarnya.

Berikut beberapa tips dan cara untuk mengasah kecerdasan sosial anak sejak dini:

1. Berikan semangat

Semangat adalah kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Mengutip dari Psychology Today, semangat yang diberikan orangtua dapat membentuk kepribadian anak, termasuk dalam menentukan minatnya.

Hal tersebut akan berdampak positif pada kehidupan sosial si Kecil, seperti ketika berada di taman bermain, sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau bahkan hingga tumbuh dewasa.

2. Ajarkan nilai toleransi

Manusia hidup di dunia yang sangat majemuk. Toleransi adalah hal penting yang dapat menjaga kemajemukan tersebut. Bantu anak untuk memahami dan menerima keragaman dan perbedaan antar individu.

Tak hanya kepada orang lain, tanamkan nilai positif tersebut pada dirinya sendiri. Buat si Kecil agar bisa lebih menerima kelemahan dan kekurangannya. Tunjukkan bahwa masing-masing orang mempunyai pola kemampuan yang unik.

3. Pecahkan masalah bersama

Salah satu aspek penting dalam kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving). Jika si Kecil sedang memiliki masalah, bantulah untuk menyelesaikannya.

Sikap kolaboratif yang Moms contohkan bisa memacunya untuk melakukan hal yang sama ketika ada masalah dengan anak-anak lain. Ajarkan anak untuk bisa berbicara dan mendengarkan, karena itulah hal yang bisa meningkatkan keterampilan sosialnya.

4. Ajarkan bermedia sosial yang bijak

Tak dapat dipungkiri, kehidupan sosial anak kekinian tak hanya ada di dunia nyata, tapi juga dunia maya. Kemajuan teknologi adalah faktor pemicunya.

Ajarkan anak untuk menggunakan media sosial dengan bijak, seperti menjalin pertemanan, menyikapi bullying di internet, dan menghindari interaksi yang meragukan.

Menurut sebuah publikasi yang terbit di Harvard Graduate School of Education, media sosial bisa memicu berbagai masalah mental pada anak, seperti stres, depresi, cemas, rasa percaya diri menurun, merasa tidak aman (insecurity), hingga kesedihan mendalam.

Bahkan, berdasarkan sebuah studi yang terbit pada Journal of the American Academy of Pediatrics, sejumlah gangguan mental di atas dapat memicu anak untuk memiliki kecenderungan bunuh diri.

5. Arahkan emosinya

Faktor emosi memainkan peran penting dalam kecerdasan sosial seseorang. Emosi adalah keadaan psikologis yang kompleks, melibatkan tiga komponen berbeda, yaitu pengalaman subjektif, respons fisiologis, dan respons perilaku atau ekspresif.

Selain itu, emosi juga dipengaruhi oleh keadaan sekitar, suasana hati, dan hubungan dengan orang lain. Bentuk emosi ada banyak, yaitu senang, marah, sedih, takut, khawatir, cemas, dan lain sebagainya.

Anak-anak memiliki emosi yang masih labil, sehingga perlu diarahkan dengan benar. Moms bisa mengajarkannya kapan waktu yang tepat untuk marah, senang, sedih, cemas, dan bentuk emosi lainnya.

6. Ajarkan untuk mengapresiasi

Dikutip dari Verywell Mind, orang yang cerdas secara sosial biasanya memiliki hubungan yang baik dan ‘mendalam’ dengan orang yang berarti baginya. Salah satu cara untuk mempertahankan hubungan tersebut adalah dengan menyampaikan apresiasi.

Memberikan apresiasi tak hanya membawa dampak positif bagi orang yang dituju, tetapi juga diri sendiri. Harvard Medical School menjelaskan, orang yang terbiasa memberikan apresiasi cenderung mendapatkan kesenangan yang lebih.

7. Jadilah contoh

Hal terakhir yang bisa dilakukan untuk mengasah kecerdasan sosial anak adalah dengan menjadi contoh baginya. Sebuah penelitian oleh ilmuwan di University of Washington memaparkan, secara alami, anak akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orangtua sejak ia dilahirkan.

Sebelum mengajarkan semua tips di atas, jadilah contoh yang baik untuk anak agar si Kecil bisa menirunya. Terapkan pada kehidupan sehari-hari bagaimana cara mengatasi konflik dengan baik, mendengarkan pendapat, dan menghormati orang lain.

Nah, itulah beberapa cara dan tips untuk merangsang kecerdasan sosial anak yang perlu Moms tahu. Latih dengan penuh kesabaran agar apa yang diajarkan pada buah hati tercinta bisa tertanam kuat hingga ia tumbuh dewasa. Selamat mencoba!

Konsultasikan masalah kesehatan buah hati tercinta bersama dokter anak terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Psychology Today, diakses 3 Desember 2020, Getting Along With Others: Parenting for Social Intelligence.
  2. American Academy of Pediatrics (AAP), diakses 3 Desember 2020, National Trends in the Prevalence and Treatment of Depression in Adolescents and Young Adults.
  3. Harvard Medical School, diakses 3 Desember 2020, Giving thanks can make you happier.
  4. Harvard Graduate School of Education, diakses 3 Desember 2020, Social Media and Teen Anxiety.
  5. Verywell Mind, diakses 3 Desember 2020, How to Increase Your Social Intelligence.
  6. University of Washington, diakses 3 Desember 2020, Born to Learn: What Infants Learn from Watching Us.
  7. Research Gate, diakses 3 Desember 2020, Pengaruh Pola Asuh Ibu terhadap Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini di TK Kenanga Kabupaten Bandung Barat.

    register-docotr