Kesehatan Wanita

Bolehkah Minum Es saat Haid: Apa Efeknya bagi Siklus Menstruasi?

April 3, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mengonsumsi air dingin atau minum es menjadi kegemaran bagi banyak orang, tak terkecuali wanita. Minum es dianggap dapat lebih menyegarkan tubuh. Namun, banyak orang yang menganggap bahwa minum es saat haid tidak diperbolehkan. Sebab, dapat memengaruhi menstruasi.

Lalu, apakah hal tersebut benar adanya atau hanyalah sekadar mitos belaka? Yuk, simak jawabannya di sini.

Baca juga: Nafsu Makan Selalu Meningkat saat PMS? Ini Alasannya!

Minum es saat haid apakah diperbolehkan?

Minum es saat haid atau menstruasi merupakan salah satu pantangan yang beredar di masyarakat. Sebab, minum es saat haid dianggap dapat menyebabkan darah membeku atau justru membuat haid berhenti. Namun, hal tersebut hanyalah sebuah mitos belaka.

Dikutip dari laman Unicef.org, air dingin tidak memengaruhi siklus menstruasi. Siklus menstruasi sendiri berkaitan dengan sistem reproduksi, sedangkan mengonsumsi minuman atau makanan tertentu berkaitan dengan sistem pencernaan. Keduanya sangat berbeda.

Oleh sebab itu, tidak ada suatu risiko bahwa haid akan berhenti dan darah haid membeku atau menggumpal akibat dari mengonsumsi makanan tertentu atau minum es.

Baca juga: Khawatir Haid Datang di Waktu yang Tak Tepat? Ini Pilihan Obat untuk Menghentikannya

Benarkah minum es saat haid bisa menyebabkan kram menstruasi bertambah parah?

Ketika sedang haid, tak jarang kita mengalami gejala yang tidak nyaman, salah satunya adalah kram menstruasi. Sebagian orang percaya bahwa minum es saat haid dapat memperburuk kram menstruasi.

Perlu kamu tahu bahwa kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi rahim yang berlebihan. Kontraksi otot ini disebabkan oleh zat seperti hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam nyeri dan peradangan yang memicu kontraksi otot rahim.

Itulah sebabnya mengapa kita disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang bertanggung jawab untuk memicu produksi zat tersebut.

Meskipun demikian, belum ada penelitian yang membuktikan atau menyangkal efek dari makanan atau minuman dingin terhadap kram menstruasi.

Namun, sebagai langkah pencegahan dan tindakan untuk berhati-hati, lebih disarankan untuk mengonsumsi minuman hangat dibandingkan minum es saat haid.

Menurut Shilpa Arora, seorang praktisi kesehatan mengatakan bahwa ketika sedang haid, akan lebih baik untuk menghindari minum atau konsumsi makanan dingin.

Otot-otot di ovarium dan dinding vagina dapat menegang. Otot-otot ini tidak dapat meregang lebih jauh lagi, dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa untuk memperlancar aliran darah, sebaiknya minumlah air hangat dan hindarilah mengonsumsi makanan yang sangat dingin dan manis untuk mencegah peradangan, seperti dikutip dari NDTV FOOD.

Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat menstruasi

Penting juga untuk diketahui bahwa ketika sedang haid, terdapat beberapa makanan dan minuman yang dapat memperburuk gejala haid dan sebaiknya harus dihindari atau dibatasi konsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa daftar minuman dan makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat haid:

1. Minuman berkafein

Sebaiknya, hindarilah konsumsi terlalu banyak minuman berkafein sebelum dan selama haid. Sebab, ini dapat meningkatkan frekuensi kram serta menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah yang mana dapat memperburuk gejala kram menstruasi.

2. Karbohidrat olahan dan gula rafinasi

Ketika produksi dan respons insulin tidak diatur dengan baik, tubuh akan kesulitan dalam memproduksi dan menyeimbangkan hormon lain. Gula rafinasi dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan air, yang mana meningkatkan gejala perut kembung.

Sebagai tambahan, konsumsi karbohidrat olahan dan gula rafinasi dapat menyebabkan perubahan suasana hati.

3. Produk susu

Berlebihan dalam mengonsumsi produk susu ketika sedang haid juga tidak disarankan. Sebab, hal ini dapat memicu kram perut.

4. Makanan berlemak

Daftar makanan yang sebaiknya dihindari konsumsinya adalah makanan berlemak.

Dr. Rocio Salas-Whalen, seorang ahli endokrinologi seperti dikutip dari Insider mengatakan bahwa makanan berlemak dapat meningkatkan jumlah prostaglandin di dalam tubuh. Prostaglandin sendiri adalah hormon yang membuat rahim berkontraksi.  

5. Makanan dengan kandungan garam tinggi

Tak ketinggalan, makanan dengan kandungan garam tinggi pun harus kamu hindari. Dr. Salas-Whalen mengatakan bahwa makanan asin harus dihindari selama menstruasi karena dapat memperburuk gejala kembung dan retensi air dalam tubuh.

Apabila kamu ingin menghindari hal tersebut, sebaiknya batasilah konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan natrium atau sodium kurang lebih sekitar 1-2 minggu sebelum menstruasi dimulai.

Itulah beberapa informasi minum es saat haid. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai makanan atau minuman apa saja yang sebaiknya dikonsumsi atau dihindari saat haid, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Insider (2019). Diakses pada 29 Maret 2021. 7 foods and drinks that can make your period worse

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 29 Maret 2021. Menstrual cramps 

Morning Sign Out (2017). Diakses pada 29 Maret 2021. Can I Eat Ice Cream on My Period? 

NDTV FOOD (2018). Diakses pada 29 Maret 2021. Here’s Why You Shouldn’t Consume Cold Foods And Drinks While You Are On Your Periods 

Unicef.org (2018). Diakses pada 29 Maret 2021. Healthy Menstruation A guide for girls 

    register-docotr