Kesehatan Anak

Leukosit Tinggi pada Bayi: Penyebab dan Cara Menanganinya

February 5, 2021 | Dewi Nurfitriyana
feature image

Tubuh menghasilkan sel darah putih atau juga dikenal sebagai leukosit, untuk membantu melawan infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Apabila ketika lahir anak memiliki terlalu banyak sel darah putih, secara umum ini disebabkan oleh infeksi atau sejumlah penyakit tertentu.

Lalu apa saja hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kondisi yang disebut dengan istilah leukositosis ini?

Baca juga: Jangan Anggap Enteng, Kenali Penyebab Tekanan Darah Rendah di Sini

Kondisi sel darah putih pada bayi yang baru lahir

Pada saat lahir umumnya bayi akan memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, yakni berkisar antara 9.000 hingga 30.000 leukosit. Seiring dengan berjalannya waktu, dalam dua minggu jumlah ini akan turun ke tingkat orang dewasa menjadi sekitar 5.000 sampai 10.000.

Sel darah putih terdiri dari 5 jenis, yakni neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basopfil. Pada bayi yang baru lahir, persentase neutrofil tinggi untuk beberapa pekan pertama. Tetapi kemudian ini akan diganti dan didominasi oleh limfosit.

Ketika bayi mengalami peningkatan jumlah total sel darah putih namun tidak melebihi 30.000/mm3, maka ini disebut dengan leukositosis.

Apa itu leukositosis?

Dilansir Healthline, leukositosis adalah kondisi di mana jumlah sel darah putih lebih tinggi dari seharusnya. Ini biasanya terjadi karena sakit, tetapi terkadang itu hanya tanda bahwa tubuh sedang mengalami stres.

Leukositosis diklasifikasikan menurut kelima jenis leukosit yang meningkat, yakni:

Neutrofilia

Jumlah neutrofil dalam leukosit bisa mencapai hingga 60 persen. Ketika jumlahnya lebih dari itu, biasanya ini terjadi akibat adanya infeksi atau peradangan.

Limfositosis

Sekitar 20 hingga 40 persen leukosit adalah limfosit. Peningkatan jumlah sel ini disebut limfositosis, umumnya dikaitkan dengan infeksi virus maupun leukemia.

Monositosis

Meski jarang terjadi, namun monositosis cukup berbahaya karena bisa jadi berkaitan dengan infeksi atau kanker tertentu.

Eosinofilia

Ketika eosinofil dalam darah terlalu banyak, bisa jadi tubuh tengah mengalami alergi atau serangan parasit yang berbahaya.

Basofilia

Tidak banyak sel-sel basofil di dalam darah, namun ketika jumlahnya meningkat, kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit leukemia.

Leukositosis pada bayi

Leukositosis merupakan salah satu gangguan sel darah putih yang bisa ditemukan pada bayi. Umumnya ini bersifat fisiologis, tetapi jumlahnya jarang melebihi 30.000/mm3.

Pada kasus tertentu yang jarang terjadi, bayi juga bisa mengalami yang dinamakan hiperleukositosis. Kondisi ini terjadi ketika jumlah leukosit dalam darah mencapai lebih dari 100.000/mm3.

Bayi yang mengalaminya harus diperiksa lebih lanjut terkait kemungkinan leukemia, defek adhesi leukosit, dan gangguan mieloproliferatif.

Baca juga: Darah Rendah Menyerang saat Puasa? Begini Cara Mengatasinya

Penyebab jumlah sel darah putih tinggi pada bayi

Sebuah studi yang diterbitkan pada NCBI menunjukkan bahwa seorang bayi perempuan berusia sekitar 1 hari yang ditinggalkan di sebuah rumah sakit, diketahui memiliki jumlah sel darah putih yang lebih tinggi daripada bayi seusianya.

Kondisi tersebut disebutkan bisa jadi disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap infeksi, peradangan, dan proses fisik lainnya.

Bayi dengan down syndrome juga lebih sering mengalami leukositosis, neutrofilia, dan kelainan darah lainnya setelah lahir. Dalam kebanyakan kasus, perubahan ini bersifat sementara. Namun beberapa ada juga yang berkembang menjadi leukemia akut.

Penanganan sel darah putih tinggi pada bayi

Diagnosis dini dan intervensi tepat waktu sangat diperlukan untuk memperbesar peluang kesembuhan pada bayi yang mengalami leukositosis. Beberapa perawatan yang mungkin diberikan termasuk:

Antibiotik untuk infeksi

Antibiotik telah diidentifikasi sebagai salah satu kategori obat yang dapat menyebabkan penurunan sel darah putih atau jumlah neutrofil absolut bila dikombinasikan dengan clozapine.

Penelitian yang dilansir NCBI, mendukung penggunaan ciprofloxacin atau moxifloxacin sebagai agen yang mungkin memiliki risiko penurunan sel darah putih atau jumlah neutrofil absolut yang lebih kecil daripada penisilin, sefalosporin, dan antibiotik lain.

Pengobatan kondisi yang menyebabkan peradangan

Kondisi tubuh yang mengalami peradangan sampai pada akhirnya menyebabkan peningkatan jumlah sel darah putih bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan anti-inflamasi.

Antihistamin dan inhaler untuk reaksi alergi

Metode pengobatan yang saat ini umum digunakan untuk mengatasi leukositosis akibat alergi. Beberapa contoh alergi yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah alergi susu sapi, suhu udara, dan lainnya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Hyperleukocytosis in Newborn: A Diagnosis of Concern https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4192258/ diakses pada 4 Februari 2021

Hematologic Impact of Antibiotic Administration on Patients Taking Clozapine https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3552460/ diakses pada 4 Februari 2021

What to know about high white blood cell count https://www.medicalnewstoday.com/articles/315133#other-imbalances diakses pada 4 Februari 2021

What Is Leukocytosis? https://www.healthline.com/health/leukocytosis#prevention diakses pada 4 Februari 2021

Pediatric white blood cell disorders https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pediatric-white-blood-cell-disorders/symptoms-causes/syc-20352674 diakses pada 4 Februari 2021

White Blood Cell Count (WBC) and Differential https://www.rnceus.com/cbc/cbcwbc.html#:~:text=On%20the%20day%20of%20birth,then%20lymphocyte%20predominance%20is%20seen. diakses pada 4 Februari 2021

    register-docotr