Gizi Anak

Dukung Hari Anak Nasional, Ini 10 Tips Alami Meningkatkan Nafsu Makan Anak

July 22, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Meski di tengah pandemi, namun momen perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli tetap terasa istimewa.

Dilansir dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA), HAN tahun ini memiliki tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Hal ini sebagai motivasi bahwa pandemi COVID-19 tidak menyurutkan komitmen untuk tetap mendukung tumbuh kembang anak agar sesuai harapan.

Salah satunya adalah dengan menggalakan cara-cara meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen. Sebagaimana kita tahu, pandemi sangat berpengaruh pada kehidupan anak sehari-hari termasuk dalam hal pola makannya.

Baca juga: Yuk, Kenali 4 Penyebab Mata Berair dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Tips meningkatkan nafsu makan anak secara alami

Beberapa hal yang bisa menurunkan nafsu makan anak di era pandemi seperti sekarang, di antaranya adalah sakit dan stres.

Kesempatan main yang berkurang, atau terbatasnya akses untuk memperoleh sumber makanan bergizi, secara tidak langsung bisa berpengaruh pada nafsu makan anak.

Ini merupakan tantangan bagi orang tua untuk tetap bisa menjaga nafsu makan anaknya agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu penting untuk mengetahui tips-tips meningkatkan nafsu makan anak secara alami di bawah ini.

1. Buat menu makanan berwarna

Makanan yang penuh gizi seperti sup sayuran terkadang terlihat tidak menarik bagi si Kecil. Kamu bisa mengakalinya dengan menyiapkan buah atau sayuran yang penuh warna sehingga ia tertarik untuk memakannya.

2. Masukkan rempah-rempah

Rempah-rempah seperti oregano, herba Italia, ketumbar, dan kayu manis dapat menambah aroma dan rasa pada makanan. Ini akan membuat hidangan lebih menarik bagi anak-anak.

Beberapa anak ada juga yang tidak suka makanan dengan bau atau rasa yang kuat, misalnya bawang putih.

Cobalah menghilangkan bahan-bahan tersebut dari makanan si Kecil. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan rempah-rempah yang menggugah selera seperti oregano, kayu manis, dan biji adas.

3. Biarkan anak membantu di dapur

Ketika kamu hendak mengajari anak tentang nutrisi, cobalah untuk mengizinkannya membantumu saat memasak di dapur. Dengan begitu, ia akan secara otomatis mulai lebih tertarik pada makanan.

4. Jauhkan gangguan gadget

Bersikaplah tegas dan katakan tidak pada televisi dan video game selama waktu makan berlangsung. Ini adalah praktik yang baik bagi semua anggota keluarga untuk makan bersama-sama.

Baca juga: Apa Mata Kamu Minus? Ketahui Jawabannya Lewat 3 Tes Berikut Ini

5. Sajikan minuman setelah makan

Jus dan minuman sangat sarat dengan kalori. Jadi akan lebih baik jika kamu memberikannya setelah anak selesai makan.

Tapi jika kamu membuatnya secara rumahan dan tidak diberi gula tambahan, kamu boleh menyajikannya di antara waktu makan si Kecil.

6. Berikan si Kecil minum 30 menit sebelum makan

Dorong mereka untuk minum segelas air putih sebelum waktu makan. Biasakan untuk membuat mereka minum air segera setelah mereka bangun dan sebelum waktu makan dan mereka akan segera merasa lapar.

7. Hentikan konsumsi junk food

Junk food mengandung gula dan kalori yang tinggi. Jenis makanan seperti ini mengurangi nafsu makan anak-anak. Jadi ganti makanan tidak sehat tersebut dengan alternatif makanan yang lebih sehat.

8. Jadwalkan waktu makan

Rasa lapar biasanya akan membuat anak makan dengan lahap. Cobalah menjadwalkan makanan si Kecil secara teratur untuk merangsang nafsu makan, dan membantunya mengonsumsi cukup nutrisi setiap hari.

9. Pertimbangkan mengurangi asupan susu

Jika si Kecil mengalami penurunan nafsu makan, bisa jadi ia mengonsumsi terlalu banyak susu. Apabila hal ini yang terjadi, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengurangi asupan susu sebelum jam makan berlangsung.

10. Hindari memberi makan secara paksa

Anak perlu menikmati waktu makannya dengan menyenangkan. Jika kamu terus menerus memaksanya membuka mulut tak peduli apapun yang dirasakannya, itu hanya akan membuat anak menjadi trauma.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Kamu bisa melakukannya dengan mengunduh aplikasi Good Doctor sekarang, jangan lupa klik link berikut ini, ya!

Reference

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia diakses pada 22 Juli 2021

Healthline diakses pada 22 Juli 2021

Parenting First Cry diakses pada 22 Juli 2021

Live Strong diakses pada 22 Juli 2021

    register-docotr