Kesehatan Wanita

Sering Begadang Menimbulkan Efek Buruk bagi Kesehatan, Hati-Hati Ladies!

February 5, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sebagian wanita mungkin saja pernah menjalani aktivitas begadang. Namun, hati-hati ternyata efek buruk begadang bagi wanita bukan hanya bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh saja, melainkan juga kesehatan mental lho!

Tidur cukup bisa membantu meningkatkan konsentrasi, suasana hati, serta mencegah masalah kesehatan tertentu.

Agar kamu lebih waspada mengenai bahaya yang bisa ditimbulkan akibat begadang. Kenali selengkapnya mengenai efek buruk begadang bagi wanita di sini.

Baca juga: Sering Begadang? Kenali Dampak Buruknya pada Fisik dan Mental

Efek buruk begadang bagi wanita

Melansir Womenshealth.gov, idealnya, wanita dewasa perlu untuk mencukupi waktu tidur di malam hari sekitar 7-9 jam agar tubuh menjadi lebih segar dalam menjalani aktivitas.

Ketika waktu tidur ideal tidak terpenuhi dengan baik, ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Nah, berikut ini adalah efek buruk begadang bagi wanita yang perlu kamu ketahui.

1. Peningkatan berat badan, efek buruk begadang bagi wanita

Kurang tidur tampaknya terkait dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan. Di sisi lain, kurang tidur juga mungkin saja menjadi faktor lain dari obesitas.

Perlu kamu ketahui bahwa tidur memengaruhi dua hormon, yakni leptin dan ghrelin. Kedua hormon tersebut mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Leptin memberi sinyal rasa kenyang pada otak, sehingga dapat menekan nafsu makan. Tanpa tidur yang cukup, kadar leptin dapat menurun sedangkan kadar ghrelin dapat meningkat. Ghrelin sendiri merupakan hormon yang menstimulasi rasa lapar.

Mengutip dari laman Webmd, studi pada 2004 menunjukkan bahwa, seseorang yang tidur kurang dari 6 jam sehari, risiko obesitas dapat meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan mereka yang tidur selama 7-9 jam sehari.

2. Sistem kekebalan tubuh menurun

Kedua, efek buruk begadang bagi wanita yang perlu diwaspadai adalah dapat menurunkan kekebalan tubuh. Ketika kamu tidur, sistem kekebalan menghasilkan zat pelindung yang dapat membantu melawan infeksi, seperti antibodi dan sitokin.

Nah, sistem kekebalan tubuh menggunakan dua zat tersebut untuk melawan bakteri dan virus. Sitokin tertentu juga membantu kamu untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sehingga sistem kekebalan lebih efektif dalam melindungi tubuh dari penyakit tertentu.

Ketika kamu begadang yang mana bisa membuatmu kurang tidur, ini dapat mengganggu proses sistem kekebalan tubuh untuk membangun kekuatannya. Kurang tidur dapat membuat tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri dan virus.

Di sisi lain, kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih lama pulih ketika sakit.

3. Efek buruk begadang bagi wanita terhadap kesehatan kulit

Setiap wanita pasti menginginkan kulit yang sehat. Namun, mendapatkan kulit yang sehat akan sulit diwujudkan jika kamu sering begadang.

Sebab, kurang tidur yang berlangsung secara kronis dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, timbulnya garis-garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata.

Tak hanya itu, begadang juga dapat membuat tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol. Peningkatan hormon kortisol yang belebih dapat mengganggu produksi kolagen di kulit. Kolagen sendiri merupakan protein yang menjaga agar kulit tetap halus.

4. Memengaruhi sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat merupakan pusat informasi utama di dalam tubuh. Tidur yang cukup sangat penting untuk tetap berfungsinya sistem saraf pusat dengan baik. Akan tetapi, insomnia yang berlangsung kronis dapat mengganggu cara tubuh untuk mengirim serta memproses informasi.

Selama tidur, jalur terbentuk di antara sel saraf (neuron) di otak, yang mana membantu untuk mengingat informasi baru. Begadang dapat membuat otak menjadi lebih lelah, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Selain itu, kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan mental serta kondisi emosional. Sebagai contoh, perubahan suasana hati. Efek buruk begadang bagi wanita juga dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan serta kreativitas. Seperti dilansir Healthline.

5. Menimbulkan masalah kesehatan yang serius

Selanjutnya, efek buruk begadang bagi wanita yang juga patut untuk diwaspadai adalah dapat meningkatkan risiko kondisi medis tertentu. Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang dapat disebabkan oleh gangguan tidur atau kurang tidur yang berlangsung kronis.

  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Detak jantung yang tidak stabil

Baca juga: Hobi Begadang alias Night Owl? Awas, Ini Risikonya bagi Kesehatan

6. Tantangan kehamilan

Pada sebuah studi di 2004 memberi kesimpulan bahwa suasana gelap di malam hari sangat penting untuk kesehatan janin yang sedang berkembang serta kesehatan reproduksi wanita.

Paparan cahaya berlebih di malam hari dapat menekan produksi melatonin pada wanita, yang mana dapat mengurangi hormon yang dibutuhkan untuk perkembangan otak janin. Melatonin juga dapat melindungi sel telur dari stres oksidatif, yang merupakan bahaya dari radikal bebas.

Russel J. Reiter, seorang profesor di University of Texas Health Science Center, merekomendasikan agar wanita yang menjalani program hamil setidaknya memiliki waktu tidur selama 8 jam.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai efek buruk begadang khususnya bagi wanita. Mengingat begadang dapat memberikan berbagai dampak bagi kesehatan tubuh dan mental, maka dari itu penuhilah waktu tidur yang cukup agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan wanita? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Healthline (2020). Diakses pada 01 Februari 2021. The Effects of Sleep Deprivation on Your Body 

MoneyTalksNews (2019). Diakses pada 01 Februari 2021. 5 Ways That Being a Night Owl Can Harm Your Health 

Webmd (2014). Diakses pada 01 Februari 2021. 10 Things to Hate About Sleep Loss 

Womenshealth.gov. Diakses pada 01 Februari 2021. Sleep and your health 

Reiter, Russel J, Hiroshi Tamura (2014). Melatonin and the circadian system: contributions to successful female reproduction. NCBI (diakses pada 01 Februari 2021)

    register-docotr