Kesehatan Anak

Syarat Anak Bisa Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi & Tips agar Tetap Semangat

September 3, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Anak-anak di sejumlah daerah mulai mengikuti kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dengan syarat tertentu. Dalam penerapannya, tentu saja ada banyak ketentuan yang harus dipatuhi, baik oleh siswa, guru, maupun petugas sekolah.

Lantas, apa saja syarat yang harus dipenuhi agar anak bisa kembali bersekolah? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Syarat yang harus dipenuhi

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar proses belajar-mengajar di sekolah bisa terlaksana, di antaranya adalah:

1. Harus vaksin lengkap

Meski pembelajaran di sekolah sudah diizinkan, tapi tak semua siswa diperbolehkan ikut. Menurut penjelasan Piprim Basarah Yanuarso, ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hanya anak-anak yang sudah mendapat vaksin dosis lengkap (dua kali suntik) boleh mengikuti proses belajar tatap muka.

Ini mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya adalah mulai merebaknya COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Aturan yang sama berlaku pula untuk guru, tenaga pendidik, dan petugas sekolah. Wajib mendapatkan dua dosis vaksin.

2. Bebas dari komorbid

Tak hanya vaksin, anak yang akan mengikuti proses belajar di sekolah sebaiknya bebas dari penyakit bawaan atau komorbid. Jika si Kecil memiliki komorbid, Moms bisa berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter spesialis anak.

Komorbid atau penyakit bawaan yang dimaksud meliputi diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, gangguan autoimun, penyakit paru kronis, obesitas, hipertensi, dan lain sebagainya.

Baca juga: Bolehkah Siswa dengan Penyakit Komorbid Ikut Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah?

3. Tidak ada kenaikan kasus dan transmisi lokal

Selain vaksinasi lengkap, syarat lainnya adalah sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka 100 persen jika tidak ada kenaikan kasus atau transmisi lokal varian Omicron di daerah tersebut.

Jika ditemukan transmisi lokal tapi masih dapat dikendalikan dan positivity rate mencapai delapan persen, maka proses pembelajaran dilakukan 50 persen tatap muka dan sisanya secara daring.

4. Wajib terapkan protokol kesehatan

Jika semua syarat di atas terpenuhi, maka sekolah boleh melakukan proses pembelajaran tatap muka. Meski begitu, protokol kesehatan tetap wajib diberlakukan, di antaranya adalah:

  • Penggunaan masker untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah
  • Ketersediaan fasilitas cuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Tidak makan secara bersamaan
  • Memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap terjaga
  • Mengaktifkan sistem penapisan aktif per hari untuk anak, guru, petugas sekolah, atau keluarganya yang punya gejala mengarah ke COVID-19.

5. Usia anak harus di atas 6 tahun

Sekolah tatap muka belum dianjurkan untuk anak-anak yang berusia di bawah enam tahun. Untuk siswa di bawah enam tahun, sekolah dapat memberikan pembelajaran sinkronisasi dan asinkronisasi melalui metode daring, melibatkan orang tua di rumah dalam kegiatan si Kecil.

Pihak sekolah dan orang tua bisa melakukan kegiatan kreatif, seperti menerapkan pembelajaran di ruang terbuka atau outdoor, eksplorasi alam, hingga permainan daerah.

6. Tidak ada paksaan

Meski semua syarat telah terpenuhi, orang tua atau keluarga dari siswa tetap punya kuasa untuk menentukan apakah si Kecil akan mengikuti pembelajaran di sekolah atau tidak. Artinya, tidak boleh ada paksaan bagi anak untuk ikut belajar tatap muka di sekolah.

Sekolah dan pemerintah memberi kebebasan kepada orang tua dan keluarga anak untuk memilih belajar secara luring atau daring.

Tips agar anak semangat sekolah

sekolah tatap muka

Bagi beberapa anak, kembali mengikuti pembelajaran tatap muka adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, sebagian lainnya mungkin perlu adaptasi. Tak perlu cemas, berikut tips yang bisa Moms terapkan agar anak bisa tetap semangat untuk kembali bersekolah:

  • Beri motivasi dan semangat baru
  • Beri peralatan sekolah baru, misalnya tas atau sepatu
  • Kunjungi sekolah beberapa hari sebelum proses pembelajaran dimulai
  • Ajak anak untuk merencanakan aktivitas menarik di hari pertama sekolahnya.
  • Buat anak antusias untuk berinteraksi kembali dengan teman-teman di sekolah.
  • Informasikan kepada anak bahwa Moms akan menyiapkan bekal istimewa untuk sekolah.

Nah, itulah ulasan tentang pembelajaran tatap muka yang direncanakan dimulai Januari 2022. Agar anak tetap semangat, lakukan tips di atas, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diakses 3 Januari 2021, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi COVID-19 pemutakhiran 2 Januari 2022.
  2. Kompas, diakses 3 Januari 2021, Ada Omicron, IDAI Rekomendasi Hanya Anak yang Sudah Vaksin Lengkap Ikut Sekolah Tatap Muka.
  3. Momtastic, diakses 3 Januari 2021, 6 Ways to Get Your Kids Excited to Go Back to School.
  4. Fun with Kids, diakses 3 Januari 2021, 15 Tips To Get Your Kids Excited About Back-To-School And Ease Their Anxiety!.
    register-docotr